
Tubuh Eliana saat ini sangat kurus karena penyakit yang ada dirinya, ia terkena kanker serviks dan di tambah penyakit Hiv. Dokter memberitahukannya ia akan bertahan hidup hanya sebulan.
"Hidup ku kenapa seperti ini. Hiks... Hiks... Hiks... Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan di dunia ini, saat kecil orangtua sudah tidak ada. Membuat ku hidup menjadi gembel, saat SMA Ku berjualan. Agar aku bisa mendapatkan kebutuhan ku, saat aku beranjak umur 20 tahun. Aku bertemu dengan mas Rakka yang merupakan CEO di group SS, Mas Rakka sangat tampan dan kaya. Aku sangat tergiur dan aku berusaha agar Mas Rakka mau menjadi aku istrinya, aku sangat tergiur kekayaan milik Mas Rakka. Aku pun menjebaknya, kebetulan di perusahaan Mas Rakka sedang ada acara. Aku menyamar sebagai pelayan... Aku memberikan obat perangsang... Akhirnya Mas Rakka masuk dalam perangkap, aku terpaksa mengorbankan keperawanan ku. Hanya demi menikmati kekayaan nanti... Paginya aku pura-pura menangis, Mas Rakka panik melihat keadaan kami yang tidak berpakaian. Mas Rakka melihat ku menangis, lalu ia bertanggungjawab dan akan menikahi ku minggu depan. Hati ku sangat bahagia... Akhirnya menjadi nyonya, impian menjadi orang kaya terwujud. Dua bulan kemudian, tiba-tiba usaha Mas Rakka bangkrut dan aku tidak mau jatuh miskin. Lalu aku mendekati Abbas, aku mengoperasikan Ms. V ku agar seperti perawan dari sisa tabungan ku. Setelah berhasil aku mengoperasikan Ms. V ku, aku menjebak Abbas seperti Mas Rakka. Dan Bodohnya Abbas percaya... Sejak kejadian malam itu Abbas meminta ku agar aku bisa hamil, mau hamil gimana orang sih Abbas itu mandul. Ide gila yang pernah aku miliki, yaitu mengajak Mas Rakka bertempur hingga aku hamil dan benar aku hamil anak Mas Rakka. Aku memberitahukan Abbas bahwa aku hamil anaknya... Betapa senangnya Abbas mendengar aku hamil, ia membawa ku kerumahnya... Ya Ampun rumahnya sangat besar dari rumah Mas Rakka... Abbas memperkenalkan aku dengan Mami Siska, sih nenek tua itu juga senang aku hamil... Tanpa penjelasan Abbas menceraikan dan mengusir Alsava. Aku sangat senang, aku menjadi nyonya kaya lagi. Tapi Mas Rakka mencegahku, untungnya Mas Rakka meninggal karena penyakitnya.... Aku pun bisa menikah dengan Abbas, tapi kehidupan ku menjadi kacau lagi sih wanita Alsava datang lagi di dalam kehidupan ku. Hingga saat ini... Hiks... Hiks..." Eliana menceritakan kisahnya kepada suster Nita.
"Astaghfirullah, Mba. Sekarang lebih baik mba taubat, sebelum ajal mu menjemput." Kata Suster Nita, walau terlihat galak. Tapi dia sangat peduli dengan orang di sekitar.
"Aku sudah lupa bagaimana harus sholat, Sus."
"Insya Allah, saya dan Ustdj Umi Kalsum yang akan mengajari kamu."
"Benarkah?tapi..." Eliana ragu.
"Tidak usah ragu ya. Yakin lah pada Allah." Suster menepuk pundak Eliana.
"Iya, Sus. Kalau begitu saya mau, kapan kita belajar sholatnya." Eliana jadi semangat.
"Mulai besok subuh, sekarang hari sudah larut malam lebih baik anda tidur." Kata Suster, lalu membantu Eliana membaringkan tubuh.
"Iya, Sus. Terimakasih." Kata Eliana.
Hari sudah menunjukkan pukul 04.30 WIB, Suster membangunkan Eliana.
"Nona, bangun sudah waktunya kita sholat subuh." Suster menggoyangkan tubuh Eliana.
"Hhmm... Masih gelap sus. Aku juga masih ngantuk, bisakah nanti aja." Eliana menarik selimut kembali.
__ADS_1
"Nona, ingat pesan saya semalam. Mumpung masih ada waktu sebelum ajal menjemput."
"Ih, Suster. Iya-iya aku bangun, tapi aku tidak bisa jalan gimana cara wudhunya."
"Bertayamum, ikuti cara ku... Pertama-tama kita membaca niat..." Eliana memperhatikan Suster cara berwudhu, Suster tanpa putus asa mengajarkan Eliana berwudhu dengan bertayamum.
"Sekarang kita sholat kamu ikuti aku dan bacaan surat oke, kamu mau Sholatnya berdiri, duduk atau berbaring?."
"Duduk aja, Sus. Kalau berdiri aku takut tidak kuat."
"Hm... Baiklah. Kamu ikuti bacaan terlebih dahulu, lalu baru gerakan Sholatnya."
Suster mengajarkan sholat. Begitu juga niat dan bacaan sholat, walau Eliana susah mengikuti Suster. Tapi dia menjadi antusias, karena hatinya mulai tentram, sejuk dan tenang. Perasaan ini belum pernah Eliana rasakan, Eliana meneteskan airmatanya. Ia merasa sangat jauh dari Allah, hingga Allah menghukumnya.
Suster sudah memberi salam, tapi Eliana masih dalam keadaan sujud.
"Nona." Suster memanggil, lalu ia memegang punggung Eliana.
"Astaghfirullah, nona." Suster terkejut tubuh Eliana terjatuh dan tidak sadarkan diri. Lalu Suster memanggil Dokter.
"Dok, Nona Eliana tidak sadarkan diri." Suster panik.
"Baik, kita kesana." Kata Dokter.
"Innalillahi wa innalillahi rojiun." Kata Dokter, setelah memeriksa Eliana.
__ADS_1
"Innalillahi wa innalillahi rojiun, Ya Allah. Sungguh beruntungnya kamu Eliana, sudah bertaubat Allah memanggil Mu. Semoga engkau tenang disana, ikhlaskan urusan duniawi." Suster menangis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan Lupa like, Vote dan komentarnya ya...
See you...😘😘😘😘
__ADS_1