
Eliana langsung di bawa kerumah sakit, Dokter Chelsea sedang menunggu Eliana.
"Lagian ngeyel banget tuh manusia, gue kasih tau jangan kemana-mana dulu." Gerutu Dokter Chelsea.
Tak Lama Kemudian, Pelayan Mansion utama membawa Eliana yang sudah tidak sadarkan diri.
"Cepat kalian bawa kedalam." Perintah Dokter Chelsea.
Tubuh Eliana di taruh di ranjang.
"Kalian sekarang kembali ke Mansion, urusan Eliana biar saya." Kata Dokter Chelsea.
"Baik,." Pelayan.
Eliana di periksa oleh Dokter Chelsea.
"Ya Allah, kenapa ini jadi kebuka lagi jahitannya dan ini seperti infeksi." Dokter Chelsea kaget melihat kela*** Eliana.
"Sebenarnya loe abis ngapain bisa sampai seperti ini." Gumam Dokter Chelsea.
Akhirnya Dokter Chelsea sudah bisa menanganinya langsung.
"Alhamdulillah, kelar juga." Dokter Chelsea mencuci tangan.
Kemudian, Eliana terbangun dari pingsannya.
"Ini dimana?." Eliana celingak-celinguk.
"Di rumah sakit." Dokter Chelsea ketus, ia sangat marah Eliana ngga denger omongannya.
"Ooo... Ya udah, gue mau istirahat." Eliana kembali tidur lagi.
"Ish! Nyebelin banget si loe, ngga tau apa gue lagi marah. Terserah loe mau ngapain gue nga peduli." Dokter Chelsea marah dan keluar dari ruangan.
__ADS_1
"Huh! daripada gue marah-marah ngga jelas, lebih baik gue lihat Baby Satria." Katanya lagi, lalu pergi keruang Baby Satria.
"Itu kan Dokter Chelsea." Dokter Erik melihat dari kejauhan, lalu ia mengikutinya.
Tiba di ruang Baby Satria, Dokter Chelsea menggendong Baby Satria.
"Kamu ganteng banget ya, semoga sikap Kamu jangan seperti Mommy mu." Dokter Chelsea mencium kening Baby Satria.
Dokter Erik diam-diam memperhatikan gerak-gerik Dokter Chelsea.
"Mommy mu itu ngeyel, udah tau ada penyakitnya. Masih aja memikirkan harta yang bukan miliknya." Kata Dokter Chelsea yang masih menimang Baby Satria, ruangan ini tidak ada seorang pun.
"Penyakit apa yang di derita Eliana, gue harus cari tau." Batin Dokter Erik menatap Dokter Chelsea yang asyik menimang Baby Satria.
"Astaghfirullah... Dokter Erik... Bikin gue kaget... Untung ini bayi kagak lepas dari tangan gue." Dokter Chelsea kaget dan marah hampir aja Baby Satria lepas dari tangannya.
"Hehehe... Sory, bis gue tadi udah ngucapin salam. Tapi loe malah asyik gendong Baby Satria." Dokter Erik mendekati Dokter Chelsea.
"Abis Baby Satria sangat gemesin." Dokter Chelsea menciumi seluruh wajah Baby Satria.
"Buat emang adonan, buat langsung jadi." Dokter Chelsea mengerucut bibirnya.
"Hahaha... Oia tadi gue ngga sengaja dengar yang sakit itu Eliana?." Dokter Erik tertawa dan menowel pipi gembul Baby Satria.
"Iya, gue juga baru tau pas dia lahiran." Dokter Chelsea menaruh Baby Satria ke ranjang dan menatap Dokter Erik dan menghela napas, karena sejak tadi jantungnya berdetak kencang.
"Sakit apa emangnya." Dokter Erik penasaran.
"Kanker rahim, gue belum pasti banget udah stadium berapa." Dokter Chelsea melipatkan tangan di dadanya, untuk mengatur jantungnya yang berdebar kencang.
"Ooo... BTW Loe ada di pihak Eliana?." Tanya Dokter Erik.
"Gue dipihak Eliana karena dia pasien gue, tapi kalau untuk urusan dia melakukan kejahatan gue ngga di pihak Eliana. Gue tau loe itu sahabat Abbas dan loe sedang menyelidiki kan?." Ucap Dokter Chelsea.
__ADS_1
"Iya gue sahabat Abbas, gue ngga mau sahabat gue merana karena Eliana... Bagus lah loe tidak di pihak Eliana yang jahat, jadi gue tertarik sama loe." Ucapan Dokter Erik membuat Dokter Chelsea merah merona.
"Ma-maksud loe apa?." Kata Dokter Chelsea.
Dokter Erik mendekati Dokter Chelsea.
"Chel, gue ini orang yang susah untuk jatuh cinta. Entah sejak bibir ketemu gue merasa ada yang beda di dalam diri gue." Dokter Erik Memegang tangan Dokter Chelsea.
"Loe itu cantik dan banyak laki-laki yang ingin memiliki loe, jadi sebelum itu laki-laki dekat sama loe. Gue panjer dulu, mau kan loe selalu di sisi gue. Jadi pacar gue." Katanya lagi, hingga membuat hati Dokter Chelsea berbunga-bunga.
"Kok diam aja, jawab dong."
"Ah! Iya, gue mau jadi pacar loe." Dokter Chelsea malu-malu.
Cup
Dokter Erik mencium bibir Dokter Chelsea dan melumatkan.
"Terimakasih, ya." Dokter Erik mengecup kening Dokter Chelsea.
"Iya." Dokter Chelsea tersenyum.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.