Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Acara Apa 2


__ADS_3

"Dari dulu gue iri sama loe, karena loe cantik banget. Tapi hari ini Loe tambah cantik, gue ngga rela ninggalin kita lagi" Rengek Icha.


"Udah, jangan dengerin dia. yuk, kita pergi sebelum terlambat." Reina menggandeng tangan Alsava.


"Eyke, ikut ya." Elisabeth menggandeng Alsava.


"Ish! sono loe, jangan dekat-dekat sama sahabat gue." Icha melepas tangan Elisabeth.


"Ish! Eyke duluan yang gandeng." Elisabeth tak mau melepas tangan Alsava.


"Stop!!!. Kalian ini mau bikin acaranya berantakan?kalian mau nanti yang akan mempertanggungjawabkan semuanya?Hmm.. Jawab." Reina Marah, Alsava matanya terbelalak baru kali ini melihat Reina Marah.


"Iya, maaf." Serentak dan menundukkan kepala. Alsava di gandeng dengan Reina, Icha Membawakan tas Alsava dan Elisabeth membantu mengangkat gaun belakang Alsava yang panjang.


🌸🌸🌸🌸🌸


Alsava dkk sudah sampai hotel milik Nufail, saat Alsava memasuki aula hotel. Lampu sorot menyala tepat di tubuhnya, Alsava bingung. Muncullah Nufail dengan jas yang senada dengan gaun Alsava dan berjalan kearahnya. Penampilan Nufail membuat dirinya tambah ganteng dan keren, para wanita di pesta ini berteriak histeris melihat kedatangan Nufail.


Deg


Jantung Alsava berdebar kencang.

__ADS_1


"Nufail ganteng banget dia, jadi wanita-wanita disini sangat histeris melihat kegantengannya." Batin Alsava.


"Ya Allah, sungguh cantik dan sempurnanya ciptaan mu ini, tapi gaunnya terbuka banget gue ngga rela, tubuhnya bisa di nikmati para lelaki. Pokoknya setelah ini gue akan hukum dia." Batin Nufail kesel melihat gaun yang di pake Alsava.


"Kau sungguh cantik, Sava. Dari dulu hingga sekarang kamu tetap cantik, malah tambah cantik. Alsava mungkin kamu bingung kenapa kamu berpenampilan seperti ini?." Nufail melangkah pelan menghampiri Alsava.


Alsava masih terdiam di tempat, seakan kakinya terpaku.


"Alsava, sesuai dengan perkataan ku yang kemarin. Hari ini aku melamar mu, maukah kamu menjadi istri ku. Mommy dari anak-anak ku?." Nufail berlutut dan memegang tangan Alsava.


Mata Alsava terbelalak, ia tidak menyangka dalam waktu sekejap. Nufail bisa membuat acara seperti ini.


"Aku dari dulu hingga sekarang sangat mencintaimu, aku ngga mau kita berpisah. Please aku mohon terimalah pinangan aku, aku akan berusaha membuatmu bahagia dan tidak akan ku biarkan airmata kamu menetes." Nufail menatap Alsava penuh cinta.


"Alsava Putri Alvendra maukah menikah dengan Nufail Zhafran Al Ghazali." Nufail harap-harap cemas, begitu dua pihak keluarga dan para tamu.


"Apa aku harus jawab sekarang?." Tanya Alsava lembut.


"Iya, aku ngga mau menunggu lama lagi. Aku takut kamu di miliki orang." Nufail sedih, ketika ia terlambat datang dan Alsava menikah dengan Abbas. Melihat Nufail sedih Alsava juga merasa sedih.


"Baiklah, bismillahirohmanirohim. Aku Alsava Putri Alvendra menerima kamu menjadi istrimu dan menjadi Mommy dari anak-anak kamu. Tapi bila aku tidak bisa memberikan kamu anak, aku mohon jangan pernah membuangku." Alsava menarik napas dan mengucapkan dengan lantang dan sedih.

__ADS_1


"Alhamdulillah, aku tidak akan membuang mu. Malah kamu akan ku jaga dan melindungi kamu, percayalah aku akan menjadi suami yang beruntung mendapatkan diri mu. Soal anak kita bisa adopsi atau nantilah, aku pengen kita pacaran dengan cara yang halal." Nufail menghapus airmata Alsava yang mulai menetes, lalu menciumnya.


Tiba-tiba datang wanita paruh baya datang dengan wajah marah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hayo!!! Acara apa ini Lamaran atau langsung nikah?????


__ADS_2