Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Wanita Gila


__ADS_3

akhirnya setelah menunggu sekian lama, malam ini dahaga Matthew terpuaskan. Lem bah sem pit milik Angel begitu menggigit saat tongkat sakti premium miliknya melakukan penya tuan. dia tidak ingin berhenti . ingin terus memacu tu buh mereka yang bahkan sudah bermandi keringat.


"ug hhh sayang, mili kmu membuatku ingin melakukan ini terus"


"hubbyyyyy, tolong pelan. Ada bayi-bayi kita"


"Iya sayang. mereka pasti senang aku kunjungi. ah hh"


keduanya terengah-engah. namun rasa rindu dan hasrat yang menjadi satu membuat mereka tidak mau berhenti.


akhirnya leng uhan panjang mengakhiri penya tuan itu. Puas. itulah yang dirasakan Matthew. walau tidak beronde-ronde seperti sebelumnya. namun penya tuan kali ini sungguh luar biasa rasanya.


"terima kasih sayang. rasanya tidak berubah. selalu nik mat. aku menyukainya. cup"


ujar Matthew setelah napasnya kembali normal


"aku bahagia kalau mampu membuat kamu puas hubby. aku pun merasa kan hal yang sama" meski masih ada sedikit rasa malu, tapi sebisa mungkin Angel membuat dirinya menjadi wanita utuh yang mampu melayani suaminya.


keduanya terlelap setelah lega dan puas melakukan kegiatan panas itu. menyisakan orang-orang di resepsi enzy dan Leo yang sibuk dengan pesta.


namun di sana justru mempelai prianya terlihat sudah tidak sabar mencoba kamar pengantin. dia terus saja berisik pada sang istri mengajaknya kabur dari pesta sama seperti yang dilakukan Matthew beberapa saat lalu.


"Sayang, yuk kita kabur saja. Pestanya masih lama. lihat aku sudah tidak sabar. dia juga sudah tidak tahan masuk rumah sempit kamu" tanpa difilfer, Leo berucap me sum bahkan menunjukkan bagian ba wah yang nampak menon jol pada enzy. gadis yang sudah resmi menjadi istrinya beberapa jam lalu hanya bisa tersenyum malu.


"apaaan sih. dasar mesum" responnya dengan wajah tersipu. untung saja tidak ada yang mendengar ucapan suaminya itu. kalau ada yang dengar sudah pasti dia sangat malu.


tapi karena merasa tidak sabar dan para tamu belum ada yang beranjak dari sana. Leo terang-terangan membawa enzy dari sana menuju kamar pengantin mereka. para tamu hanya bisa tertawa dan menggeleng kepala melihat betapa tidak sabarnya pengantin pria untuk merasakan surga dunia bersama sang istri.


pagi kembali datang. Matthew akan ke perusahan karena akan ada kelanjutan meeting bersama perusahan tuan Garry tentang proyek pembangunan beberapa pabrik jagung. Pekerjaan Matthew mungkin akan sedikit banyak karena Leo untuk seminggu ke depan akan cuti bulan madu bersama Enzy. beruntung ada Dean. jadi dia bisa membawa pria itu bersamanya bertemu tuan Garry.


"Sayang, hari ini aku akan pulang malam. ada banyak pekerjaan di perusahaan"


jujur Matthew. khawatir istrinya banyak berpikir mengingat pikiran wanita hamil memang kadang sedikit berbeda bila jauh dari suami mereka.


"Iya hubby. semoga semua pekerjaan kamu hari ini berjalan lancar. aku dan anak-anak kita akan menunggu di rumah"


Matthew tersenyum mendengarnya. apalagi wajah sang istri yang berbinar manis pagi ini.


"Kalau gitu aku berangkat ya sayang. ingat makanan dihabiskan. jangan beraktivitas terlalu banyak. kalau ada apa-apa segera hubungi aku. I Love you"


cup


cup


cup


Matthew mengecup kening, bibir dan perut buncit sang istri. tak lupa dia juga berpamitan pada kedua buah hati mereka.


"hei anak-anak papa. hari ini jangan rewel ya. jadi anak baik di dalam sana. papa berangkat kerja dulu. sampai ketemu entar malam"


"Iya paps sampai ketemu entar malam. kita juga sayang dan cinta papa. semangat bekerja papa!""


cup


cup


respon Angel dengan suara khas anak kecil menggemaskan. wanita itu melabuhkan dua kecupan basah di bibir seksi Matthew.


setelah berpamitan, akhirnya Matthew berangkat menuju perusahaan. di sana dia disambut Dean dan membaca jadwalnya seharian.


"tuan jam 9 pagi kita akan melakukan Meeting dengan orang-orang lapangan yang bertanggung jawab langsung pada pembangunan pabrik olahan Jagung "


"jam 11 siang pertemuan dengan tim pemasaran dan Humas"

__ADS_1


"lalu nanti jam 1 siang akan bertemu tuan Garry di perusahaannya. selain itu semua jadwal anda hanya di perusahaan saja"


"oh iya Tuan, istri tuan robby maksud saya ibu dari nona jovanka mengundang anda untuk makan bersamanya jam 7 malam ini"


jelas dean membaca semua jadwal Matthew.


Matthew mengernyit mendengar ucapan Leo tentang undangan makan namun setelahnya dia memasang senyum menyeringai.


"tolak undangan itu"


Matthew tahu maksud undangan tersebut. apalagi kalau bukan merayunya untuk mencabut tuntutan dan membebaskan jovanka serta membantu perusahaan Tuan Robby yang tengah diambang kebangkrutan. sungguh sangat mudah ditebak, rencana wanita itu seperti lagu lama.


"baik tuan. saya permisi "


jam begitu cepat berlalu. setelah menyelesaikan dua pertemuan penting di perusahaan. kini Matthew dan Dean sedang berada di perusahaan tuan Garry. Baru saja keluar dari lift, mereka sudah di sambut oleh asisten pribadi Tuan garry yang tidak lain adalah Margaret. wanita yang semalam dibuat kesal oleh istrinya di tempat resepsi pernikahan Leo dan Enzy.


"selamat datang tuan Matthew " sapa Margaret selembut mungkin dengan senyum menggoda.


Matthew hanya menatap wanita itu datar. sementara Dean melihatnya dengan ekspresi yang tidak dapat dijelaskan.


apalagi Margaret hanya menyapa tuanya. padahal dia tepat berada di belakang Matthew.


dia memang tidak mengenal Margaret tapi penampilan wanita itu membuatnya sedikit berpikir.


'apakah dia merasa sedang bekerja di club malam. kenapa pakaiannya sangat terbuka'


batin Dean melihat penampilan Margaret. dia bahkan berdehem supaya wanita di depannya menyadari keberadaannya. atau mungkin wanita itu sengaja mengabaikannya.


"mari tuan, tuan garry sudah menunggu anda di ruang meeting "


Margaret menyamakan posisi jalannya dengan Matthew. dia bahkan dengan sengaja menggeser dean yang seharusnya berada di dekat tuannya. tentu saja dean kesal.


begitu sampai di ruangan Tuan Garry, senyum Matthew sedikit nampak saat menyalami rekan bisnisnya itu. lagi-lagi Margaret terpesona.


semua itu tidak lepas dari pandangan Dean. sementara saat menyajikan kopi untuknya. sikap Margaret tidak lagi lembut melainkan seperti terpaksa. wanita itu bahkan menaruh kopi sedikit keras hingga tertumpah dan mengenai tangannya. tentu saja dia mengadu kepanasan.


"auhh..aduh panas"


"saya tidak sengaja " respon Margaret tanpa mengatakan maaf. Dean semakin menatapnya jengkel dan tidak suka.


"nona Margaret, bersikaplah sopan!"


suara tegas itu bukan milik dean, melainkan Matthew. dia memang menyadari sikap Margaret saat berbicara dan melayaninya berbeda saat berhadapan dengan Dean.


"Iya Tuan Matthew maaf" Margaret malah menjawab dengan suara lembut pada Matthew.


"bukan pada saya. tapi katakan maaf itu untuk sekertaris saya" tatapan tajam Matthew justru membuat Margaret semakin terpesona dan tertantang


menurutnya aura Matthew sangat kuat dan seksi saat mode seriius.


"maaf" dengan tidak ikhlas Margaret meminta maaf


"kalau tidak ikhlas lebih baik tidak usah" cibir dean yang memang benar adanya.


melihat kedua tamunya kesal tuan Garry merasa tidak enak dan meminta maaf atas situasi tersebut.


"Tuan Matthew dan pak Dean. mohon maaf atas kesalahan asisten saya"


"Tuan garry, kalau boleh menyarankan. mungkin lain kali ada baiknya mencari asisten yang bukan hanya cerdas tapi juga tahu bagaimana bersikap sopan pada orang lain" ujar Matthew. dia saling memandang dengan tuan garry.


"setuju!" timpal dean tegas seraya memandang sinis Margaret.


Garry mengghela napas panjang. Sebenarnya dia juga awalnya tidak ingin menerima Margaret. tapi saat itu dia sangat butuh seorang asisten karena asisten lamanya pindah tempat tinggal ke luar kota dan mendapatkan pekerjaan lain di sana. Saat interview memang dia melihat potensi dan kecerdasan Margaret. makanya dia menerima wanita itu sebagai asistennya. meskipun pakaian Margaret terkesan tidak sopan, tapi tenaga dan kecerdasan wanita itu membuatnya puas beberapa waktu terakhir.

__ADS_1


akhirnya pertemuan itu selesai juga. Matthew masih berbincang secara pribadi dengan tuan garry sementara Dean menuju toilet karena ingin buang air.


saat keluar dari toilet dia justru dikejutkan dengan Margaret yang entah sejak kapan berada di area toilet pria.


dean tidak habis pikir, bagaimana bisa Margaret dengan pakaian seminim itu berani berdiri di sana. tempat yang memang khusus kaum adam. bagaimana kalau ada pria yang akan melecehkan dirinya.


tapi dean mengabaikan saja dan memilih berjalan melewatinya begitu saja.


"stop" Margaret menghentikan langkah dean dengan memegang tangannya


"lepas" dengan cepat dean menyingkir tangan wanita itu. entah kenapa dia merasa jijik disentuh Margaret.


Margaret merasa kesal dean menyentak tangannya kuat. kalau bukan ingin meminta bantuan pria itu, dia tidak akan sudih berada di sana.


"kamu pasti memiliki kontak Matthew. Ketik di sini. aku butuh untuk urusan pekerjaan. Karena selama ini saya tidak bisa menghubungi dia langsung selain melalui asisten ataupun kamu"


dean menatap datar Margaret. wanita sombong, angkuh dan tidak punya sopan santun. berani sekali memanggil tuannya hanya dengan nama.


" seperti biasa, anda bisa menghubungkan saya dan pak Leo kalau ada urusan pekerjaan. Kontak tuan Matthew hanya untuk istri dan keluarga serta orang kepercayaannya. anda bukan salah satu diantaranya. anda bukan orang penting" setelah mengatakan itu, Dean pergi dari sana meninggalkan Margaret yang berteriak kesal padanya.


"hei kau!! hanya jadi sekertaris saja, sangat belagu. dasar sampah"


Mendengar itu dean berbalik dan menatap remeh Margaret yang sedang kesal padanya.


"dan anda, hanya asisten cabe-cabean. berpakaian minim seperti wanita malam. pandai merayu dan menggoda mirip perempuan bekas pakai banyak pria. anda bahkan lebih dari sampah. berpikir saya bodoh, haa. Anda pasti punya maksud untuk menggoda tuan saya kan. Benar-benar tidak punya malu. dasar wanita gila"


entah dapat angin segar dari mana, dean dengan lantang membalas hinaan Margaret padanya. setelah puas dia segera turun menyusul tuannya yang sudah lebih dulu ke parkiran. meninggalkan Margaret yang kini menaruh amarah padanya.


sesampainya di perusahaan, Matthew kembali melanjutkan pekerjaannya begitu juga dean. meski mood pria itu sedikit terganggu karena Mengingat sosok Margaret yang dia anggap wanita gila. dia merasa ada obsesi dalam sikap wanita itu pada tuannya yang jelas-jelas sudah menikah bahkan akan segera memiliki anak. makanya dia menyebut Margaret sebagai wanita gila.


sementara itu, sesibuk apapun Matthew, pria itu selalu meluangkan waktu untuk menghubungi Angel. baik melalui pesan, panggilan suara atau video. seperti saat ini, dia sedang video call bersama sang istri.


"Sayang, makanya pelan-pelan. lihat mulut kamu sudah penuh"


"iyyaaa, hubbby"


ternyata di rumah angel tengah menikmati bakwan goreng yang di bawah bestie ke rumah. sahabatnya itu datang mendadak tanpa memberitahu dengan membawa sekotak gorengan bakwan buatan ibu mertuanya. Angel ngiler dan langsung lahap menghabiskan dua potong sekaligus.


"hubby, ini sangat enak. kamu mau?"


"telan dulu makanannya baru bicara, nanti tersedak sayang.


tentu Matthew takut melihat angel menjawab dengan mulut penuh. memang istrinya terlihat menggemaskan saat seperti itu, tetap saja bahaya makan sambil bicara.


"hubby, aku rindu. pulang jam berapa?"


"aku pun rindu. maaf sayang sepertinya aku akan pulang lewat jam makan malam. ada begitu banyak berkas yang harus selesai hari ini juga"


jawab Matthew sedih. dia juga kangen istrinya. tapi ada begitu banyak berkas yang harus dia periksa.


"begitu ya, baiklah tidak apa-apa. sampai ketemu di rumah hubby " wajah Angel boleh saja dia buat ceria tapi suaranya menujukan dia sedih. Matthew hanya bisa meminta maaf. dia akan berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat supaya bisa pulang lebih awal.


tapi hingga jam 9 malam Matthew masih berkutat dengan pekerjaannya.


dia pulang saat waktu menujukan pukul 10 setengah dan tiba di rumah jam 11 malam.


Matthew sudah mendapati sang istri terlelap dan seperti biasa wanita itu akan tidur dengan memeluk kemejanya saat dia pulang terlambat seperti hari ini.


"maaf sayang, kau pasti begitu merindukan suami tampan mu ini hingga memeluk kemeja ku sampai lecek begini"


cup


Matthew segera membersihkan diri. kemudian tidur sambil memeluk erat Angel. melepas semua kerinduannya karena seharian tidak bertemu.

__ADS_1


__ADS_2