Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Extra-Part 05 (Ulah Si Kembar 4)


__ADS_3

Nufail dan Alsava menghampiri anak-anaknya dan Joe di tempat permainan.


"Daddy, Mommy." Teriak Jacynda.


"Sudah puas mainnya?." Kata Nufail, dia masih keadaan kesal.


"Sudah, Daddy." Serentak, ke tiga anak kembarnya ketakutan melihat Nufail marah.


Alsava melihat anak-anaknya ketakutan, lalu ia menyenggol tangan Nufail.


"Babay, kamu kalau masih marah sama orang lain jangan melibatkan ke anak-anak. Lihatlah mereka merasa ketakutan."


"Iya, Sayang. Maaf." Nufail menghampiri ke tiga anaknya.


"Maafkan Daddy, ya. Daddy bukan marah sama kalian, tadi ada orang yang berbuat jahat sama Ghoza."


"Siapa yang tega menyakiti Ghoza, Dad?." Kata Ghozi.


"Tenang, sudah Daddy bereskan. Sekarang waktunya kita pulang, di Mansion kan sudah ada permainan seperti ini. Kenapa kalian tidak pulang ke Mansion, hm?."


"Kami ingin suasana yang berbeda, Dad." Yang jawab Jacynta.


"Ooo... Oke, besok Daddy akan renovasi tempat permainan di Mansion lebih menarik lagi. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, Daddy tidak mau kalian di sakiti orang. Sedih rasanya tuh di sini."


"Hish... Jangan lebay, yuk. Kita pulang." Ajak Alsava.


"Tapi sebelumnya kita makan, di restaurant Aunty Khumaira."


"Hhoorree..."


Alsava tersenyum melihat tingkah ke empat anak kembarnya.


"Joe, aku peringatkan ini yang terakhir kalinya kamu harus perketat penjagaan ke empat anak kembar ku. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi." Kata Nufail.


"Baik, Bos. Maafkan saya yang cereboh ini." Joe menunduk.


"Oke, kali ini aku maafkan. Karena kamu aku bisa mendaki gunung dan merasakan hutan rimba yang telah lama tidak ku rasakan."


"Hish... Bos, somplak." Batin Joe.


"Sama-sama, Bos."


Mereka menuju restaurant milik Khumaira. Ketika sampai sih kembar 4 memasuki restaurant.


"Assalamualaikum keponakan Aunty yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng." Sapa Khumaira.


"Wa'alaikumsalam Aunty..."


"Dede Hasna kemana, Aunty?." Tanya Ghozi malu-malu.


"Ada di dalam sama Uncle Abbas." Khumaira tersenyum.

__ADS_1


"Lihat, Yank. Anak mu sudah mengerti cewek, mukanya malu-malu gitu." Bisik Abbas, lalu tersenyum.


"Ish! Kamu, masih kecil tau. Lagian ya Babay dan Khumaira itu saudara sepupu dekat, jadi tidak boleh mereka menikah. Kata orang dulu pamali." Alsava memukul pelan lengan Nufail.


"Ooh! Aku baru tau, Yank."


"Kalau kamu tidak percaya tanyakan sama Umi."


"Iya, Sayang."


Abbas keluar sambil menggendong Hasna.


"Eh! Rupanya ada tamu." Kata Abbas, lalu menurunkan Hasna dari gendongan.


"Kakak-kakak kembar..." Hasna Senang.


"Dede Hasna..." Sih kembar 4 tak kalah senang.


"Assalamualaikum Hasna cantik." Sapa Alsava.


"Wa'alaikumsalam Mommy Al." Hasna mencium tangan Alsava dan Nufail.


"Kabar, Bro?." Abbas menjabat tangan Nufail.


"Baik, Bro. Gimana dengan perusahaan loe yang Surabaya?Aman?." Kata Nufail, kalau ketemu dengan Abbas pasti berbicara bisnis.


"Alhamdulillah berkat suntikkan dana dari loe, sekarang udah mulai stabil."


"Alhamdulillah kalau begitu, loe jangan sungkan kalau loe butuh bantuan Insya Allah gue akan bantu Loe sesuai kemampuan gue." Nufail menepuk pundak Abbas.


"Kalau ngga enak kasih kucing, loe kaya apaan aja. Kita ini saudara, Bro. Santai aja."


"Iya, Bro. Terimakasih ya."


"Sama-sama, Bro. Oia, minggu depan gue mau liburan sama bini dan anak-anak gue. Gue minta loe urus dulu perusahaan gue, Joe mau gue ajak."


"Siap!!! Emang loe mau liburan kemana?."


"Rencananya sih Paris."


"Kabari aja, ya."


"Oke."


"Tumben loe ajak Joe?."


"Iya, dia udah berjasa sama gue dan sekalian jaga anak-anak gue."


"Hahaha... Dasar ngga mau rugi, sama aja dia kerja bukan liburan."


"Ya kan liburan sekalian kerja."

__ADS_1


"Lihat sih suami kalau sudah ketemu pasti yang di bicarakan bisnis." Kata Alsava.


"Iya, Ukhti."


Sih Kembar 4 dan Hasna sedang asyik bermain. Mereka tidak memperdulikan orang tua mereka.


Tak lama Kemudian Umi Aisyah dan Papi Mario datang.


"Assalamualaikum..." Salam Umi Aisyah dan Papi Mario.


"Wa'alaikumsalam..." Serentak.


"Oma... Opa..." Teriak Sih Kembar 4 dan Hasna.


"Hay, cucu Oma. Apa kabar?." Umi Aisyah mengelus rambut Sih Kembar 4 dan Hasna.


"Cucu Opa juga, sayang." Kata Papi Mario.


"Iya."


Opa Smith dan Oma Anne sudah meninggal satu tahun lalu, karena sudah berumur.


Beberapa jam kemudian, Mama Savara dan Papa Alvendra datang.


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikumsalam..."


"Uti... Akung..." Teriak Sih Kembar 4 dan Hasna.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya telat Up, Handphone ku error. Di Servis malah sim card ngga kebaca, hadew...


Jangan lupa like, Vote dan Komentarnya ya...


Dan Aku mohon kalau komentar itu yang bisa membangun aku untuk giat menulis, bukan menghujat yang membuat ku down. Menulis novel itu butuh dukungan agar sih penulis lebih semangat nulis. Menulis novel tidak semudah yang kali pikiran, aku itu butuh extra tenaga dan pikiran. Karena aku juga kerja, ngurus anak dan suami dan di waktu libur aku menulis novel. Maaf kalau ini novel alurnya ngga jelas membuat kalian ngga paham isi cerita dari novel ini, tapi setidaknya komentar lah lebih menghargai karya orang dan membangun.

__ADS_1


Novel ini aku tamatkan dulu, untuk cerita sih Kembar 4 aku pisah cerita.


Terimakasih yang sudah mendukung novel ini, maaf kalau ada kata-kata, alur cerita tidak sesuai keinginan kalian.


__ADS_2