
setelah melewati drama plakor dan cemburu Angel siang tadi. waktunya mereka kembali ke rumah, namun Sebelum itu, mereka sempat mampir ke kediaman Orang tua Matthew untuk mengambil beberapa makanan yang dimasak khusus mom Helena Sebagai menu sehat untuk ibu hamil. mereka pun menikmati hidangan itu sebagai menu makan malam.
waktu masih menujukan pukul delapan lebih sedikit saat mereka tengah berbincang santai di sofa kamar sebelum tidur.
"Ini buat Hubby"
Angel menyerahkan satu kotak persis kado kepada Matthew. jelas dia tahu isinya. dua dasi yang ia beli siang tadi di mall.
"apa ini sayang?" bingung Matthew.
"buka saja hubby. mungkin itu tidak terlihat mewah, by. tapi aku membelinya spesial untuk kamu"
senyum lebar Matthew terbit setelah melihat isi kotak tersebut. dia memeluk Angel erat dan memberikan banyak kecupan sayang di dahi wanita itu.
"Ini bagus dan keren. aku sangat menyukainya. terima kasih sayang"
"sama sama hubby" lirih Angel yang entah bagaimana justru terkesan seksi dan seperti mendesah di telinga Matthew. Sesuatu dalam celananya pun kini tegak berdiri.
Angel menguap dan matanya mulai sayu. berbeda dengan Matthew, napasnya tersendat-sendat akibat gairah yang memuncak.
"Hubby, yuk bobo. aku ngantuk" Angel mengucek matanya yang berair. padahal masih jam sembilan malam.
"Iya sayang, yuk biar aku boboin kamu" Suara Matthew terdengar serak. harusnya Angel paham mendengarnya. apalagi mata pria itu kini memerah menahan hasratnya. saking kantuknya dia tidak menyadari apapun.
Matthew berdiri dan mengangkat Angel menuju kasur.
"hubby, aku bisa jalan sendiri"
"lama sayang, aku sudah tidak tahan" suaranya makin lirih bahkan napas pun tidak beraturan.
Angel seolah tersengat merasakan deru napas sang suami di lehernya. Kini dia menyadari arti ucapan barusan. Tatapan mereka bertemu. hingga saat Matthew perlahan merebahkan dirinya, tatapan sayu Matthew tidak dapat Angel tolak. bibir mereka pun kembali menyatu. saling membelit, mengisap, menggigit, dan menyesap dengan sangat mesra. awalnya lembut lama-lama makin panas. tangan Matthew dengan cepat melepas semua yang melekat ditubuh Angel. melihat dua gunung kembar istrinya yang semenjak hamil semakin besar, dia tidak tahan. dia melahap keduanya bergantian hingga puas. tangannya bergerak cepat di bawa sana. Angel tidak berhenti menggerang dan mende*sah hebat.
"ahh hubby. ayo sekarang. Aku tidak sanggup lagi" Angel ikut terbawa suasana. hormon kehamilan serta gairah menjadi satu hingga dia ikut bergerak agresif.
"ughh...kau akan melayang sayang. aku akan melakukannya sekarang"
mereka pun kembali menyatu untuk kesekian kalinya. Matthew bergerak dengan pelan namun sangat menekan kuat tongkat sakti miliknya. sangat dalam hingga menyentuh rahim sang istri. namun dia masih mengingat kedua bayi mereka. Angel terus kelonjotan menahan nikmat.
"aaah, apa kau merasakannya sayang. lihat, dia terus bergerak di bawah sana. apa kau menyukainya " tanya Matthew disela pacuannya.
"Iya hubby. aku akan sampai, tolong lebih cepatttt, ughhh.."
Matthew menaikkan tempo gerakannya. Angel tidak sanggup lagi, hingga dia pun mencapai titik akhirnya. Dan di susul Matthew.
__ADS_1
"aku akan sampai sayang, ahh.."
erangan panjang lolos dari bibir Matthew. napas mereka terengah-engah. Matthew menahan dirinya agar tidak menindih sang istri. setelah menunggu lima menit nyatanya tongkat sakti premiumnya tidak tidur malah kembali bangun, akhirnya tonde kedua kembali mereka lakukan. saling bertukar saliva, inti tubuh dan keringat yang menyatu, terus memaju hingga mencapai puncak bersama. mereka menutup penyatuan itu dengan tautan dan belitan bibir yang teramat mesra.
"terima kasih sayang. cup"
Angel hanya sanggup mengangguk. dia lelah dan ingin segera terbuai mimpi. tidak menunggu lima menit, dengkuran halus lolos dari bibir mungilnya. Matthew tersenyum melihatnya. Bibir mungil Angel sedikit terbuka saat tertidur karena lelah. lucu sekali, benaknya. tidak menunggu lama dia juga menyusul setelah memberikan kecupan malam pada sang istri.
Kini pagi kembali datang. pagi ini Angel tidak mengalami mual, karena dia bangun dalam pelukan suaminya. Rutinitas pagi ini seperti biasa, Angel membantu Matthew bersiap. walau selalu ada saja tingkah Matthew menggoda Angel yang tentunya banyak menguntungkan pria itu. Minta dicium, minta dipeluk dan juga minta tambahan bergelut satu ronde sebelum berangkat. tentu permintaan terakhir tidak disetujui Angel. mana ada satu ronde bercinta dalam kamus Matthew. dia pasti akan terus melanjutkan hingga lupa waktu.
"sudah selesai. yuk sarapan"
ujar Angel saat selesai memasang dasi Matthew serta merapikan kemeja dan jas pria itu. penampilan Matthew seperti biasa, sangat tampan hingga angel pun selalu jatuh dalam pesona sang suami.
mereka turun menuju lantai satu dengan menggunakan lift, Matthew tidak mengizinkan Angel naik turun dengan tangga, karena menurutnya terlalu beresiko saat kehamilan.
"habiskan, sayang. ini roti bakar pesanan kamu tadi " Matthew menyodorkan satu piring berisi empat lembar roti tawar selai coklat dan bluberi. tadi, dia menyiapkan ini selagi angel mandi. seperti biasa, semenjak hamil Angel selalu ingin sarapan hasil masakan suaminya.
"susunya jangan lupa" lanjutnya lagi.
"Iya suami ku, terima kasih. tunggu sebentar hubby. aku akan menyeduhkan kopi untuk untukmu " Angel antusias melihat sarapannya. dia juga tidak lupa akan tugasnya melayani sang suami. Walau hanya sekedar menyeduhkan secangkir kopi dan menyiapkan roti selai seperti dirinya.
Matthew adalah tipe pria yang tidak begitu suka sarapan dengan makanan berat. Secangkir kopi dan roti atau sereal saja sudah cukup.
"terima kasih sayang.
mereka berdua sarapan diiringi obrolan ringan. di tengah obrolan itu, rasa penasaran Angel akan sosok Jovanka kembali mencuat. hingga dia tidak tahan untuk tidak bertanya.
"hubby, aku boleh tanya?"
meski dirinya meminta Izin, tetap saja, tatapannya begitu tegas dan penuh rasa ingin tahu.
"kenapa harus meminta izin, kau bisa menanyakan apapun sayang" ujar Matthew membalas tatapan sang istri
"apakah kau dan wanita itu pernah bersama?"
pertanyaan Angel membuat Matthew mengernyit bingung. bersama siapa maksudnya.
"bersama siapa sayang?"
Angel berdecak dan memangku tangannya. dia menatap sebal sang suami.
"ckk..si calon pelakor yang kemarin mendatangi kamu"
__ADS_1
"calon pelakor? siapa sayang?"
Matthew kembali bingung. jujur saja dia sudah melupakan kejadian kemarin. karena dalam benaknya fokus hanya pada sang istri, calon anak mereka, pekerjaan, keluarga dan sahabat. tentunya jawaban Matthew semakin membuat Angel kesal. suaminya itu pura-pura tidak ingat atau bagaimana.
"ckk.. ckkk kemarin saja menatap tubuh seksinya sampai melotot sekarang kau pura-pura lupa ya hubby. biar aku perjelas. orang yang aku maksud adalah Nona Jovanka..Jo..Van.. ka"
jelas Angel dengan suara yang teramat kesal. namun disambut tawa lebar Matthew. Lucu sekali melihat istrinya yang pagi-pagi mengulangi mode cemburu seperti kemarin.
"hehehehhe.." Matthew terus tertawa hingga matanya berair.
"hubbyyyyy.. kok malah ketawa. kamus memang suka banget ya aku tanya tentang dia"
entah kenapa Angel begitu dongkol, rasa penasarannya dijawab tawa lebar suaminya.
"cieee, istriku cemburu" kelakar Matthew melihat Angel. sungguh menggemaskan pikirnya.
"terserahhhh hubby saja. lupakan aku sudah bertanya" Angel membuang tatapannya ke arah lain dan mendadak tidak berselera makan.
melihat istrinya merajuk. Matthew menghentikan tawa, ia menggeser kursi merapat ke dekat Angel.
dia juga meraih tangan wanita itu untuk dia genggam. menarik wajah Angel untuk membalas tatapannya. ada senyum ketulusan dari pandangan Matthew.
"Sayang, dengar. di masa lalu hanya dua wanita yang pernah bersamaku. satunya masa lalu ku, yaitu Laura dan kamu yang kini menjadi wanita yang teramat kusayang dan kucintai. selain itu tidak ada. Jovanka dulunya teman kita semenjak Taman kanak-kanak hingga selesai SMP. setelahnya dia pindah sekolah mengikuti orang tuanya. memang dulu dia beberapa kali menujukan rasa suka padaku, ayahnya juga mengatur perjodohan untuk kami, tapi aku menolak. dad dan mom juga tidak setuju. dulu ayahnya, si Tuan Robby rekan bisnis dad. tapi kerja sama kedua perusahaan dihentikan karena Tuan Robby ketahuan berbuat curang"
jelas Matthew panjang lebar hingga akhirnya Angel mengangguk paham.
"berarti dia sampai sekarang suka kamu, hubby. buktinya dia mendatangi kamu kemarin dengan alasan ngajak lunch bareng. huhhh padahal dia mau jadi pelakor" tutur Angel masih dengan wajah cemberut.
"mau bagaimana pun, kamu adalah pemenangnya sayang. Seluruh jiwa dan raga ku milikmu selamanya" ujar Matthew teramat tulus menenangkan perasaan ibu hamil di depannya yang kini sangat sensitif dan main perasaan. Matthew harus ekstra sabar dalam menghadapinya.
ucapan romantis sang suami tidak direspon mesra. Angel justru mengancam pria itu apabila memiliki hubungan dengan Jovanka.
"Hubby, pokoknya kamu tidak boleh berhubungan dengan dia baik berteman ataupun urusan lainnya. apalagi meliriknya. kalau sampai melakukan itu, Milik kamu yang itu, tidak akan selamat. aku akan potong-potong "
Angel menatap horor bagian bawah Matthew. matanya bagai laser yang siap memotong tongkat sakti suaminya menjadi seperti sosis potong.
Matthew bergidik ngeri dan refleks menutup bagian selangkqngqnnya. Entah kenapa ancaman sang istri dianggap serius dan membuatnya ketakutan.
Leo yang baru saja masuk, untuk menjemput Matthew. tertawa lucu mendengar obrolan suami istri itu. entah kenapa anda rasa ingin segera meminang seseorang.
"kenapa aku tiba-tiba ingin menikah ya. oh Enzy, kau harus segera menerima lamaran ku"
gumam Leo penuh semangat seorang diri yang kini gantian ditatap aneh oleh Angel dan Matthew.
__ADS_1
"ada apa dengannya"