
H-1 pernikahan noval dan bestie. Angel dan dua saudara sepupu Bestie mencoba gaun untuk mereka gunakan sebagai bridesmaid di butik yang sama tempat Bestie memesan gaun pengantin. ingin menghibur diri dari kekacauan pikiran selama beberapa hari terakhir, Angel mencoba untuk antusias menuju butik. Dalam perjalanan pun, dia ikut bersenda gurau bersama kedua sahabatnya juga kedua sepupu Bestie. tiba di butik, mereka langsung di sambut oelh pemilik butik. setelah mengobrol singkat, Mereka kemudian satu persatu mulai mencoba gaun bridesmaid. Karena ruang ganti terbatas, mereka akhirnya harus bergilir. Sama halnya dengan Angel yang sekarang tengah menunggu giliran di depan ruang ganti untuk mencoba gaunnya.
namun dengan tidak dia duga, tanpa sengaja matanya justru menemukan pemandangan yang membuat perasaannya semakin sesak.
Matthew dan Morena ada di butik yang sama dengannya. Nampak sangat serasi sedang menggunakan pakaian Couple berwarna ungu untuk sebuah acara formal. bahkan para pegawai di sana mengakui kecocokan keduanya.
morena dan Matthew berada di butik tersebut atas permintaan dad marcel memilih pakaian untuk acara pemberkatan pernikahan Noval dan bestie. Padahal mom Helena memiliki butik yang sangat terkenal di kota tersebut. entah apa tujuan dari pria itu, namun yang pasti, Dad marcel sempat meminta Matthew memikirkan ulang tentang pembatalan Pertunangannya dengan morena. Matthew yang tengah kacau pun tidak menolak juga tidak mengiyakan, dia hanya sekedar mengikuti permintaan orang tuanya.
"wah, padahal berita di media tentang pembatalan Pertunangan itu tidak benar ya. mereka sekarang bahkan baik-baik saja dan sangat mesra sangat cocok" ujar pegawai butik yang satu.
"media kan cuma muat berita untuk keuntungan mereka saja" Respon pegawai yang lain.
"kau benar" ujar pegawai tadi menyetujui ucapan temannya.
Angel menunduk mencoba berpura-pura tidak mendengar bisikan para pegawai tersebut. dia berbalik untuk pindah ke bagian lain butik tersebut, namun
brukkk..
Angel terjatuh ke lantai. karena tidak hati-hati, dia menabrak seorang pegawai butik yang tengah membawa banyak barang pesanan pembeli.
"maaf. saya yang salah. ujar Angel setelah menyadari kesalahannya dan dengan segera turut membantu merapikan barang yang berserakan di lantai.
"tidak masalah mbak" Jawab pegawai tadi yang juga dengan turut mengumpulkan kembali barang bawaannya.
rupanya kejadian itu menyita perhatian beberapa orang dalam butik tersebut tak terkecuali Matthew dan Morena.
Matthew kaget melihat keberadaan Angel di sana. sekaligus khawatir melihat gadis itu seperti sedang kesakitan karena terus mengusap lututnya. bahasa tubuh pria itu menunjukkan ingin menghampiri Angel namun egonya cukup besar sehingga hanya menatap datar seolah tidak peduli.
melihat respon Matthew, morena menjadi senang, dia pun berakting mencoba mendekati Angel.
"Hai, kamu tidak apa-apa?"tanya morena pura-pura perhatian
"oh, i..yaa. saya baik-baik saja" Angel menjawab dengan terkejut akan keberadaan Morena di sampingnya.
"lain kali hati-hati, kasihan pegawainya tadi. barang bawaannya banyak" ucapan morena seolah menyindir Angel yang dia nilai ceroboh.
Angel hanya terdiam mendengar penuturan wanita di depannya yang entah dengan tujuan apa datang ingin menolong lalu menyindirnya di saat yang bersamaan.
sementara morena setelah mengatakan itu langsung kembali menghampiri Matthew.
"honeyyy" panggil Morena manja pada Matthew yang sebenarnya berada di sampingnya dia dengan sengaja menaikkan volume suaranya agar terdengar oleh Angel dan melihat kemesraan mereka.
"Kalau sudah selesai ayo pulang" ujar Matthew datar yang merasa jengah dengan sikap morena. Namun tatapan pria itu masih saja mengarah kepada Angel yang kini berjalan menuju ruang ganti. Dia khawatir karena melihat Angel berjalan seperti tengah menahan sakit.
__ADS_1
Meski selalu kesal dengan respon Matthew yang selalu malas padanya, morena selalu bersikap seolah mereka pasangan yang sangat bahagia.
setelah mendapatkan apa yang mereka cari keduanya keluar dari butik dengan bergandengan mesra. sebenarnya, morena yang bersikap agresif namun tetap terlihat serasi karena Matthew sama sekali tidak menolak.
Mereka keluar melewati Angel yang berdiri sambil memegang gaun di tangannya. Matthew bahkan sempat melirik Angel dan menatap wanita itu datar seolah tidak saling mengenal. Mata keduanya sempat bersua, namun Matthew dengan sikap acuhnya terus berjalan melewati Angel. sikap Matthew inilah yang membuat Angel langsung merasa kehilangan sesuatu dalam dirinya.
"kenapa rasanya sesakit ini" lirih Angel setelah Matthew dan Morena sudah keluar butik. keacuhan Matthew padanya adalah sikap yang membuatnya mendadak kehilangan kekuatan. gadis itu bahkan menekan dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.
"beb, are you oke?" bestie segera menghampiri Angel setelah melihat sahabatnya itu mendadak sendu. dia barusan keluar dari ruang ganti setelah mencoba gaun malamnya.
"aku baik-baik saja beb" Angel menjawab dengan ceria seolah tidak terjadi apapun padanya.
"beneran? atau kamu sakit?" Bestie yang masih khawatir tidak yakin dengan jawaban Sahabatnya. dia melihat Angel seperti memendam sesuatu.
"ada apa?" Tanya Noval yang kini berada di samping Bestie.
"tidak apa-apa. aku baik-baik saja. tenang beb" Jawab Angel dengan yakin.
"Kalau sakit jangan memaksa diri beb"
"aku sehat kok, bes. masa menyambut hari bahagia kalian aku sakit. tentu saja aku juga harus sama bahagianya seperti kalian" Angel tersenyum tulus sambil mengucapkan isi hatinya. dia memang merasa bahagia atas kebahagiaan kedua sahabatnya itu.
"so sweet" Respon Bestie.
Setelahnya, Angel pun mencoba gaun bridesmaidnya. Kecantikan Angel juga sempat memukau orang-orang di sana. bahkan sepupu dan kedua sahabatnya mengatakan bahwa dia memiliki aura pengantin saat mengenakan gaun tersebut.
"beb, kau sangat cantik. segera susul kita ya" Jujur Bestie melihat keanggunan angel hanya dalam balutan gaun bridesmaid.
"Iya mba, segera susul. auranya sudah seperti pengantin sungguhan saja" ujar sepupu Bestie yang ikut menimpali.
"doakan saja ya" Respon Angel yang bermaksud bercanda namun justru diangguki kompak oleh mereka yang berada di situ seolah Angel meminta doa sungguhan dari mereka.
setelah mencoba gaun, mereka kemudian menuju gereja dan selanjutnya ke Hotel resepsi untuk melakukan gladi bersih sebelum acara berlangsung esok hari.
Di sisi lain, Matthew yang telah menemani Morena, memilih kembali ke perusahan untuk menyelesaikan pemeriksaan dokumen yang belum selesai. sebenarnya mom helena dan juga dokter masih menganjurkan Matthew untuk beristirahat beberapa hari lagi dan menghindari kesibukan serta aktivitas fisik untuk mempercepat pemulihan. Namun bukan Matthew namanya kalau tidak keras kepala. Dia mengatakan sudah cukup sehat dan bosan rebahan terus di kasur.
"turun" Perintah Matthew setelah sampai di parkiran apartemen Morena tempat wanita itu tinggal selama berada di Indonesia.
"kamu juga kan honey?" tanya morena berharap Matthew ikut turun
"saya sibuk. saya mau ke perusahaan "
"Kalau begitu aku ikut juga ke sana"
__ADS_1
"turun atau saya seret kamu keluar " Matthew menatap tajam morena yang seketika membuat gadis itu takut. mau tidak mau dengan perasaan kesal dia keluar dari mobil Matthew.
saat berada di luar, morena sempat mengetuk kaca mobil Matthew untuk mengatakan sesuatu namun diabaikan pria itu.
Matthew meninggalkan morena yang masih berdiri di sana dengan perasan teramat kesal. dia sebenarnya sangat kesal bagaimana caranya agar Matthew bisa luluh padanya. sudah delapan tahun bersama Matthew tidak pernah menunjukkan sikap baik padanya.
"Lihat saja nanti, kalau kamu tidak bisa aku miliki, Angel atau gadis siapapun itu tidak akan bisa memiliki kamu juga" ujarnya geram dan mengepal kedua tangan dengan emosi.
dia segera mengambil ponsel dalam tasnya untuk menghubungi lucas daddynya.
"hallo daddy, pokoknya aku tidak mau tahu, pertunangan itu harus tetap bisa terjadi, kalau bisa langsung menikah saja" ujar morena to the point begitu telepon dijawab lucas, dia berbicara tanpa ingin mendapat penolakan dan alasan apapun dari daddy lucas.
"sweety, kamu tidak bisa memaksa kehendak. kamu sendiri yang membuat semuanya berantakan" Respon daddy lucas yang sedikit geram dengan sikap putrinya.
"aku tidak mau tahu dad, kalau daddy masih ingin melihat aku hidup bahagia. aku hanya ingin Matthew"
"huffttt, baiklah. aku akan mencoba menghubungi marcel nanti " lucas akhirnya pasrah akan permintaan putrinya. inilah akibatnya dia selalu memanjakan morena sejak dulu. gadis itu tumbuh menjadi sangat keras kepala dan pemaksa.
setelah obrolan berakhir, morena tersenyum lega dan langsung naik menuju unit tempat tinggalnya. Perasaan obsesi yang dimiliki morena memang sangat berbahaya bagi perasaannya dan juga orang di sekitar karena dia selalu memaksa tanpa mencoba untuk ikhlas.
Sementara itu, Matthew yang kini tiba di perusahaan, langsung naik menuju ruangannya. Saat keluar dari lift dia berpapasan dengan leo dan di sampingnya berdiri Margaret yang langsung memasang sikap centil begitu melihatnya.
"siang Matt" sapa Leo dan diangguki Matthew
"Siang Tuan Matthew" sapa Margaret dengan senyum genit. Matthew melewati gadis itu tanpa berniat membalas sapaannya.
"tuan tunggu" dengan lancang Margaret menahan tangan Matthew dan langsung mendapat tatapan tajam dari Matthew. dia dengan segera menghempaskan tangan wanita itu.
"leo" panggil Matthew dan menyodorkan telapak tangan meminta sesuatu. Margaret kebingungan namun leo mengerti maksud Matthew.
dia dengan segera menyerahkan sapu tangan kepada Matthew. dengan segera Matthew menggunakan sapu tangan tadi membersihkan pergelangan tangannya bekas pegangan Margaret seolah di sana banyak kotoran yang menempel.
setelahnya Matthew melempar sapu tangan tersebut tepat pada tong sampah di samping tempat dia berdiri.
"terlalu banyak kuman" ujarnya dan berlalu dari sana.
Margaret menganga tidak percaya melihatnya. dia disamakan dengan kuman dan kotoran oleh Matthew.
"sial. membuaku malu saja" batinnya kesal.
"puffffff"
Sementara Leo ingin sekali terbahak-bahak melihat muka malu Margaret.
__ADS_1
"makanya jangan kegenitan. kerja yang benar" ledek Leo sebelum akhirnya menyusul Matthew ke ruangan pria itu.