Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Kedatangan Mami Siska


__ADS_3

Satpam dan tukang kebun Mansion kaget melihat Mami Siska.


"Hai, kalian bukan pintu. Nyonya kalian datang bukan di buka pintu malah diam aja." Teriak Mami Siska menggoyang-goyangkan pagar.


"Eh! Iya, Nyonya." Kata Satpam dan membuka pintu pagar.


"Kalian kenapa melihat saya seperti hantu. Ngga sopan banget." Mami Siska menaruh tangannya di pinggang.


"Maafkan kami, Nya." Serentak dan menunduk.


"Ya sudahlah." Mami Siska pergi kedalam Mansion.


Para pelayan yang sedang membersihkan Mansion kaget melihat kedatangan Mami Siska.


"Ish! Kenapa kalian melihat ku seperti itu, hah!!." Mami Siska agak tinggi suaranya.


"Ma-maafkan kami, Nya." Serentak dan menunduk.


"Ck, menyebalkan." Mami Siska langsung menaiki tangga, lalu menuju kamarnya.


"Akhirnya, aku kembali lagi ke istana ku." Mami Siska merebahkan badannya di ranjang.


"Lebih baik aku berendam untuk menghilangkan penat." Mami Siska bangun dan melepaskan pakaian. Lalu menuju ke kamar mandi.


Sisi Lain


Abbas sedang kalut, masalah kantor tidak ada abisnya. Akhirnya ia memutuskan menjual Mansion utama dan mobil yang berada di Mansion utama.


"Anda yakin, tuan. Menjual Mansion dan mobil? Itu kan warisan turun menurun, yang takutkan tuan Mario tidak setuju." Kata Sekretaris Roy kaget keputusan Abbas.


"Hufh... Gue terpaksa melakukan, tidak ada jalan lagi. Ini satu-satunya jalan. Agar kita dapat menginvestasikan uang di perusahaan ini, gue ngga mau kalau perusahaan gulung tikar." Abbas menarik napas dan memijat keningnya.

__ADS_1


"Kalau udah keputusan, Tuan. Saya bisa apa, kalau gitu saya akan menyiapkan berkasnya."


"Lebih baik kita pergi sekarang ke Mansion utama ambil berkas-berkasnya."


"Baik, tuan."


Mereka berdua menuju ke Mansion utama, di dalam perjalanan Abbas hanya diam dan memandangi pemandangan di luar jendela. Beberapa kali ia menghela napas.


"Semoga keputusan gue ini benar. Papi, Mami, Opa, Oma. Maafkan Abbas melakukan ini." Batin Abbas, ia tampak sedih.


"Kasihan sekali, melihat tuan Abbas seperti ini. Tapi mau gimana ini sudah menjadi takdir, seharusnya dia itu minta maaf kepada Nona Alsava dan keluarganya. Kemungkinan mereka akan mengembalikan semuanya, hufh... Gue ngga peduli. Lebih baik gue fokus sebisa mungkin membantu dia, kalau bukan jasa Opa Ferdinand. Gue dari kemarin udah keluar, maafkan aku Opa menjaga amanah mu. Menjaga perusahaan dan Mansion utama." Kata dalam hati Sekretaris Roy, ia melihat Abbas di kaca spion.


Tak lama kemudian, mereka tibalah di Mansion utama. Abbas dan Sekretaris Roy keluar mobil. Sekretaris Roy memandangi Mansion penuh kenangan.


"Kita langsung ke ruang kerja." Abbas menepuk pundak Sekretaris Roy.


"Baik, Tuan." Sekretaris Roy bangun dari melamunnya.


"Mami." Gumam Abbas.


"Nyonya. Bagaimana bisa keluar dari rumah sakit, wah! kalau gini masalah akan tambah runyam." Batin Sekretaris Roy.


"Mami, kok di sini?kapan pulang?emang Mami udah sembuh?." Abbas Menghampiri Mami Siska dan di hujani beberapa pertanyaan.


"Ck, kamu tanya satu-satu dong. Kamu kaya ngga senang Mami pulang dan sembuh." Mami Siska menaruh cemilan ke meja.


"Bukan seperti itu, biasanya Suster atau dokter disana akan memberitahukan Abbas."


"Mereka jahat sama Mami, setiap hari Mami selalu di suntik. Kadang tangan Mami di ikat."


"Waduh! kalau begini urusannya bakalan ribet lagi." Batin Abbas ia bingung harus berbuat apa.

__ADS_1


"Oia, menantu Mami kemana kok ngga ada ya. Dia kan lagi hamil, seharusnya di rumah aja. Apa jangan-jangan dia udah melahirkan ya?dan ngga memberitahu kita." Mami Siska menghadap Abbas.


"Abbas ngga tau dia dimana, Mi. Dia udah lahiran dan anaknya laki-laki."


"Alhamdulillah, dimana cucu Mami. Sayang."


"Ada di Mansion ku, Mi."


"Ish! gimana sih anaknya malah di tinggal, ayo. Kamu antarkan Mami ketemu cucu Mami."


"Iya, Mi. Nanti aja, Abbas masih banyak urusan. Lebih baik Mami istirahat, nanti Abbas akan menyuruh sekretaris Roy, membawa Satria kemari."


"Ooo... Jadi cucu Mami namanya Satria?."


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan komentarnya ya....


__ADS_2