
Drttt
drttt
drttt
drttt
ponsel angel bergetar pagi-pagi. niat awal ingin tiduran sampai waktu sedikit siang kini terusik dengan suara ponselnya. matanya sangat berat untuk dibuka. maklum dia baru bisa tidur saat waktu menjelang pagi. Matthew membuatnya lemas dan nikmat hingga tulang terasa ingin patah.
dengan mata masih tertutup Angel mengambil ponselnya dan mengecek, siapa yang menghubunginya pagi-pagi.
"exel" batinnya.
dia menoleh sebentar ke arah sang suami yang masih nampak pulas. dia hanya takut Matthew salah paham hingga berakhir marah-marah.
dia juga melihat, di ponsel waktu menunjukan jam setengah enam pagi, itu berarti di Indonesia kurang lebih sudah jam setengah dua belas siang karena waktu indonesia lebih cepat enam jam.
dia pun segera bangun dan duduk bersandar di tempat tidur. dia tidak ingin menjawab ditempat lain takut ada kesalahpahaman mengingat Matthew tipe pencemburu.
"Iya hallo, selamat pagi, xel" Jawab Angel dengan suara seraknya.
"hei ini sudah siang" respon exel dengan kekehannya
"apa kau tidak sadar jam berapa kau menelepon ku sekarang?" cibir angel pada sahabatnya itu
"jam setengah dua belas siang " Jawab exel yakin
"itu di tempatmu. Positano masih jam setengah enam pagi exel!"
"ehhh sorry, sepertinya aku lupa pengantin baru sedang honeymoon dan pasti capek karena semalaman menunggang, hehehehe.."
Angel hanya mendengus mendengarnya walau sebenarnya exel tidak melihat.
"ada apa?" Tanya Angel lagi
"cuma mau ngucapin selamat ya atas pernikahan kalian. selalu bahagia dan jangan lupa cepat beri aku ponakkan yang tampannya kayak aku. heheheh... sorry kemarin aku sedang tidak di Indo. kadonya aku kirim saat kamu tiba di Indo" ucap exel lugas tanpa ada keberatan dari nada bicaranya.
"terima kasih exel. Segera susul aku ya. dan jangan minta dede bayi dari aku. buat saja sendiri. makanya nikah" respon Angel dengan candaannya.
"siapa yang mau sama pria sepertiku kamu saja menolak" ucap exel mendrama
"aku serius exel"
"ya ya doakan saja"
setelah berbincang cukup lama panggilan itu pun berakhir. namun saat menoleh,
Angel tersentak kaget mendapati Matthew sudah bangun dan menatapnya serius.
"siapa?" tanya Matthew serius
"hubby sudah bangun?" exel mencoba mengalihkan pembicaraan
"aku tanya siapa?" kali ini suara pria itu seperti menekan
__ADS_1
"hufttt, si exel. dia hanya mau mengucapkan selamat atas pernikahan kita"
"sepagi ini?"
"ya sepertinya dia tidak tahu kita sedang di Positano. Cup..cup..cupp... selamat pagi hubby"
Angel tahu suaminya sudah mulai menampakkan aura cemburu maka dengan segera dia memberikan ciuman pagi di seluruh wajah tampan itu.
benar saja, ciuman itu berhasil membuat mood Matthew berubah menjadi pria labil yang sedang kasmaran. saat ini saja, dia sudah senyum-senyum sendiri sembari mendusel-dusel wajahnya di dada polos Angel.
"pagi juga istri ku" jawabnya dengan suara tertahan di dada angel.
"sayang" panggilnya lagi seraya mendongak menatap wajah Angel
"hemm?" dehem Angel dengan tangan mengelus lembut rambut Matthew yang tiba-tiba manja
"mau susu" mintanya Matthew manja
"hubby mau sarapan susu?"
"Iya sayang"
"oke nanti sarapannya kita minta susu juga" Jawab Angel polos tanpa memahami maksud ucapan dan tatapan Matthew.
"tapi aku maunya sekarang sayang"
"baiklah, ayo"
"kemana?"
"tapi aku tidak ingin susu yang itu. rasanya tidak enak dan bikin eneg"
"lalu hubby mau yang mana?"
"yang langsung dari sumbernya lebih segar dan terjamin kualitasnya"
"eww, dari sapi langsung maksudnya hubby?"
"bukan istrikuuuuu, tapi ini" karena gemas dengan kepolosan Angel. Matthew dengan segera memasukkan salah puncak bukit milik sang istri ke dalam mulutnya. mengemutnya dengan rakus bagai bayi kehausan. tentu angel tersentak kaget sekaligus tersipu. dia baru saja menyadari maksud dari keinginan sang suami setelah melihat aksi suaminya. akhirnya pagi ini kembali mereka mulai dengan saking memuaskan satu sama lain. walau ujungnya Angel selalu kalah dan badannya lemah tidak berdaya.
Tidak terasa seminggu berlalu. hari terakhir mereka di Positano diisi dengan membeli berbagai oleh-oleh untuk dibawah pulang. kini tiba saatnya Angel dan Matthew kembali ke negara mereka setelah melewati bulan madu yang sangat manis dan tentunya memuaskan bagi keduanya namun juga meremukan badan bagi Angel. saat ini pun, Angel berjalan tidak seimbang dan merasa pinggangnya hampir patah. belum lagi lembahnya yang terasa ngilu.
Matthew bagai singa lapar yang tidak ada kata kenyang. semalam suntuk dia menggempur Angel dengan alasan mereka tidak akan leluasa melakukan hubungan itu lagi kalau tiba di Indonesia. mom Helena pasti akan menyita waktu berdua mereka. angel berjalan seperti orang pincang dan menolak untuk digendong Matthew. dia malu karena akan menjadi pusat perhatian.
saat ini mereka sudah berada di dalam pesawat. lebih tepatnya di kamar dalam jet tersebut. sedari tadi Angel mengelus perutnya dan merintih antara ngilu dan sakit.
"Sayang, sakit banget ya?" pertanyaan Matthew justru membuat Angel makin sebal. sudah melihat dirinya jalan seperti orang pincang harusnya sudah tahu jawabannya.
"maaf, nanti aku obati ya. janji" lanjutnya dengan mimik memelas
"tidak. aku tidak mau" tolak Angel tegas. bukan bermaksud menolak. terakhir kali saat Matthew mengatakan ingin melihat dan mengobati lembahnya justru berakhir dia yang semakin lemas dan remuk. Matthew malah menggempurnya lagi. bahkan bagian bawahnya makin ngilu dan perih saat buang air kecil.
"kenapa?" tanya Matthew entah karena beneran bingung atau pura-pura.
"aku tidak percaya, otak kamu tuh isinya mesum terus kalau dekat aku., hubby Pokoknya biar aku obati sendiri dan jangan sentuh aku selagi belum sembuh total. titik. tidak pakai koma"
__ADS_1
bagai ultimatum, Angel menyuarakan keinginannya yang membuat Matthew melotot kaget juga tidak terima.
"no. tidak mau. sayang kau tega sekali" Matthew tiba-tiba merajuk dan membuang muka.
"Lebih tega mana. hubby membiarkan aku terus menerus kesakitan dan jalan seperti ini, terus dikasih banyak pertanyaan oleh keluarga kita nanti. atau lebih peduli pada keinginan kamu sendiri hubby"
mata Angel nampak berkaca-kaca saat mengungkapkan perasaannya. sebenarnya dia tidak marah atau juga tidak sedih hanya saja dia tiba-tiba melow dan perasaannya yang up and down, sebab hari ini dia masuk masa period. hal ini juga yang menjadi satu alasan dia bisa mengistirahatkan diri dari singa lapar yaitu suaminya.
"ehhh Sweetheart.. sayangku, kok nangis. maaf.. maaf sungguh maaf" Matthew gelagapan mendapati istri cantiknya menangis.
"Sayang, maaf, ada apa, hmm?" Matthew memeluk erat tubuh mungil istrinya mencium puncak kepalanya berkali-kali. dia khawatir Angel sungguh sangat merasa sakit dan tersiksa.
"hubby,, hiksss " lirihnya Angel
"Iya sayang, kenapa?"
"sakit, sakit sekali"
"bagian mana yang sakit? aku cek ya sayang. janji tidak akan ngapa-ngapain selain itu"
"semua badanku sakit. perut bagian bawahku juga sakit"
"perut bagian bawah, kenapa? kamu sakit perut sayang?"
"bukan. tapi aku hari ini lagi datang bulan. sakitnya jadi double"
"maaf sayang" hanya itu yang bisa Matthew ucap. dia paham maksud dari kalimat double sakit yang dikatakan istrinya. ngilu dan lemas karena dia gempur selama seminggu ditambah hari ini sang istri malah datang bulan. pasti badannya terasa sangat lemas.
sambil memeluk Angel, Matthew mencoba mengelus perut rata sang istri bermaksud untuk sedikit menenangkan dan meredakan rasa sakitnya. barangkali mujarab. dan benar saja, tidak menunggu lama, Angel tertidur pulas dalam pelukannya hingga dia pun mampu mengambil napas lega.
beberapa jam setelah melewati perjalanan udara, akhirnya mereka tiba ditanah air. mereka dijemput sopir yang diutus dad marcel dan langsung pulang ke rumah keluarga besar Dirgantara.
di teras depan, nampak mama vita, mom Helena serta dad marcel menunggu mereka. enzy sang kepercayaan mama vita yang bagai saudara untuk Angel juga berada di sana.
Matthew turun lebih dulu, kemudian membuka pintu untuk angel.
saat Angel keluar, wajah cantik Angel tidak mampu menutupi rasa lelah dan sakit diperutnya. hingga membuat mom Helena heboh. dia menghampiri Angel dan memindai penampilan sang menantu dari kepala hingga kaki. nampak lelah dan lemas.
"Ya Tuhan, Matthew apa yang kau lakukan pada menantuku?"
"aku baik-baik saja mom. aku hanya jetleg" Angel mencoba menyembunyikan rasa lelahnya.
"jetleg bagaimana, pasti bocah nakal ini terus mengasah pedang nya kan selama seminggu ini. pasti dia menunggangi kamu terus. kamu pasti kecapean. kasihannya menantuku"
Matthew melongo mendengar ucapan mom nya. walau sebenarnya itu benar. tapi apakah harus dibicarakan di halaman rumah seperti ini.
"Ayo masuk ke rumah dan segera beristirahat. nanti mom bangunkan saat jam makan siang" Perintah mom Helena yang nampak tidak ingin mendengar bantahan.
Angel mengangguk kemudian memeluk satu persatu keluarga di sana. khususnya mama vita yang kini berkaca-kaca melihatnya. mereka saling merindu.
akhirnya setelah mendapat sambutan dari keluarga yang menanti mereka. Angel pun tidak menolak perintah mom Helena untuk segera beristirahat.
Dia bersama Matthew masuk ke dalam kamar pria itu yang kini banyak diubah. mulai dari kasur yang lebih lebar. lemari pakaian yang bertambah, meja rias untuk dirinya juga foto pernikahan mereka yang dipasang dalam bingkai besar dan digantung di bagian kepala tempat tidur.
"istirahat sayang. aku mau bicara dengan dad dulu. nanti aku kembali. cup"
__ADS_1
Angel mengangguk kemudian merebahkan diri di kasur.