Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Kau Semakin Dewasa


__ADS_3

Saat ini di kantor Lucas, Matthew tengah memandang lekas potret seorang gadis di ponselnya. Sebenarnya bukannya gadis itu yang ada dalam foto, ada beberapa orang di sana. tetapi Matthew sengaja menzoom tampilan foto agar dia dengan puas memandang wajah gadis yang selalu dia rindukan siang malam.


"kau semakin Dewasa"


"semakin cantik"


"semakin membuatku rindu"


gumam Matthew lirih melihat betapa dewasanya Angel dalam foto yang tengah dia lihat sekarang. gadis itu semakin membuat orang bergetar saat melihat auranya yang begitu manis, tak terkecuali Matthew. Ya, Matthew sedang melihat foto kebersamaan Mom Helena, Angel, Bestie dan Exel beberapa hari lalu.


'lihat, mama begitu speechless melihatnya kemarin, terkejut juga bahagia. Bukankah dia semakin dewasa, semakin cantik dan anggun ' isi pesan mom Helena menyertai beberapa foto yang dia kirim ke Matthew.


'siapa pria itu' balas Matthew sangat penasaran, dia sampai gigit jari menunggu balasan mom Helena. tapi setelah 10 menit belum juga di balas.


"apakah dia ini kekasihnya. siallll.. aku akui dia tampan dan mereka terlihat cocok saat duduk bersama begini.. arghh.. tidak...Hanya Matthew yang boleh memiliki Angel. Aduhh.. mom, balas, napa. lama banget sih" monolog Matthew menjerit seperti orang tidak waras sambil mengacak-acak rambutnya hingga berantakan. namun sialnya kondisi ini membuat Matthew terlihat semakin gagah dan liar biasa machonya.


'iya, sepertinya begitu, mom melihat mereka berdua sangat dekat. Lagian, mom rasa tidak ada yang mampu menolak pesona Angel. mama sebagai perempuan saja mengakui keangunannya. Ya mom yakin saja itu itu pacarnya. namanya Exel. Mereka sangat cocok'


balas mom Helena yang membuat perasaan Matthew semakin panas dan kacau. Mom Helena saja bilang mereka cocok, aduhh.. Benar-benar seperti sengaja membuat putranya kebakaran jenggot. Setelahnya Matthew tidak membalas pesan itu lagi. dia tidak mau semakin kesal dan dongkol melihat balasan dari mom Helena.


"ck..cocok darimananya. sangat tidak cocok. Dia ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan aku"


sungut Matthew dengan menatap sinis wajah Exel dalam foto dan menjunjung dirinya yang dia akui lebih baik dari segalanya.


brakkkk


tiba-tibq pintu dibuka dengan kasar dan muncul seorang gadis dengan pakaian seksi yang selalu membuat perasaan Matthew dingkol.

__ADS_1


"hai sayang"


sapa morena setelah membuat Matthew kaget karena tindakannya yang tidak menunjukkan sikap sopan.


"ada apa? kalau tidak ada kepentingan keluar dari ruangan saya. Saya tidak ingin diganggu " Ujar Matthew datar.


"dad mengajak kita lunch bersama di Restoran sebelah. Yuk " Morena masih menanggapi sikap acuh Matthew dengan sikap biasa saja. Dia yakin Matthew tidak akan sanggup menolak kalau berkaitan dengan Daddynya.


"duluan saja, nanti saya nyusul"


"aku mau berangkat bareng kamu" Jawab morena dan sekarang dia semakin berani dan duduk di atas pangkuan Matthew dengan posisi menyamping. tangannya bahkan bergelayut manja di leher Matthew.


"Turun"


"tidak mau"


"Aku kangen "


perasaan Matthew yang tadinya dongkol melihat foto kebersamaan Angel dan exel justru semakin kesal dengan sikap Morena yang selalu sesuka hati. dengan kasar dia langsung berdiri hingga membuat Morena jatuh terduduk ke lantai.


"auwww"


Morena meringis merasakan bokongnya mencium lantai ruangan Matthew. Tanpa mempedulikan morena yang merintis, Matthew berjalan keluar ruangan.


Morena menghentak kakinya kesal. Matthew selalu saja tidak menoleh padanya. Padahal dua tahun terakhir dia sudah membuang jauh rasa malunya dengan selalu menggoda Matthew. Cara berpakaian yang selalu minim, selalu mencoba menempel pada Matthew dan masih banyak lagi. Namun tidak satupun usahanya dihiraukan Matthew.


"Siang Uncle" sapa Matthew pada lucas saat sampai di restoran

__ADS_1


"Siang juga Matt. Morena mana?" Jawab lucas sembari mencari keberadaan putrinya.


"oh masih membenahi make up om" Jawab Matthew bohong. dia mengatakan itu karena sudah menjadi kebiasaan Morena yang selalu melihat kembali penampilannya sebelum keluar.


"Hai dad"


" Hai sayang "


sapa morena begitu muncul di depan kedua pria kesayangannya. Dia mencium pipi kiri Lucas dan dengan beraninya mengecup bibir Matthew. Sementara Matthew saat ini mencoba menahan rasa kesalnya.


Mereka kemudian memesan beberapa menu untuk makan siang. acara makan siang itu hanya diisi dengan obrolan ringan tentang bisnis antara Matthew dan Lucas sementara morena lebih banyak menyimak.


Setelah makan siang, Matthew menuju kampus. saat ini dia sedang menempuh studi magister di kampus yang sama. Setahun lalu dia menyelesaikan pendidikan strata satu dengan nilai akademis yang sangat memuaskan. Dia memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Dan sekarang sedang mengerjakan tesis. dia selalu berusaha menyelesaikan pendidikan lebih cepat.


Sama halnya dengan Matthew, Angel pun tengah serius menempuh pendidikannya. Exel dan bestie selalu bersamanya saat ini. Kedua temannya itu selalu saja membuatnya diliputi kebahagiaan. Beberapa hari lalu dia mendapatkan sebuah pesan dari akun email anonim. awalnya dia tidak mengubrisnya. Namun akun tersebut selalu mengirim pesan yang membuat ponselnya dipenuhi notifikasi.


Dan betapa kagetnya dia setelah mengetahui akun anonim tersebut adalah milik sahabatnya Noval. Dia sangat bahagia dan antusias bertukar pesan dengan sahabat yang dia rindukan. Noval meminta agar tidak memberitahu bestie. Noval sengaja karena ingin mengetahui keadaan dan aktivitas bestie dari Angel secara diam-diam. Dan semenjak hari itu, Angel banyak mengirim foto-foto yang berisi aktivitas Bestie.


Angel merasa menjadi penguntit dadakan. dia bahkan sering ngikutin Bestie sampai ke toilet. Noval selalu merecoki dirinya tentang aktivitas bestie. salah satu hal yang sering ditanya pria tersebut adalah dengan siapa bestie bertemu. padahal Angel tidak tahu semuanya, karena memang waktu bestie lebih banyak di kampusnya ketimbang kumpul bersama.


Saat ini Angel tengah termenung di kamarnya, tadi setelah dari kampus dia dan exel pergi ke perpustakaan. sebenarnya hanya Angel yang mau ke sana, tapi Exel tetap ingin pergi bersamanya. Di perpustakaan, tanpa di duga oleh Angel, Exel menyatakan perasaannya. Angel awalnya mengira itu hanya cadaan seperti biasa yang dilakukan pria itu. Namun tatapan serius Exel membuatnya sadar bahwa temannya itu sedang tidak bercanda. Angel tidak menjawab apapun. Dia bahkan tidak memiliki perasaan lebih dari seorang teman untuk Exel. mungkin bagi perempuan di luar sana akan mengira Angel gadis yang bodoh karena tidak menyukai Exel. Tapi apa mau dikata, to perasaan tidak bisa dipaksakan.


Exel memberinya waktu berpikir seminggu untuk menyakini jawaban dan kata hatinya. Inilah yang membuat gadis itu sekarang merasa kurang nyaman.


Dia hanya tidak mau pertemanan mereka rusak hanya karena terbawa perasaan cinta. Exel tidak merasa terganggu sama sekali bahkan setelah pengakuan cintanya, dia masih mengobrol seperti biasa dengan Angel.


Hingga seminggu berlalu, Angel sudah memantapkan hati memberi jawaban pada Exel. Dia yakin jawabannya sudah tepat dan yang terbaik untuknya dan Excel.

__ADS_1


__ADS_2