
Sehari setelah kedatangan Morena, Matthew memberi tahu orangtuanya kalau pertunangan mereka boleh dilakukan setelah melvin menikah. Awalnya Morena protes tapi saat mendengar Matthew mengatakan bahwa pria itu akan membatalkan pertunanngan kalau Morena tidak mau nurut. Mau nggak mau gadis itu diam dan kesal.
Saat sore pukul 4, Morena kembali merecoki Matthew, memaksa pria tampan itu menemaninya berbelanja kebutuhan selama di Indonesia. Morena mengatakan tidak membawa baju dari Berlin karena tidak ingin repot. Dia akan membelinya di mall Kota J saat berada di Indonesia. Matthew dengan terpaksa mengikuti Morena karena gadis itu sempat mengadu ke mom Helena. tentu saja mom Helena akan memaksanya untuk menemani Morena.
selama perjalanan, Morena terus saja mengatakan ini dan itu serta mengajak Matthew mengobrol. sementara pria itu tidak mempedulikan Morena sama sekali. Meski kesal, tapi Morena akan tetap menjaga sikap di depan Matthew.
Setibanya di mall terbesar Kota J, Keduanya menuju sebuah outlet yang hanya menjual pakaian branded dari merek tertentu dan tentunya sangat mahal. gadis itu langsung menuju bagian baju yang sesuai bentuk keinginannya dan pastinya saat ini Matthew akan menjadi ATM berjalan untuk Morena.
melihat Morena yang sibuk mencoba berbagai pakaian tanpa ada tanda-tanda berhenti, pria itu menjadi bosan. akhirnya dia memutuskan ke toilet karena panggilan alam.
Sementara di mall yang sama namun di outlet berbeda, Angel juga tengah mencari pakaian untuk kebutuhan pekerjaan. dia tidak membeli barang mahal karena baginya mahal atau pun murah to sama saja. barangnya sama-sama bisa dipakai. yang terpenting rasa nyaman saat memakainya.
Selesai Berbelanja, Angel menuju toilet karena sedari tadi dia menahan diri untuk membuang air kecil. Saat tengah serius berjalan, tanpa melihat ke arah depan Angel mencoba menaruh ponsel dalam tasnya. Namun, Tiba-tiba
Brukkkk
dia menabrak seseorang dari arah depan. Dengan kaget Angel menunduk sambil meminta maaf. Dia segera merapikan belanjaannya yang terjatuh di lantai.
"saya minta maaf. Saya tidak memperhatikan jalan. Maaf" ucap Angel merasa bersalah dan belum mengangkat wajahnya.
"Tidak masalah. Aku juga kurang hati-hati. kau tidak apa-apa?" tanya seorang di depannya dengan nada khawatir. Tentunya suara itu sangat Angel kenali hingga membuatnya kaget. Dengan cepat dia mengangkat wajahnya.
sejenak pandangan mereka langsung bertemu dan mereka sama-sama membeku di tempat. seperti ada atmosfer dingin yang kemudian membuat lidah mereka begitu kaku untuk bicara.
deg
deg
deg
Jantung Keduanya pun sama-sama menggila.
mata Angel sempat membola melihat pria yang tidak sengaja dia tabrak adalah Matthew. baik Angel dan Matthew tidak mampu menyembunyikan adanya gejolak perasaan di dalam dada. Matthew khususnya. pria itu bahkan memandang wajah Angel lekat, seperti ada tatapan sendu dan kerinduan di sana.
Menyadari itu, Angel langsung bersikap biasa saja dan berpura-pura seolah dia tidak merasakan apapun.
"Maaf, saya tadi buru-buru. Permisi" Ujar Angel dan mengambil langkah untuk pergi namun pergelangan tangannya di tahan Matthew. Merasakan itu, gelenyar aneh menjalar ke seluruh tubuh Angel. Seperti ada perasaan yang tidak asing dari sentuhan ini.
"tunggu, kau tidak apa-apa? apa ada yang terluka?" pertanyaan Matthew masih menyirat kekhawatiran sama dengan mimik wajahnya yang saat ini penuh rasa cemas.
"saya baik-baik saja" jawab Angel yakin. Saat akan melepas pegangan Matthew . Mereka berdua dikagetkan suara seorang wanita yang dikenali Matthew.
"Sayang, kau di sini rupanya. Tadi aku mencari kamu"
Entah sejak kapan, Morena sudah berada di sana.
__ADS_1
Angel menatap gadis itu lekat namun ada rasa bingung dalam pikirannya. Morena menghampiri Matthew dengan memasang senyum semanis mungkin. Saat Sampai di dekat Matthew, dia langsung menggandeng tangan pria itu.
"Sayang, tante Helena barusan telepon. Dia menyuruh kita untuk ke toko cincin mencoba cincin pertunangan kita" Ucap Morena manja dan bahagia tanpa memperhatikan keberadaan Angel di situ. entah apa maksud dari Ucapan gadis itu yang seolah menyeruhkan akan bertunangan dengan Matthew.
deg
'tunangan?' batin Angel bertanya sambil memandang dua manusia di depannya.
Karena merasa tidak ada lagi urusan di sana, Angel berbalik dan ingin langsung pulang saja. Tiba-tiba keinginannya untuk ke toilet hilang begitu saja, entah karena apa.
"oh hey, tunggu!" seru Morena saat Angel mulai melangkah
"saya?" tanya Angel dan menunjuk dirinya sendiri
"Iya kamu"
Angel menatap Morena sambil menunggu apa yang akan dikatakan gadis itu.
"kamu teman Matthew?" tanya morena ingin tahu padahal sebenarnya dia sangat tahu siapa Angel sebenarnya bagi Matthew. Namun dia berlagak seolah tidak tahu.
Angel tidak menjawab sama sekali. Justru dia melihat Matthew yang juga sejak tadi terus menatapnya.
"Sayang, apa dia teman kamu juga" kali ini Morena bertanya sama Matthew.
sama dengan Angel, Matthew pun diam dan terus saja memandang ke arah Angel. Morena nampak menahan perasaan dongkol dalam hatinya melihat itu.
tanpa menjawab, Angel berlalu dari sana. Entah kenapa perasaannya mendadak sangat sesak. melihat sosok Morena yang begitu sempurna secara fisik membuat Angel sebagai sesama perempuan menjadi merasa minder dengan dirinya sendiri.
'ada apa dengan ku' Gumam Angel lirih. Matanya nampak berembun dan dia mendadak ingin menangis.
Melihat Angel yang berlalu, Matthew merasa kehilangan. Dia ingin mengikuti langkah Angel namun cepat di tahan Morena.
"Aku lapar, ayo kita makan" ajak morena yang ingin mencegah Matthew
"saya kenyang " Jawab Matthew kesal
"Temani aku. kalau nggak, aku akan telepon tante" ancam Gadis itu.
Matthew mau tidak mau mengikuti Morena. bukannya dia takut, tapi dia hanya tidak mau mom Helena kecewa.
Sepulang dari Mall, Angel tidak langsung ke rumah. Melainkan menuju sebuah pasar malam yang sering dia kunjungi beberapa tahun terakhir.
Angel sadar sedari tadi perasaannya tidak menentu setelah bertemu Matthew dan melihat Kedekatannya dengan seorang wanita cantik. Angel yakin wanita itu adalah pacar sekaligus calon istri Matthew. Apalagi setelah mendengar langsung pengakuan wanita tadi.
'kenapa aku malah merasa sesak?' batin Angel terus menerus. Di tengah keramaian aktivitas pasar malam, Angel mencoba mencari ketenangan untuk dirinya. hingga sejam dia berada di sana, dia akhirnya berhenti di sebuah tempat penjual ubi, jagung dan kacang rebus. Dia ikut menikmati pesanannya dan duduk bersila bersama pengunjung lain.
__ADS_1
Di belakang Angel, tidak jauh dari gadis itu, seseorang juga ikut duduk. Sejak beberapa menit yang lalu, dia mengikuti setiap langkah Angel. tadi mengetahui gadis itu pergi seorang diri ke pasar malam, tentu membuat dia khawatir. dia mengikuti Angel setelah beberapa saat. Hingga saat sampai di sana, dia langsung mencari Angel di titik terakhir posisi wanita itu sesuai arahan supirnya, dsn akhirnya ketemu. Hati Matthew semakin bergejolak, karena setiap tempat yang disinggahi gadis itu adalah tempat yang sering mereka datangi juga saat masih bersama dulu.
'apakah kamu juga terus mengingatku? lalu bagaimana kamu bisa menerima lamaran exel?' batinnya sambil terus memantau arah langkah Gadis yang hingga saat ini tetap menjadi pemilik hatinya.
Hingga waktu menunjukan pukul setengah sepuluh malam, tidak ada tanda-tanda Angel berdiri. Gadis itu terus mengamati apapun yang ada di sekitarnya dengan tidak semangat.
"Ayo pulang " mendadak pria tadi menghampiri Angel dan mengajak wanita itu pulang.
deg
'tidak mungkin dia ada di sini. Bukannya dia sedang bersama kekasihnya?' batin Angel yang mendadak kaget mendengar suara pria tersebut. tentu dia tahu suara siapa itu.
Akhirnya Angel mendongak kepala untuk memastikan.
Benar saja, setelah pandangan mereka bertemu, Angel semakin kaget.
"Kak Matthew " lirih Angel Makin kaget.
"Iya, ayo pulang. sudah mau larut malam" Ujar Matthew tersenyum dan menggenggam tangan Angel lalu menariknya pergi dari sana.
Angel kaget juga bingung. Namun entah kenapa dia tidak mampu menolak ajakan itu. Dia bahkan terus berjalan mengikuti langkah Matthew.
ya, pria itu adalah Matthew. Tadi saat mengikuti Morena ke sebuah restoran dia meminta supirnya mengikuti kemana Angel pergi. Setelah mengetahui Angel berada di pasar malam, Matthew meminta sopir tersebut kembali ke mall untuk menunggui Morena dengan segala keinginan yang tidak ada habisnya dan mengantar gadis itu pulang. sementara Matthew berpura-pura menerima telepon penting dari kolega bisnis, padahal dia menyusul Angel ke pasar malam. Alasannya tentu saja dia mengikuti kata hatinya. Meski sudah melihat Angel di lamar Axel, dan dia menyetujui bertunangan dengan Morena, Hati Matthew selalu begitu kuat dengan satu Nama yaitu Angel.
Setibanya di parkiran, Matthew langsung membuka pintu depan mobil dan menyuruh Angel masuk.
Namun entah karena kesadaran yang sudah terkumpul, Angel menolak dan menyadari tindakannya yang mengikuti Matthew tanpa protes.
"masuk" suruh Matthew dan membukakan pintu depan mobilnya.
"tidak mau. lepasin. Aku bisa pulang sendiri" tegas Angel dan membebaskan tangannya dari genggaman Matthew.
"kamu tida bawa mobil kesini"
"bagaimana anda tahu. Apakah anda mengikuti saya? lagian, kan masih banyak kendaraan lain, taksi dan ojek juga masih ada"
"jangan banyak protes, ayo masuk"
"pokoknya saya mau pulang sendiri"
"terlalu berbahaya. ini sudah jam 10 malam. Ikut pulang dengan ku"
"anda ini kenapa memaksa sekali. Kalau mau pulang ya pulang saja sana"
Matthew merasa gemas dengan Sikap Angel yang menolak diantar namun tetap tidak mau beranjak dari sana. Artinya omongan dan hati gadis itu tidak sejalan.
__ADS_1
dengan gerakan cepat dia mengangkat Angel dan Mendudukannya ke dalam mobil. Dia segera memasang sabuk pengaman dan tidak menyadari posisi mereka yang bahkan hampir tidak berjarak.
Angel membeku merasakan aroma parfum serta hangatnya napas Matthew berhembus di sekitar lehernya. Saat selesai, Matthew menoleh, wajah keduanya begitu dekat hingga ujung hidung bahkan saling bersentuhan. Sumpah demi apapun Angel menahan napas sejak tadi. tatapan Matthew sangat dalam, bibir mereka sebentar lagi akan saling menyapa kalau Matthew bergerak sedikit saja. Karena merasa diposisi yang sangat membuatnya malu, Angel malah menutup mata. Matthew tersenyum dan ikut menutup mata kemudiaannnnn......