
Matthew terlihat sedang serius membaca dan memeriksa tumpukan dokumen di mejanya. setelah dirasa benar barulah dia membumbuhkan tanda tangan di sana. Hingga menjelang jam makan siang, baru setengah yang berhasil dia pelajari. Akibat cuti honeymoon seminggu dia kembali dengan segudang pekerjaan. tapi tidak masalah karena honeymoon kemarin adalah hal paling terindah dalam hidupnya bersama sang istri.
Bicara soal istri, kini Matthew merogoh ponsel di dalam saku jas yang tersampir di kursi kebesarannya. dia bermaksud untuk menghubungi sang istri membawa kan makan siang. Padahal itu hanya modus. yang ada sedari tadi dia merindukan sang istri bahkan aroma tubuh angel begitu membuatnya sampai terbayang pada malam panas mereka. dia ingin melakukan itu sekarang. tongkat sakti premiumnya sudah merontah sejak tadi. minta dipuaskan lembah sang istri.
"hallo sayang" sapa Matthew lembut
"Iya hubby " respon Angel dari seberang
"lagi apa?"
"aku masih di resto cabang dekat Kantor kamu hubby. ada apa?"
"kangennn kamu" manja Matthew
"ckk kita bahkan baru pisah 3 jam lalu hubby" balas Angel sambil geleng kepala walau dia juga merasakan hal yang sama tiada waktu tanpa merindukan pria itu.
"tapi aku kangen sayang. hemm, lapar juga. mau makan disuapi " ujar Matthew lebih manja lagi"
"mau aku bawakan makanan ke sana hubby? kebetulan aku belum makan siang"
"boleh sayang. nanti aku sekalian makan kamu boleh nggak?"
"mesummm!"
Matthew tergelak mendengar respon Angel. suaranya saja sudah membuatnya sebahagia ini apalagi kalau sudah bertemu.
"baiklah, Aku tunggu ya. nanti Leon yang akan menjemput kamu ke sana"
"siap hubby"
setelah panggilan itu terputus, Matthew bukan lagi melanjutkan pekerjaan, justru tatapannya menjurus ke sofa yang ada di ruangan itu. Tiba-tiba otak mesumnya mulai traveling, membayangkan kegiatan panas bersama Angel. berbagi keringat dan nikmat di atas sofa sempat itu. bibirnya tersenyum smirk, dia akan merealisasikannya sebentar lagi.
sepertinya akan sangat bagus kalau menu pembukanya adalah mempraktekkan apa yang menjadi hayalanya.
masih asik berhayal ria, Matthew tidak menyadari Leo dan Martin masuk dalam ruangannya. bahkan kedua sahabatnya itu telah memanggilnya sejak tadi.
"Matt!"
"woy!!"
kompak Martin dan Leo mengagetkan Matthew
"sialll. kaget tahu!" ujarnya kesal
"lagian dipanggil kok nggak dijawab. malah sibuk senyum senyum nggak jelas. masih sehat kan?" timpal Martin yang diringi kikikan lucu Leo melihat tampang kesal Matthew
"ngapain ke sini?" Matthew bertanya masih dengan mode kesal. kedua sahabatnya mengganggu hayalan nakalnya.
"ehh, pakai nanya, kan kemarin kamu yang suruh kita ketemu di sini" Jawab Martin
"mau ngapain?" bingung Matthew
__ADS_1
Leo menepuk jidatnya. padahal kemarin Matthew menelepon dirinya dan Martin mau membahas tentang masalah Melvin juga tentang penemuan mereka akan keberadaan vivi.
"kamu lupa ya, Matt, kemarin kamu suruh bahas masalah melvin dan kebenaran tentang kehamilan Diana juga soal keberadaan vivi"
nah sekarang Matthew ikut menepuk jidat. sepertinya dia lupa akan janji itu. apalagi sekarang dia sudah ada rencana lain. ingin mengganggu istri seksinya samp dia puas di sofa sempit yang sekarang diduduki kedua sahabatnya.
"kita batalkan saja. aku punya agenda lain hari ini" responnya enteng
"tapi kamu tidak ada jadwal di luar hari ini matt, tidak ada meeting juga. agenda kamu cuma memeriksa dan menandatangani berkas-berkas itu" jelas Leo sembari menunjuk ke arah meja kerja Matthew.
"ini ada agenda dadakan. batalkan saja. kita bicara nanti saja"
"hey, enak saja. nggak bisa gitu dong. kita sudah di sini. lebih baik kita bahas sekarang saja" Martin jadi ikut kesal
"memangnya kamu ada agenda apa Matt? kok dadakan . aku nggak tau. kan biasanya kalau ada agenda dari luar teleponnya melalui aku" Leo ikut menimpali karena merasa heran
"Rahasia. ini agenda khusus dan pribadi. kalian dilarang kepo"
"Tapi kemarin kamu yang memaksa Matt masa kau batalin lagi" kesal leo
"S...S...M.... suka suka Matthew " Matthew berujar tanpa beban
"ck kau ini, menye.." belum selesai martin merespon Angel muncul dengan wajah sumringahnya.
"siang Hubby. ehh lagi pada di sini ya. apa aku mengganggu?" Angel merasa tidak enak karena masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu. padahal di dalam lagi ada kedua sahabat suaminya. dia melihat sepertinya ketiga orang itu sedang sibuk membahas sesuatu.
"no. Sweetheart. kamu datang di saat yang tepat. kemari sayang " Panggil Matthew dan menyuruh Angel dusuk di sampingnya.
"hubby malu" keluh Angel
"habisnya aku kangen kamu sayang" manja Matthew
"ada kak Martin dan kak Leo di sini"
"biarin. mereka saja yang datang jadi pengganggu"
tentu Leo dan Martin mendengus kesal mendengarnya. sepertinya sekarang mereka paham agenda dadakan Matthew. pria itu mau menghabiskan waktu dengan Angel dan membatalkan janjinya dengan mereka.
"jadi kau membatalkan janji itu" Martin sengaja mengatakan itu karena dia yakin Angel akan merubah cara pikir Matthew
"janji? beo Angel
"Iya adik ipar. Kemarin Matthew memaksa kami ke sini, katanya ada hal penting. tapi sekarang dia malah membatalkan tanpa mengatakan apapun. dia tega menyuruh kami pergi dengan segala kebingungan ini" Martin berujar dengan nada mendrama.
"benarkah" tanya Angel memastikan.
Martin menyikut Leo menyuruh ikut bermain peran.
"benar, kakak ipar. kata Matt ada agenda pribadi dadakan. bahkan dia tidak mengingat janjinya dengan kami" jelas Leo dengan mimik serius bercampur bingung
Matthew mendengus kesal melihat akting kedua temannya. pandai sekali mengambil simpati Angel.
__ADS_1
"hubby. kenapa kau batalkan. sepertinya ini penting"
"sangat penting adik ipar" timpal Martin masih dengan mimik drama nya
"betul kakak ipar " dukung Leo tak kalah.
"hubby, selesaikan dulu. masih ada waktu sebelum makan siang. aku akan nunggu di dalam kamar istirahat sampai kamu selesai " ucapan Angel seperti ultimatum. Matthew langsung menggangguk patuh. takut jatahnya dikurangi kalau dia ngeyel. begitulah biasanya satu ancaman besar Angel.
"puas kalian" dengus Matthew menatap kedua sahabatnya dengan Jengkel
"sangat puas" kompak Martin dan Leo
"mengganggu saja"
"S...S...M...L.. suka suka Martin dan Leo " Martin balas meledek Matthew membuat pria itu makin jengkel.
walau ogah-ogahan dan kesal Matthew tetap menyampaikan suatu berita penting tentang keberadaan Gideon dan Vivi. dia mendapat info ini dari teman kuliahnya dulu yang seorang hacker di Berlin, jerman. sepertinya pria itu lebih cepat dari pergerakan leo karena harus berbagi waktu juga dengan mencari informasi tentang masalah yang dihadapi melvin.
Namun untuk keberadaan gideon, sudah dilacak Leo bahkan mereka sudah berhasil mengelabui pria itu dengan alasan bisnis. Gideon kini sudah berada di Indonesia dan menginap di salah satu hotel mewah milik Dirgantara Grup. karena pria itu diimingi akan melakukan pembahasan kerja sama. dalam hal ini, Exel juga terlibat penuh. Melvin secara khusus mendatangi exel dan meminta bantuanpria itu. karena di sini, orang yang meraka cukup kenal dan punya bisnis entertaiment hanya exel. di sini juga entah sejak kapan, Matthew mencoba mengakrabkan diri dengan pria itu. bahkan saat exel memberi kado pernikahan untuk dirinya dan Angel, dia menerima tanpa ada rasa cemburu.
30 menit berlalu akhirnya perbincangan itu selesai dan Matthew kembali mengusir kedua sahabatnya.
"sudah selesai kan, sana pulang"
"galak amat bro"
"kayak anak gadis lagi PMS"
ejek Martin dan Leo yang tidak direspon Matthew karena kini dia justru berjalan menuju kamar kecil di ruang tersebut tempat istrinya menunggu.
tidak lama, dia keluar sambil menggandeng tangan Angel dan namun lagi-lagi kesal melihat Leo dan Martin masih di sana.
"kenapa belum pergi, kan sudah selesai"
"lapar Matt. masa dari tadi kamu nggak sediain kopi atau snack buat kami. kan kami tamu penting" ujar Martin membela diri padahal memang dia niat sekali mengerjai Matthew dan membatalkan isi otak pria itu yang juga dia sadar seperti apa.
sama halnya dengan martin, Leo juga ingin mengerjai Matthew.
"wah sepertinya tadi kakak ipar bawa makanan banyak. boleh nebeng nggak. lapar banget" Leo memegang perutnya seolah memang sangat lapar.
Matthew bermaksud menolak namun lebih dulu direspon Angel yang sudah pasti setuju
"tentu saja boleh. aku bawa banyak kok. ayo kita makan bareng. iya kan hubby?" Angel menoleh dan bertanya pada Matthew yang nampak kusut dan kesal
"Iya" jawabnya tidak semangat
"kakak ipar memang terbaik"
"sangat pengertian. Benar-benar idaman"
timpal leo dan martin dan tentu membuat Matthew makin dongkol. batal deh rencana mesumnya.
__ADS_1