
Matthew semakin gelapan melihat respon Sang istri.
"no sayang. bukan itu maksudku. oke..oke.. kita akan beli ubi panggang sekarang. Ayo"
dengan segera Matthew mengambil kunci mobil dan membawa Angel membeli ubi panggang. Matthew berharap penjual ubi itu saat ini setidaknya masih ada di sana. semoga saja batinnya.
tidak ada obrolan dalam perjalanan selain usaha Matthew menarik hari pujaan hatinya yang masih dalam mode kesal. Jalan yang lenggang membuat mereka cepat sampai di tempat tujuan.
seperti dugaan Matthew, warung jualan ubi panggang tersebut sudah di tutup bahkan tidak ada penerangan sama sekali di sana. terlihat gelap dang sangat sepi.
"Sayang, lihat Warungnya tutup. eemm bagaimana kalau esok, pagi-pagi kita ke sini lagi?"
Matthew kembali mencoba bernego. dengan hati-hati dia memilih kata agar tidak menyinggung mood Angel. dia harus ekstra sabar.
"hiksss"
"hiksss.. tapi aku lapar, anak-anak kita maunya makan ubi cilembu panggang, hubby"
isak tangis Angel kembali meledak melihat warung penjual ubi sudah ditutup. apalagi Matthew mengatakan kembali esok pagi saja. dia semakin sedih dan jengkel.
Matthew kembali mencoba mengatur napas dan emosinya agar tidak meledak. namun pikirannya seolah lambat. Angel saat ini justru sudah turun dari mobil.
"Sayang, kamu mau kemana?"
"kamu lambat. kelamaan mikir. kalau nunggu kamu bergerak bisa-bisa aku sama anak kamu pingsan nanti" Jawab Angel kesal dan menutup pintu mobil dengan kuat membuat Matthew terperanjat. dia memgelus dada dan mencoba bersabar.
"sabar Matthew, bumil kesayangan kamu sedang ngidam dan tanduknya sedang berdiri saat ini" gumamnya sambil mengikuti langkah sang istri.
tok
tok
tok
"permisi, pakk"
Angel mencoba mengetuk pintu dan memanggil pemilik warung. melihat itu, Matthew merasa bersalah dan kasihan. istri dan anak-anaknya kelaparan. jadi dia yang harus berusaha dan punya peran di sini.
"Sayang, biar aku saja" dia mengelus rambut Angel dan menatapnya penuh perasaan. Angel mengangguk dengan wajah sembab. Matthew tidak tega dan mengelus lembut pipi tembem Angel.
"maaf sayang" lirihnya pelan
tok
tok
tok
"permisi, pak"
Matthew memanggil dengan suara keras. berkali-kali mencoba hingga orang-orang yang masih melintas di jalan itu memandang keduanya heran bahkan ada yang sempat berpikir mereka adalah penjahat.
sekali lagi Matthew mencoba mengetuk dan memanggil. kali ini berhasil. pintu warung tua itu terbuka dan muncul satu gadis remaja dengan wajah mengantuk.
"selamat malam pak, buk. ada keperluan apa?" Tanya gadis itu dengan suara serak. matanya bahkan belum sepenuhnya terbuka.
"selamat malam. maaf mengganggu. Apakah ubi panggang masih ada?" Matthew merasa bersalah mengganggu waktu tidur gadis kecil di depannya.
"maaf pak. sudah habis. kami hanya berjualan sampai jam 8 malam"
mendengar itu, angel kembali bersedih. matanya pun kembali berkaca-kaca. tentu Matthew tidak akan tega melihat itu.
"dek, apakah bisa dipanggang lagi. saya sangat butuh. istri saya mengidam dan ingin makan ubi cilembu panggang"
mohon Matthew dan mendapat respon yang baik. gadis itu tersenyum seraya mengangguk memandang Angel.
"bisa pak, bu. mari masuk dan duduk dulu. mau pesan berapa banyak?"
Matthew melihat angel seolah bertanya mau pesan berapa.
__ADS_1
"emm 5 Kg"
Matthew kaget mendengar banyaknya pesanan sang istri. siapa yang akan menghabiskan ubi segitu.
"Sayang, apa itu tidak kebanyakan?"
"tidak hubby. itu sedikit kok. kenapa bertanya, apakah mau bilang tidak ada uang untuk bayar?" mata Angel kembali memicing penuh selidik.
Matthew menelan kasar salivanya. tatapan Angel bagai laser maut yang akan siap menghunusnya.
"ti..d..dak kok sayang. siapa bilang. silakan pesan berapa banyak pun yang kamu mau" Jawab Matthew setengah gugup.
baiklah, sepertinya Matthew menurut saja keinginan bumil kesayangannya itu. saat ini mood Angel sedang dikuasai efek kehamilan. dia pasti serba salah kalau memberi masukan. biarkan bumil itu yang memutuskan sesuka hati.
sementara gadis remaja tadi, melihat perdebatan kecil dua pembelinya, justru tersenyum lucu. menurutnya pemandangan itu sangatlah manis. suami dengan tampang keren malah takut keseruduk tanduk galak sang istri.
"tuan, ubi panggang ini masih bisa di simpan. nanti kalau ingin makan lagi tinggal di panaskan saja" ujarnya sembari mulai memanggang pesanan.
Matthew hanya menggangguk mengiyakan. hampir sejam mereka menunggu akhirnya ubi panggang cilembu sudah matang.
dengan penuh semangat Angel mengambil pesanan ubi panggang tersebut yang sudah terbungkus dalam satu plastik berukuran besar. terasa berat namun dia memaksa untuk tetap menjijing.
namun dengan segera Matthew mengambil alih plastik itu.
"Sayang ini berat. biar aku saja"
Angel pun mengangguk pasrah.
"aku minta satu, hubby. mau makan sekarang" tanpa menolak Matthew mengiyakan saja.
Matthew melakukan pembayaran dengan uang yang lebih banyak dari harga seharusnya. gadis remaja tadi tentu menolak namun Matthew beralasan ingin membagi rejeki.
mereka akhirnya pulang. dalam perjalanan tidak henti-hentinya Angel makan dengan lahap. bahkan sudah 4 ubi panggang berukuran besar yang masuk ke perutnya. namun mulutnya terus mengunyah.
Matthew tidak protes. dia lega. akhirnya drama ngidam bumilnya itu sudah selesai. dia sudah tidak sabar sampai ke rumah untuk kembali tidur.
namun sepertinya itu hanya hayalanya semata. nyatanya kini Angel kembali merengek meminta yang lain.
"Sayang, emmm.. ini jam 3 pagi. mereka pasti..
"hubby kau pasti mau beralasan lagi kan?"
Angel kembali kesal.
"huftt, baiklah ayo, kita ke sana "
"kamu terpaksa. bahkan kamu menarik napas panjang hubby"
sebisa mungkin Matthew menarik napas dan membuat aura wajah setenang air supaya wanita di sampingnya tidak mempermasalah kan ekspresinya lagi.
"tidak sayang. tentu saja aku dengan senang hati melakukan apapun untuk istriku "
"Kalau begitu cepatlah. mobil ini jalannya sangat lambat"
rasanya Matthew serba salah. dia mendengus namun membuang pandangan keluar. kecepatan mobil sedikit dia naikkan. sebelum wanitanya kembali mengomel. selama perjalanan angel terus mengunyah bahkan tidak berbagi dengannya. dia sudah menelan liur berkali-kali.
"hubby mau?" tanya Angel sembari menyodorkan ke mulut Matthew satu potong besar ubi yang sudah dia kupas
dengan antusias Matthew mengangguk. membuka mulut dan siap menerima suapan sang istri. tapi perkataan angel setelahnya membuat dia ingin sekali jungkir balik di sana.
"tapi bayi-bayi kita tidak mau berbagi dengan daddy mereka. hanya mau makan dengan aunty bestie" ujar Angel apa adanya sesuai moodnya saat itu.
justru rasanya Matthew begitu jengkel mendengarnya dan melihat perut buncit sang istri dengan sorot tajam.
'kalian sangat jahat. belum lahir saja sudah menyiksa daddy sekejam ini' batinnya meringis.
hingga hampir 20 menit kemudian, mereka tiba di sebuah rumah mewah dengan gerbang menjulang tinggi. bunyi klakson mobil Matthew mengagetkan tiga satpam yang sedang berjaga. mereka Bingung siapa yang datang bertamu saat waktu hampir pukul empat pagi.
tapi tiga satpam tersebut tetap bergerak membuka gerbang. setelah mengetahui yang datang adalah sahabat majikan mereka, akhirnya dipersilakan masuk.
__ADS_1
mobil Matthew berhenti tepat di depan rumah milik moval dan bestie.
Dengan tidak sabaran Angel keluar dari mobil. Matthew hanya bisa menggeleng. dia pun ikut turun sekaligus mengambil ubi panggang yang sengaja ditinggal Angel untuk dia bawa.
ting tong
ting tong
ting tong
akibat ulah Angel yang menekan Bell tidak sabaran, seisi rumah besar itu terbangun. termasuk bestie dan noval. mereka menjadi heboh siapa yang tidak sopan sekali bertamu dan mengganggu mereka.
Bestie yang awalnya terlelap dalam dekapan noval menjadi ikut terbangun saat noval hendak turun memeriksa ke bawah.
keduanya turun dengan penuh tanda tanya.
di sana beberapa orang pembantu ternyata sedang berbicara dengan tamu mereka.
"siapa ya sayang?" tanya bestie Bingung
"entahlah, ayo kita ke sana"
keduanya mendekat dan tersentak kaget sekaligus bingung melihat Sahabatnya Angel dan Suaminya Matthew sudah duduk manis di sofa ruang tamu.
melihat majikan mereka datang, para ART tadi mengundurkan diri.
"beb" sapa Angel riang
"ha..i, beb" balas bestie terbata
"yuk makan ubi cilembu panggang " ajak angel semangat dan mengangkat satu plastik besar berisi ubi panggang
tentu saja bestie terkejut dan bingung.
"haaa?"
"ayo, aku dari tadi ingin makan ubi panggang ini sama kamu"
kali ini Angel menarik tangan bestie yang masih bengong untuk duduk di sampingnya.
dengan perasaan Bingung dia menurut saja. namun tatapan penuh tanya kepada Matthew.
"dia mengidam, mau makan ubi cilembu panggang yang masih panas jam 2 pagi. setelah itu ingin makan bareng kamu" ucap Matthew sangat jelas. namun wajahnya penuh derita karena sudah dikerjai dua bayi kecebong yang ada di perut Angel.
noval yang berdiri di situ terkikik puas melihat wajah penderitaan Matthew. dulu saja, Matthew dengan percaya diri bilang bahwa Angel tidak akan ngidam aneh.
sekarang melihat raut Matthew yang persis sepertinya saat meladeni ngidam bestie, rasanya dia puas menikmati wajah sengsara Matthew.
dia pun ikut duduk di samping Matthew. Noval dengan percaya diri berbisik membuat pria di sampingnya mendengus jengkel.
"rasakan itu. akhirnya aku bisa tertawa puas melihat wajah derita mu"
ledek Noval puas.
sementara dua bumil tadi, sudah tidak menghiraukan orang-orang di sekitar keduanya. mereka nampak lahap memakan ubi panggang. bahkan saling menyuap dan bersenda gurau pada bayi-bayi dalam perut mereka.
Bestie juga memuji Matthew yang dia rasa suami siaga dan sangat romantis menurut semua keinginan angel.
"kak Matthew keren deh. capek dan lelah dari kantor tapi masih sepenuh hati menuruti ngidam Angel. tanpa mengeluh pula"
sanjungan itu juga seolah sindiran untuk noval. dimana saat awal kehamilan, Bestie sering kali kesal karena keinginannya tidak dipenuhi noval.
mendengar pujian Bestie, tentu Matthew bangga. dia memandang noval penuh ejekan.
"see, istrimu saja menyanjung ku"
namun rasa bangga itu dihempaskan begitu saja oleh suara Angel yang justru tidak mendukungnya.
"siapa bilang sepenuh hati. dia terpaksa. beb kau tahu tadi bahkan aku menagis dan kelaparan dulu baru mau dia menemaniku"
__ADS_1
sontak pengakuan Angel yang lengkap dengan wajah super kesal disambut gelak tawa Noval dan bestie. sementara Matthew hanya bisa pasrah menerima ejekan sang istri dan para sahabatnya.