
Tidak terasa dua mingu berlalu. Kini Kampus tempat Angel mengajar akan memasuki masa libur semester setelah menyelesaikan rangkaian UAS. Angel sendiri walau sudah memasuki masa liburan masih sibuk dengan pemeriksaan lembar jawaban mahasiswa dan setelahnya mengupload nilai ke portal akademik.
selama dua minggu ini, Matthew tidak henti-hentinya mengganggu Angel dengan tingkah konyolnya. ada-ada saja cara pria itu yang berhasil membuatnya tersenyum lepas tanpa kaku lagi. membawanya bunga, dan di sela kesibukan keduanya, Matthew masih sempat mengajaknya ke tempat hiburan. berkunjung ke pasar malam dan masih ada lagi.
namun siang ini, tidak seperti biasanya Matthew bahkan belum menampakkan batang hidungnya di restoran Selera Kita. angel juga merasa sedikit kecewa. karena akhi-akhir ini, dia entah kenapa merindukan kehadiran pria itu. karena sudah masuk masa liburan, pemeriksaan lembar jawaban mahasiswa tidak harus dilakukan di kampus. makanya Angel lebih memilih melakukan pekerjaannya di ruang khusus untuknya di restoran. Dia di sana juga sambil memantau aktivitas restoran.
sementara itu, di kantor Dirgantara Grup, Matthew yang tadinya sudah bersiap menemui Angel justru tertunda karena kehadiran sahabatnya Melvin yang terlihat agak kacau. penampilan yang berantakan serta lingkaran hitam mata yang nampak jelas. pria itu juga membuat Matthew kesal karena ke sana hanya untuk numpang tidur tanpa mengatakan apapun. Namun saat Matthew akan pergi melvin justru melarang dan meminta untuk menemani dirinya di sana. Saat ditanya ada masalah apa, malah dijawab dengan Gelengan oleh Melvin.
"kau ini sebenarnya kenapa? dari tadi melarang aku pergi tapi tidak mau bicara. kau membuat rencanakan siang ini berantakan" ujar Matthew dengan berdengas kesal melihat temannya yang tidak jelas.
"apa Diana tidak memberi kamu jatah Mel. kau terlihat khusut seperti pria puasa celup mencelup seminggu padahal Diana masih lama melahirkan " Leo ikut menimpali karena sedikit aneh melihat penampilan melvin yang berantakan.
"jangan menyembut namanya sialan " dengus Melvin tak suka entah karena apa.
"oke, oke. calm down brother. butuh kopi atau teh? " ujar Leo yang kini memahami sepertinya Diana menjadi alasan temannya itu bad mood.
"Matt, mau kopi?" Leo kembali bertanya pada Matthew karena si Melvin biang masalah tidak merespon.
"boleh Leo, sekalian kamu juga sepertinya rencanaku bertemu Angel akan gagal" ujar Matthew dengan masih kesal.
Leo keluar menuju pantri hendak menyedu kopi, namun di sana dia bertemu seseorang yang menawarkan bantuan. Leo mengiyakan dari pada harus bersama-lama di sana.
Leo kemudian masuk kembali ke ruangan Matthew.
"mana kopinya?" tanya Matthew begitu melihat Leo kembali dengan tangan kosong
"nanti akan ada yang datang, tadi kebetulan dia tawar sendiri untuk buatkan kita kopi" Jawab Leo tanpa beban. dia sebenarnya terkekeh geli, sepertinya akan ada drama apa sebentar lagi.
Matthew meski bingung tetap mengangguk paham. tidak berselang lama, pintu ruangannya diketuk dari luar.
"masuk" Jawab Matthew singkat
"permisi tuan muda Matthew saya membawakan kopi spesial untuk anda" ujar seorang wanita dengan mendayu seksi. wanita yang selama di perusahaan membuat Matthew jengah dan juga jijik dengan kelakuannya. wanita itu sudah pasti si Margaret.
"simpan saja di situ" Jawab Matthew datar
"apakah tuan Matthew sedang merasa lelah. kelihatan letih?" tanya Margaret sok perhatian karena melihat penampilan Matthew yang sedikit berantakan akibat kesal tidak jadi menemui pujaan hatinya.
dengan percaya dirinya Margaret menghampiri Matthew. dia merasa pria idamannya itu sedang sungguh lelah karena saat ini sedang memajamkan mata, dan memijit pelan hidung mancungnya. sempat terdengar helaan napas kasar dari bibir Matthew.
dengan lancang Margaret menaruh tangan dipundak Matthew bermaksud untuk memijit pria itu barang kali nanti akan kepincut belaian tangannya. dia tidak tahu, Matthew seperti itu karena gagal bertemu kekasih hatinya ditambah dengan kehadirannya di situ dengan penampilan yang merusak iman Matthew dan sekarang malah mau bertingkah. dengan tidak disangka Matthew justru meluapkan amarahnya pada Margaret.
"apa yang kau lakukan sialan. singkirkan tangan kotormu itu!" Teriak Matthew lantang dengan wajah garangnya.
"tapi Tuan bukankah anda letih?" Jawab Margaret masih berani menatap Matthew yang sungguh menggoda imannya .
"keluarr!!!" bentak Matthew mengusir Margaret yang masih kesemsem menatapnya.
'sial, kenapa dia makin seksi saat berantakan dan marah seperti ini ' batin Margaret menjerit. kalau Matthew suka, dia pasti dengan suka rela membuka selangkqngqnnya untuk pria itu. tapi Matthew menolaknya keras yang justru membuat dia semakin ingin memiliki Matthew.
__ADS_1
"berisik banget sih" ujar melvin kesal karena teriakan Matthew mengganggu tidurnya tadi.
Margaret yang mendengar suara lain di ruangan itu segera menoleh ke sumber suara. dia semakin terpukau melihat melvin.
'aduhhh kok ruangan ini isinya cowok cakep semua sih' batin Margaret semakin berteriak. Tiba-tiba dia ingin sekali merayu para pria tersebut.
"kenapa masih bengong di sini. sana keluar!!"
"ii-yya tuann" Jawab Margaret berjingkat kaget dan berlari keluar karena Matthew kembali membentaknya dengan galak.
sementara Leo yang melihat itu justru terkikik sendiri. inilah drama yang dia maksud tadi.
"kenapa kamu malah tertawa, haaa" tanya Matthew kesal melihat Leo yang justru hanya terkikik sekarang.
"tidak matt" Jawab Leo cepat dengan sekuat tenaga menahan tawanya.
setelah melewati drama yang membuatnya kesal, sorenya, setelah dari kantor, Matthew tidak pulang ke rumah. dia ke apartemen lamanya untuk sekedar mandi dan berpakaian di sana. dia berencana akan mengujung kekasihnya sore ini.
tidak sampai satu jam Matthew sekarang sudah sampai di restoran Selera Kita dan masuk menuju ruangan Angel. Dia tahu gadis itu di sana setelah menanyakan pada satu pelayan resto.
dia mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada sahutan, akhirnya dia memutuskan untuk masuk, takut terjadi sesuatu di dalam. karena ini masih terlalu sore untuk tidur dan gadisnya tidak pernah tidur di jam seperti ini.
Namun saat dia masuk, apa yang dia lihat tidak sesuai kekhawatirannya, Angel saat ini sedang duduk manis di belakang mejanya sambil bersandar di kursi. nampaknya gadis itu fokus melihat ponsel bahkan sedang tersenyum entah karena melihat apa. Matthew menjadi curiga dan sangat penasaran.
'jangan bilang dia lihat foto pria tampan'
'jangan-jangan dia chatting romantis dengan si exel'
Dia berdehem mencoba untuk mengalihkan perhatian Angel namun gadis itu terlalu larut dengan ponselnya. Apa yang sebenarnya dilihat gadisnya itu. rasa penasaran Matthew semakin besar. maka dengan langkah lebar dia menghampiri Angel dan dengan cepat merebut ponsel gadis itu.
"lagi liatin apa sih, sampai aku ketik pintu, masuk dan panggil tidak didengar" ujar Matthew sebal setelah berhasil mengambi ponsel Angel dan mengangkatnya tinggi karena Angel mencoba mengambil ponselnya kembali.
"eh kakak ngapain sih. balikin ponsel ku" ujar Angel yang ikut kesal karena Matthew mengganggu aktivitas tukar pesan dan curhatnya dengan sahabatnya bestie.
sementara Matthew saat ini mengkerutkan keningnya setelah tidak sengaja ehhhh maksudnya sedikit kepo melihat isi ponsel Angel. dia nampak sedikit terkejut juga geli, rupanya sedari tadi gadisnya itu sedang curhat dengan bestie tentang malam pertama pengantin baru.
"apakah para perempuan memang begini, apapun diceritakan bahkan malam pertama juga, ukuran milik pria juga?" tanya Matthew geli sendiri melihat isi pesan dalam ponsel tersebut. tapi dia belum ada niat mengembalikannya.
"mana ada seperti itu" bantah Angel dengan bersemu karena ketahuan curhat yang tidak-tidak dengan sahabat somplaknya. Bestie yang entah kenapa hari ini balik bulan madu langsung menceritakan malam pengantinnya dengan Noval. sedikit geli tapi Angel tetap meladeni cerita sahabatnya
"nhi, lihat barusan masuk, 'ahh kau tahu, punya noval sangat besar sampai aku hampir pingsan bahkan sebelum memulai ' itu kata bestie" ujar Matthew dengan lancarnya membaca pesan yang barusan di kirim bestie.
"haaaaaa?" beo Angel kaget. tentu saja dia malu, temannya benar-benar ngawur ngirim pesan seperti itu. mana yang baca bukan dia tapi pria pemaksa di depannya.
"balikin. kakak kepo banget sih liat ponsel ku" pinta Angel dengan cemberut sambil meminta ponselnya.
"salah sendiri aku panggil tidak didengar. padahal lagi senangnya curhat yang begini, hmmm?"
"itu bukan aku, bestie yang cerita" bantah angel yang kini makin bersemu yang membuat Matthew gemas ingin menggigit pipinya.
__ADS_1
"balikin ponselku" pinta Angel lagi sambil berusaha mengambil ponsel yang di angkat Matthew tinggi-tinggi.
"peluk dulu. aku kangen seharian tidak ketemu" pinta Matthew dengan memelas
"peluk tembok saja sana" Angel menolak dengan cemberut
"atau cium saja, ya. pengen yang manis-manis. tapi dari bibir kamu" ujar Matthew gamblang yang membuat Angel bersemu sekaligus mendengus. enak saja pikirnya.
"pergi cium pintu saja sana"
"ya sudah ponselnya aku kantongi saja kalau begitu"
"nggak... nggak..balikin kak"
Matthew semakin gemas melihat gadisnya itu. ekspresi cemberut, kesal dan malu-malu nampak menyatu di wajah manisnya. karena tidak tahan dengan rindu dan rasa gemasnya, Matthew sontak menarik Angel dalam pelukan hangat dan erat.
"eemmmm kangen, banget sih"
cup
cup
cup
cup
cup
cup
"aku kangen sayang"
ujar Matthew seraya mengecup seluruh bagian wajah Angel saking rindu dan gemasnya.
terakhir dia ******* singkat bibir Angel yang sedari tadi menjadi fokus matanya. niatnya cuma sebentar ehh malah keenakan hingga membuat Angel kekurangan oksigen. dasar Matthew yang rakus.
Angel memukul-mukul dada Matthew karena merasa sesak untuk bernapas.
"kakak mau bunuh aku ya. sesak kak"
"maaf sayang, aku kangen banget"
"alasan. lepasin"
"ehhh jangan marah, hmm. salah sendiri mengabaikan pesan dan telepon ku dari pagi"
memang benar sepanjang hari ini, Angel tidak merespon pesan dan juga panggilanya. hal itulah yang membuat dia uring-uringan dan semakin kesal karena melvin yang datang ke kantornya hingga mengacaukan rencana bertemu dengan Angel.
angel mengabaikan perkataan Matthew dan kembali ke kursinya setelah berhasil mendapatkan ponselnya.
__ADS_1
Sore ini, dia yakin, akan menjadi sore seperti sebelumnya. Matthew akan bersamanya di sana hingga malam dan bahkan akan makan bersama di ruangan itu. dia tidak marah atau terpaksa. tapi kini, kehadiran Matthew yang sebelumnya dia rasa mengganggu kini menjadi hal yang juga dinantikannya setiap hari.