
Tidak lama Carlos dan Nayra keluar perusahaan bersama dan Carlos juga mengantarkan Nayra sampai ke parkiran mobilnya.
"Makasih ya udah bantuin" ucap Nayra lembut.
"Iyaa sama-sama, lagian udah jadi kerjaan gw disini" jawab Carlos menjelaskan.
"Em...gimana klo gw minta no telfon lu, mungkin klo ada apa-apa dengan cateringnya gw bisa hubungin lu" ujar Nayra sedikit malu.
"N...no gw?" Balas Carlos tidak percaya, "boleh ini no gw 08xxxxxxxxxx" Sambung Carlos.
"Ok thanks yaa, gw cabut dulu" setelah itu Nayran masuk kedalam mobilnya kemudian meninggalkan parkiran itu.
Sementara Carlos yang berusaha menahan bibirnya untuk tersenyum sambil sedikit menundukkan kepalanya.
Membayangkan dirinya tadi bersama Nayra.
Tiba-tiba Carlos dikagetkan oleh seorang pekerja yang menepuk bahunya, sontak Carlos terkejut dan mengubah ekspresinya dengan datar.
"Eh cepetan, kita ada tugas anter catering" - Tegur pekerja pria itu.
Carlos hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ia akhirnya kembali melanjutkan pekerjaan.
.............
Disisi lain Nayra yang sedang fokus menyetir terlihat seperti tersipu malu, pikirannya terus membayangkan wajah Carlos yang tersenyum padanya.
Namun Nayra sendiri belum bisa memastikan apakah ia menyimpan perasaan atau hanya sekedar kagum semata.
"Pria itu..." - gumam Nayra sambil tersenyum manis.
Tidak lama Nayra sampai pada mansionnya, setelah memarkirkan mobilnya Nayra berjalan masuk kedalam mansion besar itu.
Masih dengan wajah yang seperti seorang yang sedang jatuh cinta, Marya berjalan tanpa sadar melewati ayah dan ibunya yang bersantai diruang tamu.
"Ehekmm!" terdengar suara berat ayahnya seperti disengaja agar Nayra mendengar itu.
"Eh ayah ibu disitu....maaf Nayra ga liat" jelas Nayra sambil menundukkan kepalanya.
"Kamu ini kenapa? Senyum-senyum sendiri ibu lihat" ujar Ibu Nayra yang bernama Eby Charles.
Ayahnya yang memperhatikan putrinya itu hanya menunjukkan wajah datar namun dipikirannya penuh tanda tanya karena tidak biasanya putrinya seperti itu.
"Emm ga kok Bu, cuma seneng biasa aja. Nayra ke kamar dulu ya" ucap Nayra kemudian pamit menuju kamarnya.
.............
Setelah makan malam Carlos duduk dilantai sambil bersandar kedinding dengan pikiran yang terus menerus memikirkan Nayra, dan disaat itu Carlos sadar bahwa dirinya sudah menaruh perasaan kepada perempuan yang ia temui saat di kampus.
__ADS_1
Bibirnya tidak henti-hentinya tersenyum bahkan sesekali Carlos menampar wajahnya untuk mencoba menyadarkan pikirannya.
Dan disaat itu Carlos mendapatkan notifikasi dari ponselnya dan sepertinya itu sebuah pesan masuk.
Diambilnya ponsel itu dan segera mengeceknya.
Isi pesan
"Hai...ini Nayra save back ya"
Deg...
Jantungnya seperti berdegup kencang tidak menyangka akan mendapatkan pesan dari orang yang disukainya.
Jarinya sedikit bergetar saat hendak membalasnya bahkan Carlos bingung harus balas seperti apa. Maklum lama tidak jatuh cinta dan sekali mengalaminya perasaan itu seperti baru pertama kali dialami.
"Hai...oke udah" balasnya setelah itu Carlos mengklik tanda kirim. "Em...gw ga terlihat cuekkan?" batin Carlos bertanya pada dirinya sendiri.
Kedua matanya seperti tidak ingin lepas dari layar ponselnya yang menunggu balasan dari Nayra. Apalagi ketika melihat sedang mengetik.
Tingg...
"Oke makasih, nanti klo ada yang mau ditanyakan soal catering gw kabarin lu disini ya" balas Nayra
Perlahan berfikir sejenak memikirkan harus membalas apa dan setelah dapat Carlos segera mengetik lalu mengirimkannya.
Sementara dikediaman Nayra yang langsung terheran dengan jawaban Carlos yang membuat Nayra bingung harus jawab apa atau harus membahas apalagi.
Nayra berfikir mungkin Carlos tidak begitu senang dichat oleh dirinya dan mungkin saja Carlos tengah sibuk apalagi mereka baru saja bertemu tidak mungkin langsung akrab.
Dengan begitu Nayra memutuskan untuk tidak membalas pesan itu lagi karena tidak mau mengganggu Carlos, setelah itu Nayra memilih untuk pergi tidur.
Kembali lagi ketempat Carlos yang dari tadi menatap datar layar ponselnya dan sesekali keluar dari aplikasi pesannya dan masuk lagi untuk melihat apa sudah terbalas atau tidak.
Namun karena tidak ada balasan lagi Carlos berfikir mungkin Nayra tidak mau lagi membalasnya dan mungkin Nayra mengirimkan pesan hanya untuk meminta no telfonnya disimpan balik.
"Kenapa gw kayak orang bodoh gini sih" ujar Carlos sambil mengacak-acak rambutnya.
.............
Pagi harinya Carlos terbangun dari tidurnya dan segar bangun untuk bersiap pergi kerja.
Usai sarapan Carlos berjalan kaki menuju jalan umum dan menunggu taksi yang lewat.
Saat sudah turun dari taksi Carlos langsung turun dan berjalan masuk kedalam perusahaan itu. Dilihatnya Shifa tengah berdiri didepan pintu ruangan mereka sambil celingak-celinguk tidak jelas.
Shifa yang menyadari keberadaan Carlos langsung menghampirinya sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Carlos datar sambil berjalan memasuki ruangannya.
"Gw itu tungguin lu dari tadi lama banget" jawab Shifa sambil mengikuti Carlos masuk keruangan.
Karena Carlos datang lebih awal begitu juga Shifa jadi diruangan itu hanya ada mereka berdua saja.
"Biasa soal kerjaan" jelas Shifa yang kemudian berdiri sambil bersandar dimeja.
"Oh silahkan" jawab Carlos tanpa menoleh kearah Shifa karena ia sedang menata mejanya.
"Iya tapi nanti bukan sekarang, gimana dicafe setelah pulang kerja" ucap Shifa sambil berjalan kedepan Carlos.
"Em...disini aja" tolak Carlos.
"Ayolah sesekali ditempat yang lebih santai, lu ga usah kahwatir nanti gw yang traktir" Shifa terus berusaha untuk membujuk Carlos.
"Gw ga bisa" tentang Carlos masih dengan eksepsi datarnya.
"Ini soal kerjaan penting, dan ini perintah ayah gw" Shifa
"humm...iya" Carlos memang sudah tau bahwa Shifa merupakan anak dari bos besarnya dan karena sudah menyangkut atasannya jadi Carlos menerima itu.
"Nah gitu dong, setelah ini kita ada jadwal catering ke SMA Angkasa jangan sampai telat" Ujar Shifa mengingatkan, kemudian keluar dari ruangan.
Setelah Shifa keluar, tidak lama datanglah beberapa pekerja lain yang langsung memasuki ruangan tempat Carlos berada.
Merekapun kini mulai bekerja sesuai jadwal yang diberikan hingga waktu menunjukkan pukul 16.00 waktu dimana mereka dipersilahkan untuk pulang.
Saat Carlos hendak keluar dari kantor itu terlihat Shifa yang sudah menunggu dipintu keluar bersama atas besar perusahaan itu yang tidak lain adalah ayah Shifa.
Ketika berhadapan langsung dengan atasannya Carlos sekilas langsung membungkuk badannya memberi hormat. Kemudian ayah Shifa hanya membalas dengan senyuman ramah.
"Kalian sudah akan pergi?" tanya Pak Akbar
"Iya ayah, kami pergi dulu ya" jawab Shifa kemudian kemudian diikuti oleh Carlos.
"Permisi pak" ucap Carlos ramah.
Pak Akbar yang melihat itu hanya tersenyum kemudian pergi kedalam kantornya.
Sementara Carlos dan Shifa kini tengah melaju menuju Cafe yang sudah ditentukan Shifa, didalam mobil tidak ada obrolan satupun hanya suara musik yang terdengar.
Carlos hanya melirik kaca mobil dengan mukanya yang seperti biasa tanpa ekspresi sedangkan Shifa sesekali mencuri pandangan ke arah Carlos, dan Carlos menyadari itu kemudian menoleh kearah Shifa.
"fokus saja menyetirmu" - Ucap Carlos kemudian kembali memalingkan wajahnya.
Bersambung...
__ADS_1