
Sudah tiga tahun lamanya Carlos ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan bus yang hendak membawa mereka pulang kampung. Meskipun tiga tahun berlalu namun untuk Carlos seperti baru beberapa hari ia ditinggal pergi, hidupnya terasa hancur, seperti kehilangan jalan hidupnya lagi, tidak ada lagi penyemangat saat dalam keterpurukan.
Carlos hidup sebatangkara disebuah rumah kecil yang sangat sederhana terletak dikota A. Ia merupakan seorang pengangguran, bukan karena ia malas namun ia menjadi orang yang pendiam dan putus asa seperti tidak memiliki semangat hidup ketika orang yang ia sayangi pergi untuk selama-lamanya. Untuk tiga tahun lamanya ia bisa makan dan minum oleh bantuan pamannya yang sangat baik dan pengertian.
...******...
[Pengenalan Karakter]
Carlos Vinson berusia 24 tahun, memiliki sifat pendiam, dingin, namun ia orang yang baik. Tinggi badan 174cm dan berat badan 59kg, memiliki rambut dengan style comma hair dan bola mata sedikit kecoklatan.
...******...
Malam yang indah ini tepat pukul 20.36 Carlos ingin pergi ke sebuah dermaga dimana ia akan bertemu dengan salah satu sahabatnya, Sebelumnya mereka memang sudah membuat janji untuk bertemu. Carlos pun melangkahkan kakinya segera menuju dermaga
Sesampainya disana sudah terlihat sahabatnya tengah duduk diujung dermaga sambil melemparkan beberapa batu kelaut.
"Hey...maaf lama," ucap Carlos mengangetkan Sahabatnya.
...******...
[Pengenalan Karakter]
Jonathan atau biasa dipanggil Nathan, memiliki sifat yang baik, peduli, dan sangat pengertian, serta ceria. Tinggi badan 172cm dan berat badan 56kg, rambut berwarna coklat dengan style undercut. Warna bola mata hitam.
Latar belakang
Merupakan satu-satunya sahabat yang selalu ada untuk Carlos. Kehidupan Nathan bisa dibilang cukup jauh dengan Carlos karena ia memiliki rumah mewah ditengah kota serta memiliki kedua orang tua yang lengkap dan Nathan sendiri merupakan siswa disebuah kampus terbesar di kota.
__ADS_1
...******...
"Eh lu ngagetin gw, hampir aja gw jatuh," ucap Nathan kesal.
"Siapa yang ngagetin sih? lu aja yang terlalu serius main batu kayak anak kecil," jawab Carlos tidak kalah kesalnya.
"Udah to the point aja kenapa lu ngajakin gw kesini?" lanjutnya.
"oh iya jadi gini...gw mau ngajakin lu untuk tinggal dirumah gw dan lu ga usah kahwatir karena orang tua gw setuju. Gimana mau ga?" ungkapNathan.
"Hah? Gila ya lu, ga! gw ga mau!" jawab Carlos menolak dengan tegas.
"Lah kenapa? Gw ga mau lu tinggal dirumah kecil itu dan gw ga tau lu makannya gimana? lu terawat apa enggak, gw ini perhatian sama lu los, lu itu sahabat gw," ujuk Nathan.
"Makasih sebelumnya tapi gw ga bisa, bukannya gw sombong tapi rumah itu berarti banget buat gw dan lu pasti ngerti alasannya," tutur Carlos.
"Terus lu makannya gimana? Masa mau repotin paman lu terus, kasian juga paman lu udah tua," ucap Nathan sembari melirik Carlos.
"Gw tau dan gw juga udah mikirin soal itu, nanti gw cari solusinya," jelas Carlos.
"Tinggal bareng gw aja, hidup lu bakal dijamin sama keluarga gw. Ayolah gw pengen bantu lu," ujar Nathan masih terus berusaha membujuk Carlos karena ia benar-benar kasian dengan kehidupan sahabatnya ini.
"Ga Nathan! Gw ga bisa," tolak Carlos.
"Kalo begitu lu harus cari kerjaan, gw harus pastiin lu punya pendapat untuk hidup lu," seru Nathan.
"Aduhh...gw masih ga ada niat kesitu," kata Carlos.
__ADS_1
"Mau sampai kapan sih lu ngurung diri dirumah terus? sampai lu tua?" cetus Nathan kesal.
"Lu harus semangat jalanin hidup, pikirin tuh paman lu yang kerja keras hidupin lu dan lu cuma terima makan doang," lanjut Nathan.
"Jawaban gw masih sama, kalo gitu gw pulang dulu," ujar Carlos.
"Ha..keras kepala amat, yasudah cari kerjaan lu," ucap Nathan sambil bangkit dari duduknya.
"Iyaa iyaa, gw pamit makasih udah mau bantu gw," balas Carlos.
Carlos pun berbalik badan dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Nathan dengan senyuman tipis yang perlahan memudar.
Sama seperti Carlos, Nathan pun juga pergi melangkahkan kakinya kearah yang berlawanan dengan Carlos. Ia masih tidak habis pikir dan sedikit kecewa dengan penolakan Carlos tapi ia juga tidak mungkin memaksa sahabatnya itu yang jelas-jelas menolaknya berkali kali.
Sesampainya dirumah Carlos langsung berjalan menuju meja kecilnya yang dimana terdapat foto semasa keluarganya masih hidup, perlahan matanya mulai berair dan meneteskan air mata.
"Ibu...Ayah, Apa kabar? Jangan tanya balik ke aku ya karena aku sedang tidak baik," ucapnya kemudian meletakkan kembali foto itu dan berjalan menuju kasur kecilnya.
Perlahan ia merenungkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya Nathan dan memang benar sepertinya ia harus bangkit dari keterpurukannya selama tiga tahun, dan ia harus mencari pekerjaan besok. Karena ia tau pasti orang tuanya sangat sedih melihat keadaannya seperti ini dan juga ia tidak ingin selalu merepotkan pamannya.
Setelah memikirkan semua itu Carlos kemudian memejamkan matanya dan perlahan ia tertidur.
Bersambung...
Hallo^^ Author masih pemula mohon saran dan kritiknya, semoga kalian suka sama ceritanya.
Harap tidak plagiat ya, mencari ide itu sudah lhoo
__ADS_1