Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Sayang, Tolong Bertahan


__ADS_3

Saat ini, Matthew dan kawan-kawan sedang berada di ruangan laboratorium komputer yang berisi layar rekaman CCTV ke penjuru sekolah. Tadi entah bagaimana pikirannya mengarah pada ruangan tersebut untuk mengecek sesuatu. Di dalam sana ada seorang petugas yang sedang menjaga dan memantau aktivitas di lingkungan sekolah melalui layar komputer. Namun orang itu nampak seperti menahan kantuk.


Mereka masuk dengan tergesa hingga membuat sang petugas kaget dan terbangun dengan perasaan yang kesal. Namun mereka tidak menghiraukannya. Setelah memberi tahu tujuan mereka, petugas tersebut membantu untuk mengecek. Dada Matthew bergemuruh hebat menyaksikan aktivitas kekasihnya sesaat sebelum menghilang. Nampak di layar, Angel tengah berbincang bersama Bestie dan Noval di depan kelas, setelahnya Angel berjalan menuju perpustakaan, tidak lama setelahnya Angel keluar lagi dan berjalan menuju kantin. namun dia nampak berhenti sebentar, sebelum akhirnya memutar haluan ke kanan yang arahnya menuju toilet wanita di dekat kantin yang terpisah dari gedung sekolah. Beberapa saat nampak juga beberapa murid lain berjalan ke arah toilet tersebut, juga ada siswa laki-laki, namun fokus mereka hanya kepada Angel. Setelahnya , Aktivitas ke sudut itu tidak terpantau lagi, bahkan CCTV tidak berfungsi kembali. Mereka mulai merasa ada yang janggal. maka mereka mencoba untuk mengecek CCTV lain. Namun setelah di cek, CCTV nya justru mati.


"Eh, kok mati ya dek. Perasaan tadi pagi masih baik-baik saja" heran petugas tadi. karena dia juga tidak melihat secara teliti di komputer bahwa ada cctv yang tidak berfungsi dan waktunya tepat banget saat Angel menghilang. Hal itu menimbulkan kecurigaan besar bagi 3M sekawan, Bestie dan Noval terkhusus Matthew yang sedari tadi sangat tidak tenang.


Tanpa mengatakan apapun, Matthew diikuti yang lain berjalan keluar menuju toilet dekat kantin. Di sana nampak sepi. Mereka menyadari ada sebuah lorong di sana yang terhubung langsung ke ruangan paling belakang.


"Ini menuju kemana" tanya melvin


"sepertinya ke gedung belakang" Jawab Noval


"Nggak mungkin kan Angel ke belakang, mau ngapain juga" Ujar Bestie yang sedari tadi menangis. Noval selalu menenangkannya bahkan tanpa sadar pria itu melabuhkan beberapa kecupan hangat di kepala Bestie.


Matthew dan Martin saling bertatapan, keduanya berbicara melalui sorot mata. Entah kenapa Matthew dan Martin berpikir ada sesuatu di belakang sana. Akhirnya Matthew mendahului mereka melangkah dengan terburu-buru melalui lorong tersebut yang nampak gelap dan minim pencahayaan. Perasaan Matthew semakin tidak tenang karena menyadari satu hal, Angel sangat takut gelap. Sesampainya di belakang mereka hanya melihat halaman kecil yang tidak begitu luas. Pandangan Matthew mengarah pada satu gedung yang terpisah dari ruangan yang lain. gedung itu tidak besar dan nampak sedikit usang, juga dikunci dari luar. Langkah Matthew menuju ke gedung tersebut dengan jantung yang berdegub kencang.


"Angel!... Sayaangggg! Panggil Matthew dengan sedikit berteriak. Dia bahkan menggedor kuat pintu ruangan tersebut.


Yang lain nampak kebingungan, bagaimana mungkin Angel berada dalam ruangan yang terkunci tersebut. Martin melihat kondisi sekitar barangkali ada sesuatu yang bisa membantu untuk membuka gembok ruangan tersebut. Dia melihat ada sisa material bangunan seperti tali dan Batu. Dia pun mengambil sebuah batu yang besar.


"Geser Matt, biar aku coba buka dengan ini" ujarnya Martin


"Biar aku saja, sini" tolak Matthew, dia mau dia sendiri yang membuka ruangan tersebut. Perasaannya sangat kuat kalau Angel berada di situ.


Yang lain nampak harap-harap cemas sambil melihat Matthew mencoba menghancurkan sebuah gembok besar.


Tangan Matthew bahkan sudah mulai memerah dan berdarah. Dia menolak untuk dibantu, Namun Noval, Martin dan Melvin mencari batu yang lain dan bergilir menghancurkan gembok tersebut. tidak sia-sia, 15 menit setelahnya gembok besar itu sudah terbuka dan rusak. Dengan tidak sabaran, Matthew mendorong pintu besar di depannya dan melangkah masuk. Di sana nampak sangat gelap, tidak berbahaya dan berbau khas bangun lama, Mereka nampak kesulitan bernapas karena memang ruangannya pengap.


"Hiks..hiks..hikss..tolong " sayup-sayup mereka mendengar suara yang begitu lirih. Matthew sadar itu suara Angel. Dia sangat yakin.


"Sayang, Angel, kamu dengar aku" panggil Matthew.


"Tolong senter ponsel. Cepat" Lanjutnya lagi. Bestie, Noval dan Martin segera menyalahkan senter di ponsel mereka. Mengarahkan cahayanya ke setiap sudut ruangan yang nampak berisi karung karung bekas berukuran besar.


Mata Matthew melotot tajam saat melihat penampakan seseorang yang tengah tergolek di lantai.


"Sayaangggg!" Matthew segera menghampiri setelah menyadari bahwa orang itu ada Angel.


"Sayang, buka mata kamu"


"Angel.. Sweetheart..Sayanggg" lirih Matthew dengan perasaan khawatir bercampur sedih melihat kondisi Angel yang sangat memprihatinkan. Pucat, keringat membasahi tubuhnya, lemas dan tidak bertenaga.

__ADS_1


"Angel.. beb" bestie dan yang lain juga mencoba memangil Angel.


"Matt, rumah sakit, Ayo" Melvin berpikir kondisi Angel sebaiknya segera ke rumah sakit. Tanpa menjawab, Matthew membawa Angel keluar dan mengendongnya ala Bridal Style.


"Sayang tolong bertahan. tolong untuk tetap baik-baik saja" Lirih Matthew sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. kecupan bertubi-tubi dan pelukan hangat selalu layangkan ke puncak kepala Angel. Mereka menggunakan dua mobil yaitu mobil Martin dan Matthew. Mobil Matthew dikemudi melvin, yang berisi mereka bertiga, sementara sisanya di mobil Martin. mereka menyusul dari belakang karena masih mengambil tas mereka yang tadinya masih tertinggal di kelas. Untuk mobil noval dan Melvin dibiarkan di sekolah dulu.


"Ini, kenapa lama sekali, ngebut Vin!" bentak Matthew karena merasa mobil berjalan seperti siput. apalagi merasakan tubuh Angel yang malah perlahan dingin dan semakin pucat.


"Sabar dan tenang, Matt. Sepertinya jalan sedikit ramai" ujar Melvin


"Sabar dan tenang bagaimana sialan, Angel ku semakin pucat" melihat Matthew yang emosional, Melvin memilih diam dan fokus menyalip kendaraan yang berada di depannya. Tidak sampai 10 menit mereka tiba di rumah sakit.


"dokter tolong!" Teriak Matthew memangil petugas kesehatan sambil menggendong kekasihnya. Semua orang yang berada di situ kaget dengan suara Matthew yang besar bagai toa. Beberapa petugas menghampiriya dengan mendorong sebuah brankar.


Matthew meletakkan Angel dan mengikuti petugas yang membawa Angel ke UGD.


"dek, tolong menunggu di luar. Kami akan memeriksa teman anda"


kata seorang petugas. Tadinya Matthew ingin masuk dan menemani Angel tapi dihalangi petugas kesehatan. Nampak Martin, Bestie dan Noval berlari ke arah mereka


"mana Angel " tanya bestie


"sedang diperiksa " Jawab Melvin.


"Sebaiknya kita hubungi tante vita" Ujar Bestie yang tengah dipeluk Noval saat ini karena dia terus menagis dari tadi.


"biar aku saja, hemm?" tawar Noval dan menatap sayang pada wanita yang tengah berada dalam pelukan hangatnya. Bastie mengangguk dan semakin memeluk noval erat. Noval menghubungi mama vita dan bisa dipastikan bagaimana reaksi wanita parubaya itu setelah mendengar kabar tentang putrinya. Dia juga menghubungi orang tuanya dan orang tua bestie untuk memberi tahu mereka pulang terlambat.


interaksi keduanya menjadi perhatian Martin dan Melvin. Kenapa Tom dan Jerry mendadak akur dan kelihatan manis begitu. bukankah mereka selalu berdebat. Sudahlah fokus mereka sekarang lebih ke Angel yang masih diperiksa petugas.


Tidak berselang lama, Dokter keluar diikuti oleh seorang perawat. Matthew segera menghampiri dokter dan memberondong dengan berbagai pertanyaan.


"Dokter gimana keadaan Kekasih saya? apakah dia baik-baik saja? tidak ada yang serius kan? apakah dia sudah bangun? cecar Matthew membuat dokter di depannya bingung mau jawab yang mana dulu


"Maaf dek, tolong satu-satu tanyanya.Keadaan pasien cukup serius. dia mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan. Dia juga mengalami mengalami memar di bagian perut dan lengannya. kami sudah memberinya infus. sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke karung perawatan"


mendengar penjelasan dokter, Matthew merasa ikut lemas. Sungguh kasihan kekasihnya itu, entah siapa yang sudah berbuat jahat padanya. Matthew geram dan tidak akan mengampuni orang itu.


"kapan saya bisa melihat pacar saya dokter?"


"nanti ya dek setelah dipindahkan ke ruang perawatan. Kalau gitu saya permisi dulu"

__ADS_1


Di sinilah mereka sekarang, di ruang perawatan Angel dan masih menunggu gadis itu siuman. Beberapa menit yang lalu Mama vita sudah sampai dan menangis sesegukan melihat keadaan putrinya. Dia menggenggam tangan sang putri dan mengelus rambutnya dengan perasaan khawatir dan juga sedih. Bestie juga berada di sisinya untuk memberi kekuatan pada wanita parubaya itu walau dia juga sangat khawatir. Matthew duduk di sofa dengan pandangan tidak lepas dari Angel yang masih setia menutup mata. Melvin dan Martin telah kembali ke sekolah untuk membuat laporan atas kejadian yang menimpa Angel. mereka meminta pihak sekolah untuk mengusut kasus tersebut sampai tuntas. Mereka juga akan turun tangan.


"eemmmm, ma..ma" gumam Angel lirih seraya mencoba membuka matanya perlahan. Rupanya gadis itu sedang mencari sang mama dalam tidurnya.


mendengar suara lirih Angel, sontak mereka yang ada di dalam situ langsung menghampiri Angel.


"Nak"


"Angel"


"Sayang "


panggil mereka kompak. mereka mengelilingi brankar pasien tersebut dengan berbagai perasaan yang campur aduk, sedih melihat betapa rapuh dan lemahnya Angel, bahagia melihat gadis itu sudah siuman namun khawatir karena dia terbangun sambil menangis.


"Mama"


"Iya nak, mama di sini"


"Takut, Angel takut"


"semua baik-baik saja. kamu aman di sini nak"


Mama vita langsung memeluk putrinya dengan erat. mereka saling menangis. Angel begitu ketakutan dan berpikir dia tidak akan selamat. Namun lagi-lagi Tuhan datang di saat yang tepat melalui orang-orang baik yang menolongnya tadi.


Mata Matthew berkaca-kaca sejak tadi. dia merasa sangat sedih melihat kondisi kekasih hatinya. Dia perlahan mengelus kepala Angel yang masih dalam dekapan mama vita.


"Sayang, tenang ya. kita semua di sini bersama kamu. Kamu aman sekarang" Ujar Matthew pelan dan penuh rasa sayang.


mendengar suara kekasihnya, Angel segera mendongak dan mulai menagis kembali.


"Stttt.. tenang sayang. kamu aman sekarang. semua baik-baik saja" Ucap Matthew lirih dan mengelus sayang kepala Angel. Dia memberikan kekuatan pada gadis itu melalui senyumannya. walaupun dia harus menekan rasa sakit, khawatir dan cemas melihat kondisi Angel.


"Sekarang kamu makan ya, minum juga yang banyak biar cepat pulih. Mau mama suapi, hemm?" ujar mama vita saat melihat putrinya perlahan tenang. Angel hanya mengangguk. Bestie juga memeluk sahabatnya itu dan terisak. dia begitu khawatir dan prihatin melihat kondisi Angel yang masih pucat. sementara noval melakukan hal yang sama. bedanya laki-laki itu pandai menyembunyikan perasaan sedihnya.


Di tengah suasana haru dibumbuhi kecemasan itu, Ponsel Matthew berdering. Akhirnya dengan perlahan dia melepaskan tangan Angel yang selalu menggenggamnya sejak tadi. hingga kini tertidur kembali setelah makan dan minum.


sesampainya di luar ruangan rawat Angel, dengan tidak sabar dia menerima telepon dari Melvin.


" Bagaimana " tanya Matthew to the point


"....."

__ADS_1


"Brengsek. Jangan lepaskan mereka berdua sebelum aku sampai" geram Matthew sebelumnya akhirnya menutup telepon. Dia nampak sangat marah setelah mendengar laporan dari Melvin bahwa dua orang pelaku sudah mereka amankan. Setelah mengecek CCTV berulang kali ke arah toilet perempuan di dekat kantin, mereka nampak aneh dengan pergerakan dua orang siswa laki-laki mengikuti seorang siswi seperti berjalan mengendap-endap. Wajah mereka nampak jelas. Akhirnya, tanpa menunggu lama, Martin segera mencari identitas dan alamat kedua siswa tersebut. Secara paksa keduanya dibawa kembali ke sekolah untuk memberi keterangan. Sebenarnya bisa saja mereka menyelesaikan perkara itu dengan cara mereka, namun mengingat kejadian itu di lingkungan sekolah, mereka ingin memberi efek jera kepada pelaku melalui hukuman yang berlaku di sekolah mereka.


Matthew akan menyusul ke sana untuk memberikan pelajaran pada dua orang tersebut. Dia juga merasa ada orang lain lagi sebagai pelaku. dia akan mengusut sampai tuntas.


__ADS_2