Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Siapa Dia


__ADS_3

Alsava menghampiri Mama dan Oma di kebun belakang Mansion.


"Assalamualaikum dua bidadari cantik, asyik banget bertanamnya." Sapa Alsava tersenyum senang.


"Wa'alaikumsalam anak cantik mama, udah pulang." Kata Mama Savara menghentikan kegiatannya.


"Sudah, ma." Alsava mencium punggung tangan Mama Savara dan Oma Anne.


"Wa'alaikumsalam Moey ku sayang." Oma Anne mencium pipi kiri dan kanan Alsava.


"Duh! Oma dan Mama tiap hari makin cantik dan bersinar, kalah nih bunga-bunga di taman ini. Hehehe..." Alsava menggandeng tangan Oma Anne dan Mama Savara.


"Kamu paling bisa memuji." Mama Savara menarik hidung Alsava.


"Duh! Itu mama tolong, ya tangannya di cuci lihat nih hidung Alsava jadi cemong. Kaya badut." Alsava cemberut sambil lihat wajahnya di cermin.


"Hahaha... Baiklah, Yuk. Mi, kita cuci tangan dulu." Mama Savara menggandeng tangan Oma.


"Stop! Kalian di sini aja, biar Alsava yang ambil air dan sabun kesini." Alsava menghentikan Mama Savara dan Oma Anne yang hendak mencuci tangan. Karena dari tempat cuci tangan agak jauh dan berlicin, ia tidak mau dua bidadarinya terluka.


"Baiklah." Serentak.


Tak Lama Kemudian, Alsava membawa selang, ember, sabun, tali dan alat perkakas. Lalu ia membuat pencuci tangan yang praktis.


"Come on, para bidadari cantik. Putri Alsava sudah membuat tempat mencuci tangan. Ttraallaa... Bagus kan." Ucap Alsava bangga dengan hasil karyanya.


"Wah! Terima kasih, sayang. Mama bangga punya anak seperti mu." Mama Savara memeluk Alsava.


"Moey kamu memang jenius, cepat sekali kamu membuatnya. Oma sangat bangga sama kamu moey." Oma Anne tak mau kalah memeluk Alsava.


"Yah! ini mah, aku udah kotor dech." Alsava pasrah.


"Hahahaha... Biar sekalian kamu ganti baju, udah bau acem, takut nanti mas kumbang lari." Goda Mama Savara.


"Ish! Ma, aku belum mau berpikiran. Aku masih ingin menemani bidadari cantik ku ini Mmuuaacchh..." Alsava mencium pipi Mama Savara dan Oma Anne.


"Kamu jangan terlalu lama, nak menutup hati mu. Ingat di luar sana banyak laki-laki lain yang masih baik dari pada si borokokok." Kata Mama Savara mengelus pipi Alsava.

__ADS_1


"Wat je moeder zei is waar, je denkt nooit aan een boef zoals hij, ik weet zeker dat je zeker meer kunt krijgen dan hem. En oma heeft de juiste kandidaat voor je gevonden." Oma Anne menggunakan bahasa Belanda, membuat Alsava dan Mama Savara bengong.


"Ma, Oma ngomong pake bahasa planet. Mama ngerti?." Bisik Alsava ke Mama Savara.


"Mama kira seperti itu, mama juga ngga tau sayang." Bisik Mama Savara juga.


"Kalian berdua di ajak ngomong, malah asyik sendiri." Oma Anne menjewer telinga Mama Savara dan Alsava.


"Oma, Ampun." Lirih Alsava.


"Mi, maaf." Mama Savara berwajah belas kasihan.


"Ck, anak sama biang sama aja. Pokok nanti Pas makan malam kamu harus ikut Oma Moey." Oma Anne kesel.


"Baiklah, Kanjeng Oma. Tapi terjemahanin dulu tadi Oma ngomong apa?Sumpah Alsava ngga tau." Kata Alsava.


"Dengarkan baik-baik." Oma Anne menyuruh Alsava dan Mama Savara mendekat.


"TIDAK ADA PENGULANGAN, SILAKAN CARI DI MBAH GOOGLE." Teriak Oma Anne.


"Ya Allah, Mami jangan teriak-teriak. Nanti di sangka tarzan loh, sama pelayan dan tetangga." Ledek Mama Savara.


"Oma, Oma. Maafin Alsava dan Mama ya." Alsava mengejar Oma Anne.


"Iya, mi. Maafin Kita ya, mi. Please." Mama Savara berwajah sedih.


Oma menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Baiklah, sebagai tanda permintaan maaf kalian. Kalian berdua harus ikut Oma nanti malam." Titah Oma Anne.


"Siap, Kanjeng Oma." Serentak. Mereka masuk ke Mansion bersama.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Malam hari, Alsava di make up oleh Oma Anne dan Mama Savara. Ia nampak bingung.


"mau acara makan malam kenapa harus dandan cantik dan memakai gaun." Batin Alsava Curiga.

__ADS_1


"Nah! Cantik yuk, kita capcus. Mumpung para lelaki pergi ke jamuan dengan para pebisnis." Oma Anne semangat 46.


3 wanita cantik yang berbeda generasi bergegas kelantai bawah, Pak Ratno supir pribadi Oma sudah menunggu di depan mobil.


"Selamat malam, Kanjeng Oma, Nyonya Savara dan Nona Alsava. Silakan masuk." Pak Ratno sopan.


"Terimakasih, Pak." Serentak.


Setelah 3 wanita cantik berbeda generasi masuk kedalam mobil, Pak Ratno langsung melajukan mobilnya.


Tidak terasa sudah sampai tujuan.


"Silakan, Kanjeng Oma, Nyonya Savara dan Nona Alsava." Pak Ratno mempersilahkan 3 wanita cantik.


"Terima kasih, Pak Ratno." Serentak.


Mereka memasuki restaurant bintang lima di Inggris, kedatangan mereka di sambut meriah oleh pelayan dan karyawan restaurant bintang lima ini.


Tiba-tiba datang seorang pria muda, gagah, tampan dan tinggi menghampiri mereka bertiga.


"Selamat malam semuanya, maaf nih kalau sambutannya ada yang kurang." Ucap pria itu ramah dan mencium satu persatu tangan 3 wanita cantik.


"Deg, kenapa jantung gue berdetak kencang dan gue merasa ngga asing dengan wajahnya." Kata Alsava dalam hati.


"Mi, Oma. Siapa Dia?." Bisik Alsava.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hayo siapa diaπŸ€”πŸ€”πŸ€”?apa dia yang akan menggantikan Abbas di hati AlsavaπŸ€”πŸ€”πŸ€”... Tunggu kisah selanjutnya...πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


__ADS_2