
Papi Mario duduk di balkon sambil menikmati kopi hangat.
"Aku harus cepat membuat keputusan, walau hati ini akan sakit. Siska kenapa kamu berubah menjadi wanita jahat, padahal dulu kamu begitu lembut dan penyayang." Papi Mario sedih.
"Pi, Papi." Teriak Abbas yang baru datang.
"Papi di balkon, Nak." Kata Papi Mario.
Abbas menghampiri Papi Mario dan langsung memeluk Papinya.
"Papi apa kabar?pulang kenapa ngga kasih kabar Abbas sama Mami?kenapa nginap di hotel, bukan pulang kerumah?." Abbas melepas pelukan dan menghujani beberapa pertanyaan.
"Satu-satu dong tanya, Papi jadi pusing jawab yang mana." Papi Mario terkekeh.
"Hehehe... Malah banyak yang aku ingin tanyakan sama Papi."
Papi Mario menghela napas, ia tau pikiran anaknya saat ini. Ingin mengetahui tentang Alsava.
"Baik papi akan jawab dulu pertanyaan kamu tadi... Kabar papi baik saat ini... Papi sengaja tidak memberitahu kalian, karena kalian pasti akan sibuk dengan dunia kalian... Papi tadi sudah kerumah, pas sampai di halaman papi tidak jadi turun, karena rumah itu penuh kenangan manis menantu kesayangan Papi. Tapi sekarang bukan lagi menantu kesayangan Papi lagi." Papi Mario menatap Abbas sedih.
"Maaf, pi. Aku telah menyakiti Papi." Abbas memegang tangan Papi Mario.
"Bukan papi yang kamu sakiti, tapi seorang wanita yang cantik, baik hati dan dia bagaikan berlian yang telah kamu sakiti." Papi Mario melepas tangan Abbas dan berdiri. Abbas menatap Papi, Abbas merasakan sakit di dadanya.
"Tapi syukurlah wanita itu sudah lepas dari kamu, sekarang wanita itu menunjukkan kekuatan dan kecantikan hingga menjadi sukses dan bersinar. Asal kamu tau wanita itu sekarang menjadi rebutan para CEO di negaranya bahkan CEO di seluruh dunia pun ingin mengambil hati wanita itu."
Perkataan Papi Mario membuat Abbas bingung sekaligus dadanya terasa sakit.
"Wanita itu maksud papi Alsava, kenapa bisa para CEO pada suka dengan Alsava?apa dia artis atau model sekarang?Dan juga keluarga Alsava juga bukan dari keluarga berada bahkan keluarganya itu dari kampung."
"Kamu tau perusahaan Smith group yang cabangnya seluruh pasti dunia ada?Dan pemiliknya itu bernama Smith Alexander."
__ADS_1
"Tau, Pi. Tuan Smith walau udah tua tapi dia sanggup mengelola perusahaannya dimana-mana, yang aku bingung kan itu perusahaan sebesar itu kenapa bukan anak atau cucunya, pi?Tapi apa hubungannya dengan cerita Alsava dengan CEO?Apa Alsava menjadi istrinya atau gimana, pi?."
"Stop berpikiran buruk dengan anak Papi, Alsava itu sekarang putri kesayangan Papi." Rahang Papi Mario mengeras, perkataan Abbas sangat menyakitkan baginya, karena telah menghina Alsava yang sudah menjadi anaknya.
"Terserah Papi mau anggap Alsava itu anak Papi, tapi apa hubungannya dengan pengusaha dari CEO Smith group?."
"Mantan mertua kamu Alvendra Smith Alexander adalah putranya yang selama ini menghilang."
"APA!!! Jadi selama ini keluarga Alsava itu orang terkaya No. 2 di dunia."
"Iya, maka dari itu Papi sangatlah bersalah dan begitu bodoh menikahkan kalian. Papi sangat malu sekarang atas sikap kamu terhadap Alsava. Abbas lebih baik kamu pergi, Papi tidak mau lagi melihat wajahmu. Karena akan membuat Papi mengingatkan tindakan kamu kepada Alsava." Papi Mario menatap Abbas penuh dengan amarah.
"Tapi, pi..."
"Pergi!!! Papi bilang pergi kamu sekarang dan bilang sama Mami mu, tunggu surat dari pengadilan. Papi tidak mau lagi berhubungan dengan kalian."
"Papi mau menceraikan Mami?Apa salah Mami, pi." Abbas meneteskan airmata, karena ia kaget atas perkataan Papinya.
Tiba-tiba pintu di banting keras.
"Maksudnya apa, mas?." Mami Siska yang baru datang, kaget mendengar suaminya ingin bercerai saat umurnya sudah tidak muda lagi.
"Apa salahku, mas?." Katanya lagi, ia memegang tangan sang suami.
"Aku akan menceraikan kamu. Atas sifat kamu yang jahat, membuat aku tidak tahan akan sifat mu itu." Papi Mario tegas dan tidak ada airmata yang menetes. Lalu Papi Mario melepas tangan Mami Siska
"Pasti hasutan Alsava membuat kamu menceraikan aku, iya kan mas. Emang dasar ja***."
Ppllaakk
"Jangan menghina putriku, harusnya kamu introspeksi diri kenapa aku kaya gini." Papi Mario menampar pipi Mami Siska.
__ADS_1
"Papi!!!, kenapa menampar Mami?."
"Lebih baik kalian pergi dari sini, sebelum papi bertindak lebih dari ini."
"Kamu Jahat, mas. Pernikahan yang kita bangun susah payah, cuma gara-gara wanita itu kamu memperlakukan aku seperti ini. Aku tidak akan terima, aku akan membalas rasa sakit ini pada wanita itu." Mami Siska menangis dan memegang pipinya yang di tampar papi Mario.
"Silakan kalau kamu bisa, yang ada nanti kamu akan menyesal. Begitu juga dengan anak mu akan menyesal telah membuang berlian demi batu kerikil."
"Toni, bawa dua manusia kejam ini keluar dan carikan aku hotel. Aku tidak mau tempat tinggal ku ada jejak dari dua manusia ini." Kata Papi Mario kepada Asisten pribadinya.
"Abbas ngga nyangka ternyata Papi bisa setega itu sama kami, apalagi sama Mami. Wanita yang selamanya ini mendampingi papi, ayo. Mi. Lebih baik kita pergi dari sini, ngga usah lagi berurusan sama orang yang tega membuang keluarganya sendiri." Abbas menarik Mami Siska.
"Hahahaha... Tega, membuang. Bukankah itu sifat kalian, siska ingat besok kamu tandatangan surat cinta terakhir dari ku." Teriak Papi Mario.
🌸🌸🌸🌸🌸
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jempol nya mana nih....