Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Memohon


__ADS_3

Hari minggu biasanya digunakan orang untuk menikmati moment keluarga. begitu juga dengan keluarga Dirgantara. hari ini di rumah mama vita, suasana cukup ramai karena keluarga Jhonson, minus Diana, datang berkunjung. tadi kedua keluarga besar ini bertemu di gereja setelah melakukan ibadah wajib.


ocehan baby Gilbert, putra dari melvin dalam gendong selena begitu menggemaskan dan mampu menarik perhatian semua orang. bayi lucu itu sudah berusia lima bulan. badannya begitu montok dan berisi.


melvin dan Selena nampak kompak mengajak baby Gilbert berbicara. mereka sudah terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia. namun hanya keluarga dan sahabat yang tahu, keduanya tidak menjalin hubungan apapun kecuali saudara angkat.


melihat itu, Matthew dan Angel tersenyum penuh arti. walau gugatan perceraian dari melvin belum disetujui oleh Diana, tapi sudah besar kemungkinan perpisahan itu pasti akan terjadi. apalagi kini Diana sudah hampir tidak pernah ikut dalam acara keluarga. seolah menghindar dan menghilang.


melvin sendiri sebenarnya akhir-akhir ini merasakan perasaan berdebar hebat saat berdekatan dan menatap wajah cantik selena. dia akui, dirinya terlambat memahami perasaan suka dan cintanya pada gadis itu, yang sempat berkali-kali dia tolak kehadirannya.


sambil menikmati cemilan dan minuman mereka bersenda gurau. tentu hal ini mampu membuat perasaan angel lebih tenang dan bisa sedikit melupakan kesedihan atas kehilangan mama vita.


di tengah suasana menyenangkan itu, tiba-tiba seorang pengawal muncul dan melaporkan di luar ada seorang wanita muda yang ingin masuk.


"wanita itu ingin berbicara dengan nona enzy, tuan" lapor pengawal tersebut pada Dad marcel.


"persilakan dia masuk"


tidak lama, muncul seorang wanita yang sangat familiar dalam penglihatan dan ingatan mereka.


"Laura" ucap enzy lirih sekaligus kaget melihat siapa yang mencarinya


"selamat siang semua" sapa Laura cukup ramah.


Ya, yang baru saja datang adalah Laura. entah ada angin apa, wanita itu berkunjung ke sana. mendadak suasana dalam ruangan itu membisu..


Leo sudah siaga di samping sang istri, was-was kalau ada kemungkinan suatu hal terjadi.


tanpa ada obrolan lanjut, Laura yang sudah berada tepat di hadapan enzy langsung saja menjatuhkan tubuhnya. dia berlutut seraya mengatup dua tangan di depan dada bahkan matanya sudah menganak sungai.


tentu saja tindakan wanita itu membuat semua kaget dan kebingungan.


"apa yang kamu lakukan?" tegur angel mencoba membangunkan wanita itu namun dihalangi Matthew.


"biarkan saja" cegahnya

__ADS_1


"tapi hubby.."


"suttt, tenang sayang"


enzy pun lebih terkejut lagi. ada gerangan apa laura berbuat seperti itu.


"apa yang kamu lakukan. cepat berdiri! "


Laura menggeleng dan menatap enzy cukup tajam. dia seperti tengah memendam emosi yang siapa meledak.


"aku mohon tolong jangan mengambil mommyku. orang tuaku sekarang mau bercerai gara-gara keberadaan kamu. daddy sampai masuk rumah sakit memikirkan keluarga kami yang berantakan. aku kehilangan suasana keluarga bahagia. bisakah kamu menghilang saja. kenapa kamu harus ada kalau ujungnya membuat masalah seperti ini untuk orang tua ku"


deg


jantung enzy rasanya mau copot mendengar ungkapan dan permintaan Laura. sungguh dia tidak pernah ada keinginan untuk mengacaukan kehidupan orang lain. dada enzy begitu sesak. dia merasa sangat tidak diinginkan untuk berada di dunia ini. air matanya perlahan meluncur.


"hei kau sialan, apa yang kau katakan dengan mulut sampah mu ha!!! berani sekali kau berbicara seperti itu pada istriku" hardik leo emosi mendengar istrinya dijadikan alasan perceraian orang tua laura. Leo mengeratkan pelukan pada pinggang istrinya.


melihat suasana kurang kondusif, melvin dan Selena memutuskan membawa baby Gilbert ke halaman belakang.


"kak, jangan dengarkan dia" Angel jadi mendekat dan mengelus punggung kakaknya. dia juga menatap tajam Laura yang seperti tidak merasa bersalah sama sekali.


"tidak sebelum kamu menuruti perkataan ku" tolak laura dan kini wajahnya penuh air mata disertai gambaran emosi.


"Aku tidak pernah punya keinginan untuk merebut orang tua kamu. Nyonya isabella adalah ibu kamu. sampai kapan pun akan seperti itu. kalaupun orang tua kamu memutuskan untuk berpisah, itu menjadi urusan mereka, bukan karena aku. karena aku tidak melakukan apapun yang menjadi alasan perpisahan mereka. walaupun nanti nyonya isabella sampai datang dan mengakui aku sebagai putrinya. aku tidak akan menerima. aku hanya mengenal satu wanita sebagai orang tua ku, yaitu mama vita. tidak ada selain itu. jadi kamu tidak perlu memohon seperti ini. Lekaslah berdiri"


enzy seolah melepaskan semua emosinya saat ini. walau ada kesakitan saat mengungkapkan semua itu, dia tetap mencoba tegar. walau tidak dengan nada kasar namun perkataannya terdengar seperti bentuk kemarahan.


Laura tetap tidak mau berdiri. dia ingin mendengar enzy mengatakan langsung kepada mommy nya bahwa wanita itu menolak nyonya isabella sebagai orang tuanya.


"Bisakah kau bertertemu mommyku dan mengatakan kau tidak akan menerima dia sebagai orang tua. juga katakan padanya untuk tidak bercerai dari daddy ku. apakah kau bisa berjanji?"


sungguh permintaan yang aneh. semua orang di sana sampai mengela napas mendengarnya.


"itu bukan urusan ku. kenapa bukan kau sendiri saja yang memohon. kau kan putri mereka " tolak enzy yang kini merasa kesal. dia langsung duduk di sofa. tidak kuat menopang tubuhnya kalau berdiri terus.

__ADS_1


"kau dengar perkataan istriku. cepat pergi dari sini. bikin kacau saja" tegas leo yang tidak kuat melihat kesedihan enzy.


"nak laura, Sekarang enzy adalah putriku. saya tidak akan membiarkan siapa mengambilnya. termasuk ibu kamu. pulanglah "


sedari tadi Ayah damian hanya menunggu moment yang tepat mengungkapkan kekesalannya. ungkapan ayah damian seharusnya begitu menohok jantung nyonya isabella kalau wanita itu ada di sana. tapi di sini laura yang datang memohon. tetap saja dia tidak yakin.


mom helena terlihat mendekat, setidaknya dia masih melihat sisi kerapuhan laura karena kondisi orang tuanya tidak baik-baik saja.


"Laura, apakah kau tidak merasa malu berlutut dan memohon seperti ini. kau memohon pada orang yang bahkan tidak melakukan apa yang kamu tuduhkan. berdirilah "


"tante tahu apa, ha? lepaskan!" geram laura dan dengan kuat mendorong mom helena.


"Sayang!!"


"momm"


"kakk"


Teriak dad marcel, Matthew, Angel dan mommy Yohana kompak. mom helena jatuh terhempas ke belakang. niat hati ingin membantu menasihati dan membangun laura justru dia didorong hingga terjatuh.


"mom, tidak apa-apa?" tanya Angel khawatir mencoba membantu mertuanya. tapi di cegah dad marcel yang kini membangunkan sang istri dan memeluknya.


"plakk"


bukan dari Matthew atau dad mercel. tamparan itu datangnya dari mommy Yohana.


"dasar tidak punya sopan santun. cepat pergi dari sini!!"


laura yang mendapat tamparan, memegang pipinya yang sakit. dia terlihat marah memandang mommy Yohana. wanita itu sebenarnya seorang yang lembut. tapi melihat saudari nya diperlakukan seperti tadi, dia menjadi emosi.


"seret dia keluar " perintah daddy Jhonson yang padahal diam-diam memangil pengawal.


"lepaskan. aku bisa keluar sendiri!" laura memberontak dari cekalan pengawal. sebelum benar-benar keluar dia berbalik. menatap penuh emosi dan dendam pada enzy. tapi enzy tidak menghiraukan. dia menangis sesegukan dalam pelukan leo.


"kak, jangan pikirkan apa yang laura bilang. kakak tidak sendiri, Kita semua adalah keluarga kakak" ucap angel menghibur kakaknya.

__ADS_1


"benar kata adik kamu. bahkan kini kamu punya mom sebagai orang tua " kata mom helena menimpali setelah menenangkan dirinya tadi.


enzy tidak bersuara. dia hanya mampu mengangguk antara bersyukur dikelilingi orang-orang baik juga merasakan sakit, mendapat penolakan akan keberadaannya. karena secara turunan, Laura juga adalah adiknya, walau beda ayah. karena mereka terlahir dari rahim yang sama.


__ADS_2