
"Abbas tadi apa yang di maksud pria tadi?Dan kenapa Alsava bisa hamil, kembar 4 lagi. Dulu nikah sama kamu, satupun ngga hamil." Kata Mami Siska masih bingung.
"Jelas Alsava hamil orang yang mandul aku, Mi. Kalau Mami tau tentang ini pasti sangat menyakitkan dan Mami sangat menyesal." Kata Abbas dalam hati.
"Sudah Mami jangan ambil pusing omongan pria tadi, kalau Alsava bisa hamil mungkin dia berobat. Mami pasti tau pengusaha muda yang lagi go international itu adalah suaminya Alsava sekarang, jadi dengan kuasa suaminya di bisa berobat dengan mahal di berbagai negara." Kata Abbas berbohong.
"Jadi tadi itu Nufail Zhafran Al Ghazali." Mami Siska ngga percaya.
"Iya, Mi." Abbas menghela napas, padahal di dalam dirinya ada rasa cemburu saat tadi Nufail merangkul Alsava. Dan dia pun menyadari kalau dirinyalah yang begitu pengecut dan pecundang tidak mengakui kesalahan.
"Kok, bisa. Bagaimana mungkin orang kaya raya mau sama ja**ng miskin." Kata Mami Siska.
"Udahlah, Mi. Aku ngga mau lagi bahas ini." Abbas kesal dan marah, Mami Siska terus menghina Alsava.
"Kok, kamu yang marah sama Mami. Seharusnya tadi kamu itu bela Mami, walaupun suaminya kaya raya." Mami Siska ngga terima.
"Sudahlah, Mi. Please, Abbas mohon Mami jangan bahas ini. Kalau Mami masih bahas, lebih Mami nanti Abbas kembaliin ke rumah sakit." Bentak Abbas, membuat Mami Siska diam. Baru kali ini Mami Siska melihat Abbas marah.
"Iya, Maafkan, Mami." Mami Siska menunduk ketakutan, bila kembali ke rumah sakit.
Sepanjang jalan mereka tidak ada lagi pembicaraan, hingga tidak terasa sudah sampai di Mansion Abbas.
Sebelum turun, Abbas berbicara dengan Maminya.
"Mi, Abbas ngga mau Mami bahas mengenai Alsava lagi. Oke, maaf kalau Abbas membentak Mami tadi." Abbas mencium tangan Mami Siska.
"Iya, sayang. Mami juga minta maaf, seharusnya Mami tidak membahas mengenai Alsava." Mami Siska mengelus rambut Abbas.
"Ya sudah, kita turun temui Satria." Kata Abbas dan membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Satria, Oma datang sayang." Teriak Mami Siska.
Kebetulan Satria sedang di gendong Bi Inem.
"Assalamualaikum anak Daddy yang ganteng, sedang apa nih?Coba lihat Daddy membawa siapa?." Kata Abbas memegang pipi embul Satria.
"Sedang minum susu Daddy, wah! Oma datang." Kata Bi Inem meniru suara anak kecil.
"Hai, cucu Oma yang ganteng. Mmuuaacchh..." Mami Siska mencium kening Satria.
"Oma tadi beli pakaian dan mainan banyak, tapi biarlah di kirim sama tokonya. Oma ngga kuat bawanya, sayangnya Oma." Katanya lagi. Satria kini berada di gendongan Mami Siska.
"Mi, Abbas ke atas dulu, ya." Kata Abbas.
"Iya, biar Satria sama Mami aja."
"Iya, Mi."
"Maaf, Nyonya. Mau minum apa, biar saya buatkan?." Kata Bi Inem.
"Apa aja, asalkan jangan beracun aja. Hehehe..."
"Nyonya bisa aja bercandanya, lagi pula saya ngga akan berani meracuni nyonya."
"Iya-iya, saya minta maaf. Bercanda saya kelewatan."
"Wah! Nyonya abis keluar dari rumah sakit tidak lagi ketus dan suka marah-marah." Batin Bi Inem.
"Iya, ngga apa-apa nyonya. Kalau gitu saya akan buatkan minum kesukaan nyonya, jus Alpukat tanpa gula hanya pake susu."
__ADS_1
"Wah! Bibi masih mengingat minuman kesukaan saya. Baiklah."
"Baby Satria kamu gemesin banget sih." Mami Siska beberapa kali mencium pipinya Satria.
Di kamar Abbas mondar-mandir, dia memikirkan bagaimana bisa mengembalikan perusahaan seperti semula.
"Aku harus gimana agar perusahaan bisa kembali maju?Ya Allah, aku merasa iri dengan Nufail dan Alsava mereka terlihat bahagia. Apalagi saat ini Alsava sedang mengandung, dia terlihat cantik dan seksi. Kenapa aku begitu bodoh melepaskan dia, malah memilih Eliana. Apa ini karma yang aku dapatkan. Dulu sampai sekarang Mami menghina Alsava ja**ng miskin, tapi kenyataannya menantu kesayangan malah ja**ng dan aku yang miskin. Emang ucapan itu doa, apalagi seorang ibu mengucapkan seperti itu. Aarrgghhh... ini semua salah Mami, kalau aku ngga terhasut omongannya. Pasti saat ini aku masih bersama Alsava dan perusahaan masih jaya." Abbas menjambak rambutnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers apa kabar? semoga kalian di beri kesehatannya ya... Amiin YRA...
Oia, aku mau nanya obat cegukan yang bagus apa ya? Papa ku udah 3 hari cegukan dan beliau tidak mau kerumah sakit akibat trauma kejadian Mama dan Abang... ke klinik pun beliau tidak mau... Katanya "Papa masih trauma yang berbau rumah sakit." gitu katanya.
Aku jadi pusing sendiri dan serba salah, aku minta infonya obat cegukan yang bagus apa?
__ADS_1