
Sekitar 20 menit Shifa dan Carlos tiba disalah satu cafe yang cukup terkenal dikota ini dan ini juga pertama kalinya Carlos ketempat semewah ini.
Untuk orang yang sederhana seperti Carlos tentu membuatnya terpukau saat memasuki cafe itu, kedua matanya tidak lepas dari setiap sisi cafe ini.
Seketika Carlos memperhatikan pakaiannya kemudian memperhatikan semua pengunjung cafe ini, dirinya merasa tidak nyaman terlihat sekali penampilannya yang sangat jauh dari pengunjung disini.
"Sebaiknya kita kembali dan mencari tempat lain" ujar Carlos dengan suara pelan.
"Ngomong apa sih? Kita udah sampai masa mau pergi" ucap Shifa kemudian berjalan disalah satu meja kosong yang berada disudut ruangan.
"Em..." Carlos yang terlihat tidak nyaman hanya bisa berdiam diri mengiyakan kemauan Shifa.
"Lu mau pesan apa?" tanya Shifa sambil memegang buku menu.
"Ga usah" jawab Carlos singkat.
"Yaudah samaain dengan pesanan gw deh" ucap Shifa kemudian memanggil pelayan untuk meminta pesanan.
"Langsung aja kita mau bahas kerjaan yang gimana?" Carlos yang memang tidak betah langsung menginginkan inti dari tujuan mereka kemari.
"Ya iya sabar, pesanan aja belum datang" jelas Shifa sambil memangku dagunya ditangannya.
Sekitar 10 menit akhirnya pesanannya datang, Shifa hanya memesan dua minuman Chocolat coffe karena Shifa tau mereka tidak akan lama mengingat Carlos yang sepertinya ingin cepat kembali.
"Jadi?" tanya Carlos tidak sabar.
Shifa hanya memutar bola matanya menahan diri karena Carlos terus menekannya untuk segera membahas soal pekerjaan, padahal niat utama Shifa hanya ingin berdua bersama Carlos dalam waktu yang lama. Entah sejak kapan namun Shifa sudah menyukai Carlos, itulah sebabnya Shifa terus saja mencari perhatian Carlos meskipun ia tau itu akan sulit.
"Sabar Shifa, semua butuh proses" batin Shifa.
"Iya iya...minum dlu itu" ucap Shifa sambil menunjuk minuman Carlos dengan dagunya.
..............
» Masion Nayra «
"Gimana catering nya siap?" tanya Ayah David sambil duduk didepan tv besarnya bersama dengan ibu Eby
"Aman kok, Nayra dapat tempat catering yang memang udah terpercaya diperusahaan besar loh" jawab Nayra dengan bangga.
"Ditambah pekerjanya yang tampan" tambah batin Nayra sambil tersenyum.
"Kamu kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Ibu Eby yang melihat putrinya tersenyum tanpa sebab.
"Ih siapa yang senyum-senyum sih? Ga ada" gerut Nayra sambil memanyunkan bibirnya.
"Pokoknya acara besok semua makanan sudah di kirim ke panti sebelum jam 10 pagi" tegas Ayah David.
"Siap bos" ucap Nayra kemudian berbalik badan dan berjalan menuju kamarnya.
Sesampai dikamar Nayra langsung melanjutkan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
............
Sementara Carlos masih mengobrol bersama dengan Shifa membahas soal pekerjaan, Carlos lebih banyak berdiam mendengarkan Shifa dan mungkin hanya beberapa kali Carlos berbicara hanya untuk memberikan saran.
"Jadi begitu, gimana setuju ga?" tanya Shifa setelah menjelaskan dari Sabang sampai Merauke.
"Hmm...bagus nanti lu yang sampaiuke atas mengenai ide ini" ujar Carlos datar.
"Ya sama-sama dong" pinta Shifa.
"Lu kan diruangan kita sebagai atasan sekaligus penanggung jawab, jadi klo ada sesuatu jelas lu yang menyampaikan" jelas Carlos membuat Shifa terdiam karena memang benar yang dikatakan Carlos.
"Oke gw yang ngomong nanti" ucap Shifa dengan wajah melasnya. "Karena udah kelar, kita jalan-jalan yuk" lanjut Shifa.
"Klo udah selesai gw pamit dlu, permisi dan thanks traktirannya" tanpa meladeni ucapan Shifa, Carlos langsung berpamitan.
"Loh? Carlos!" Panggil2 Shifa yang hanya bisa melihat Carlos keluar dari pintu Cafe.
"Susah banget sih dekatin lu" gumam Shifa kesal.
Didepan Cafe Carlos tengan berdiri menunggu taks yang lewat namun saat itu ponselnya berdering sepertinya ada yang menelfon dirinya.
Matanya terkejut dan terpaku melihat nama dilayar itu bertuliskan Nayra, raut wajahnya berubah yang tadinya datar sekarang jadi tersenyum.
"Ehekmm" Carlos mengetes suaranya sebelum mengangkat telfonnya.
"Hallo..." Ujar Carlos.
"Em..hallo, Carlos?" Balas Nayra seperti biasa dengan suara lembutnya.
"Sorry ganggu, gw cuma mau ingatin catering untuk besok jangan sampai salah atau kurang satupun dan sebelum jam 10 pagi sudah sampai" ucap Nayra menjelaskan.
"Oh iya gw ingat kok" jawab Carlos ramah.
"Bagus deh, gw cuma mau ingatin aja kali lu lupa hehe" Nayra sedikit malu-malu sebenarnya ia tidak perlu mengingat karena setiap ada pesanan pasti sudah dicatat rapih dibuku tugas mereka jadi tidak mungkin lupa.
"Hh..iya makasih" ujar Carlos malu
"Yasudah gw matiin ya, bye" Nayra
"Bye" setelah itu telfon pun terputus dan diraut wajah Carlos masih terpancar senyum manisnya itu.
Ketika mendapatkan taksi Carlos pun masuk dan meminta kepada supir untuk mengantarkan kealamat yang dia berikan.
"Nay? Siapa Nay?" Ucap Shifa yang sedari tadi menguping pembicaraan Carlos dengan Nayra.
"Kenapa Carlos bisa senyum-senyum gitu sih? Apa dia udah punya pacar...humm"
Sedikit terpancar kekecewaan dan Shifa berencana ingin mencaritahu siapa perempuan dibalik telfon itu.
Kemudian Shifa mulai melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan segera melaju menuju rumahnya.
__ADS_1
............
Carlos kini akhirnya tiba dirumahnya dan betapa terkejutnya ia melihat sahabatnya Nathan sudah berada didepan pintu rumahnya sambil bersandar.
"Eh lu ngapain?" seru Carlos mengagetkan Nathan.
"Los lama banget lu" omel Nathan.
"Gw baru pulang kerja, lu ngapain dah" ujar Carlos mendekati pintu rumahnya kemudian membuka kuncinya.
"Gw mau main-main aja dirumah lu" jelas Nathan santai.
"Orang kaya seperti lu itu udah salah tempat, main kok dirumah kecil gini" tegur Carlos kemudian segera masuk kedalam rumahnya dan disusul Nathan.
"Lu kan sahabat gw, salah gw datang?" Balas Nathan yang membuat Carlos terdiam.
"Em..." Carlos
"Sekalian gw mau nginap" ucap Nathan membuat Carlos terkejut.
"Hah?!" Kaget Carlos, "Ga ga, gw ga terima" tolak Carlos sambil menggelengkan kepalanya.
"Parah lu pelit sama sahabat sendiri" dengan raut wajah sedih, Nathan langsung berbaring dilantai.
Sejujurnya bukan bermaksud pelit namun Carlos hanya tidak enak pria kaya seperti Nathan masa harus menginap dirumah yang kecil dan panas seperti ini, tidak ad ac, kasur empuk, dll.
"Lu boleh main disini, tapi ga untuk nginap" tegas Carlos.
"Lu mau gw tidur diluar?" Ancam Nathan
"Kenapa lu jadi kayak perempuan gini dah" bentak Carlos. " Yasudah serah lu aja, tapi klo ada apa-apa jangan ngeluh" ucap Carlos mengingatkan.
"Udah sih...lu bawel amat" ledek Nathan.
Drnggg....(dering ponsel)
Nathan yang mendengar pertama kali ponsel Carlos langsung terkejut melihat nama Nayra yang disertakan emot love itu. Bibir Nathan langsung menyeringai dan ingin menertawakan itu.
Secara Nathan tau jelas bagaimana sifat Carlos yang dingin dan acuh itu, tidak pernah Carlos menyimpan kontak perempuan dengan tampilan seperti itu. kecual, alasan tertentu.
Saat hendak mau mengangkat telfon itu tiba-tiba Carlos datang dan merebut dengan cepat. Carlos yang memperhatikan wajah Nathan sepertinya ia paham maksud ekspresi itu yang meledek nama kontak Nayra.
"Berani lu ngomong sedikitpun soal ini, gw tato gigi lu" ancam Carlos sambil menahan malunya itu.
"ok gw diem" jawab Nathan sambil menahan tawanya.
Kemudian Carlos pergi keluar rumah untuk mengangkat telfon itu, sengaja agar Nathan tidak menguping pembicaraan mereka.
"Hallo Nay" ucap Carlos setelah mengangkat telfon itu.
Bersambung...
__ADS_1
Hallo^^ author masih pemula, silahkan komen jika kalian ada saran atau kritiknya.
Dukung saya dengan memberikan like, vote, komen, tambahan favorit juga.