
Pagi hari, Papi Mario mendatangi Mansion Utama dimana Mami Siska berada.
"Mas kamu akhirnya datang juga, banyak sekali ingin ku ceritakan dengan mu." Mami Siska senang Papi Mario datang, ia tidak tau kedatangan Papi Mario itu ada maksud tertentu.
Papi Mario hanya tersenyum, wanita yang ia pilih menjadi pendamping hidupnya ternyata adalah wanita berhati iblis. Ia pun menyesali menikahi wanita di hadapannya sekarang.
"Siska, the point aja. Ini surat perceraian kita..." Papi Mario menyodorkan amplop coklat.
"Tidak mas, aku tidak mau bercerai dengan mu. Aku janji akan memperbaiki sikap ku." Mami Siska memegangi tangan Papi Mario. Ia meneteskan airmata.
"Aku sudah beberapa kali memberikan kesempatan untuk mu, tapi kamu tidak berubah. Kamu tenang aja, harta dan perusahaan selama kita menikah akan menjadi milik mu dan Abbas." Papi Mario melepas tangan Mami Siska.
"Mas, aku mohon maafkan aku. Aku tak sanggup berpisah dengan mu." Mami Siska duduk di lantai dan memegangi kaki Papi Mario.
"Aku sudah memaafkan mu, tapi aku tak bisa lagi bersama mu. Bangunlah, aku yakin setelah kita berpisah. Mungkin aku bukan yang terbaik untuk mu, di luar sana banyak pria yang lebih baik untuk mu." Papi Mario membantu Mami Siska dan mengelap airmata Mami Siska.
"Aku ngga mau yang lain, aku maunya sama kamu. Apa ini gara-gara Alsava atau Aisyah sudah kembali, membuat mu kembali goyah." Terpancar mata Mami Siska ada rasa kebencian.
"Ini bukan karena siapa-siapa, aku seperti ini karena sikap mu. Lihatlah, kamu tidak menyadari kesalahan kamu apa. Kamu malah menuduh oranglain, ini sikap salah satu yang aku tidak suka dari mu. Aku sangka kita menikah akan merubah sikap mu, tapi apa. Malah sikap kamu tambah, membuat aku ifil sama kamu dan perlahan-lahan cinta ini pudar. Aku sudah mencoba untuk mempertahankan pernikahan kita, tapi dengan sikap mu seperti ini membuatku jengah dan tidak betah. Di tambah lagi kamu selalu kasar sama Alsava dan menghinanya abis-abisan, aku menjadi muak melihat mu dan segera berpisah dengan mu." Papi Mario melototi Mami Siska.
"Maafkan aku, aku salah." Mami Siska menunduk, ia menyadari sikapnya selama ini.
__ADS_1
"Sudah aku maafkan, sekarang aku sudah tidak punya apa-apa. Yang ku punya adalah villa yang berada di Bali, aku mau menghabiskan masa tuaku disana. Semoga kamu bahagia Siska, aku pamit. Ku harap besok kamu datang ke pengadilan dan aku akan mengurus semua dokumen untuk ku alihkan ke kamu dan Abbas, salam buat Abbas. Papi minta maaf, belum bisa menjadi Papi yang baik." Papi Mario mengelus rambut Mami Siska, lalu pergi.
"Ini pasti karena Aisyah, pasti itu. Tidak akan ku biarkan Aisyah bersama mu, aku akan buat perhitungan sama Aisyah. Dia udah berani mencuci otak Mario, agar bercerai dengan ku." Kata Mami Siska mengelap sisa airmata dan bergegas mengganti pakaian.
"Setelah berpisah dengan ku, aku berharap sikap mu berubah." Papi Mario menatap lama Mansion Utama, kenangan masa lalu terbayang kembali.
"Selamat tinggal Siska, semoga kamu bahagia." Papi Mario masuk ke dalam mobil.
"Yon, kamu pantau terus Siska. Aku takut dia melakukan kejahatan, dia itu tidak pernah menyadari kesalahannya. Dia akan membuat perhitungan ke Alsava atau pun Aisyah, sebenarnya tidak ada sangkut pautannya dengan perceraian kami." Papi Mario memerintahkan Dion si kaki kanannya yang sudah menjadi anak angkatnya.
"Baik, Pi. Semoga Papi bisa bahagia dan tidak ada tekanan, Dion yakin di Bali Papi nanti mendapatkan pendamping lebih baik dari Mami Siska, apalagi disana banyak bule-bule yang semok dan aduhai." Goda Dion.
"Kamu bisa aja, udahlah kita ke tempat pengacara pribadi ku." Papi Mario menggelengkan kepala.
"Kamu tenang aja, mereka tidak tau. Perusahaan itu aku atas namakan Alsava."
"Leganya, kirain mereka tau. Pi."
"Udah ngga usah pikirkan."
Perusahaan besar yang di Indonesia itu milik Papi Mario, walau pun pemegang saham 25% milik keluarga Alsava. Karena keluarga Alsava membantu Papi Mario membuat perusahaan baru, ternyata dalam waktu dekat perusahaan tersebut melaju pesat. Itu berkat bantuan Alsava dan Nufail, perusahaan itu bernama Al Group.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, Vote dan Komentarnya... See you... 😘😘😘