Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Resepsi Pernikahan Abbas dan Khumaira


__ADS_3

Abbas dan Khumaira berjalan keluar kamar, tapi tetap aja Khumaira berjalan terasa ngilu.


"Mas, jalannya pelan-pelan itu aku masih ngilu banget mas." Bisik Khumaira.


"Kalau pelan-pelan sampai di aula akan lama, Baby. Gimana kalau aku gendong aja ya." Abbas langsung mengendong ala bridal style.


"Aarrgghhh, malu aku mas." Khumaira terkejut tiba-tiba Abbas menggendongnya.


"Ngapain malu, orang udah sah di mata hukum dan agama. Udah kamu diam aja, kalau banyak gerak nanti yang di bawah malah bangun lagi. Emang kamu mau nanti aku terkam lagi." Goda Abbas.


"Ish, kamu mah malah mesum mulu. Ya udah aku diam aja dech." Khumaira memukul pelan Abbas.


"Ulu... Emes banget sih istri mas. Jadi tambah cinta sama kamu Khumaira, aku jatuh cinta sejak kita pertama bertemu. Aku sangat yakin kamu bidadari yang di kirimkan oleh Allah untuk menjadi Istri ku, terimakasih sudah mau menerima aku dengan banyak kekurangan yang ada dalam diri aku." Abbas memandang istrinya penuh cinta.


"Iya, mas. Sama-sama, walau di dalam hati ku belum mencintai mu. Karena Aku belum tau rasa cinta seperti apa, kamu tau sendiri pergaulan aku seperti apa. Abi melarang dan mengharamkan aku berpacaran dari aku masih duduk Di kelas 7 hingga aku kerja. Tapi Aku sangat yakin kamu lah suami yang baik buat ku, yang Allah berikan untuk ku."


"Iya, Baby. Aku akan mengajari jatuh cinta seperti apa setelah acara ini." Abbas mencium kening Khumaira.


Khumaira di dalam gendongan Abbas, semua tamu memandangi kagum kedua pengantin yang sangat romantis. Membuat tamu sangat iri dan terkagum-kagum.


"*Wah! Sih Abbas bisa sangat romatis."


"Mereka pasangan serasi."


"Aku iri mau juga di gendong seperti itu."


"Seperti darkor, membuat meleleh di hati ku bang."


"Salang haeyo, Abbas dan Khumaira*."


Ya itu lah salah satu yang di bicarakan para tamu.


Tibalah Abbas dan Khumaira di pelaminan, Abbas menurunkan pelan-pelan Khumaira.


"Selamat, mas Bro. Gue ngga percaya loe ternyata bisa romantis seperti ini, tapi gue curiga jangan-jangan loe udah menjebolkan gawangnya Khumaira ya." Goda Nufail.


"Hehehe... Bis gue kagak tahan, loe tau sendiri torpedo gue udah lama tidak di gunakan. Lihat Khumaira yang cantik jadi bangun dech." Abbas menggaruk tengkuk lehernya.


"Ish! kamu malah cerita sama Abang Nufail." Khumaira menarik baju Abbas, lalu berbisik.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Khumaira, Abang dan Mamas mu sekarang sahabatan. Malah udah jadi saudara, kamu tidak usah segan begitu. Oia, Maaf Alsava tidak bisa datang. Karena kasih 4 anak kembar kami, masih terlalu kecil untuk acara seperti ini apalagi banyak orang. Sory gue ngga bisa lama-lama, selamat ya mas Bro. Gue pesan jagalah Khumaira dan jangan pernah loe sakiti dia." Kata Nufail, lalu memberikan selamat.


"Oia, kadonya sudah gue serahkan ke Sekretaris loe semoga bermanfaat. Gue balik dulu ya. Assalamualaikum." Kata Nufail lagi.


"Tidak apa-apa yang penting doanya dan terimakasih udah datang... Terimakasih kadonya. Wa'alaikumsalam. " Kata Abbas.


"Salam buat Ukhti Alsava, Wa'alaikumsalam. " Kata Khumaira.


Resepsi berjalan dengan meriah, Nufail Benar-benar membiayai tidak tanggung-tanggung. Bahkan sampai di siarkan di televisi.


Mami Siska dan Suster sedang menonton Televisi, walau Mami Siska di pasung tetap di jaga Suster. Mami Siska kaget sekaligus marah melihat Abbas menikah. Dirinya selaku ibu kandungnya tidak di beritahu.


"Sial, Abbas malah nikah sama keluarga Arab. Maminya sendiri tidak di kasih tau, dasar anak durhaka. Aku cape-cape sembilan bulan aku mengandung dan melahirkan dia, ini balasannya. Kalau tau begini lebih baik aku menggugurkan saja dia, ini semua gara-gara Alsava dan Aisyah. Mereka wanita licik dan iblis... Aku selamanya benci kalian Alsava, Aisyah." Teriak Mami Siska yang tidak menerima.


"Ibu Siska kenapa?. Dokter, ibu Siska ngamuk lagi." Panik Suster.


Tak lama kemudian Dokter dan dua perawat laki-laki datang, lalu menyuntikkan Mami Siska dengan obat bius.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Dy...Dy..." Balita 1 tahun memanggil Abbas, ya Balita itu Satria yang kini usianya memasuki 1 tahun.


"Kalian pasti bingung ya, aku ceritakan singkat aja ya. Satria ini ku kira awalnya anak kandung aku dan Eliana mantan istriku yang ke 2, tapi ketika Satria sakit dan memerlukan darah. Aku mendonorkan darahnya tapi tidak cocok dan parahnya lagi dari hasil DNA menyatakan aku bukan ayah kandung Satria, aku terpukul dan aku sudah terlanjur menyayangi Satria seperti anak kandungku sendiri. Eliana tidak pernah perduli sama Satria anak kandungnya sendiri, dia lebih mementingkan diri sendiri dan buruknya aku melihat Eliana bermain dengan banyak pria. Jadi aku menceraikan Eliana dan mendapatkan hak asuh." Abbas nampak sedih, mengingat kejadian Eliana menghianati.


"Keputusan kamu benar, Mas. Kita akan sama-sama merawat Satria dengan penuh kasih sayang... Hai Satria panggil Umi ya." Khumaira mengusap rambut Satria.


"Abi semakin bangga sama kamu, Bas. Walau kamu sudah di sakiti, tapi kamu malah menerima cobaan. Semoga kelak kalian memiliki anak, Abi dan Umi akan selalu mendoakan kalian. Ingat kalian jangan pernah meninggalkan Sholat, maupun Sholat Wajib ataupun Sunah." Abi merasa bangga terhadap Abbas.


"Terimakasih Abi dan Umi terutama Istriku Khumaira kalian sudah memilih aku dari bagian dari keluarga, aku sangat terharu. Kalian begitu baik kepadaku, aku seperti memiliki keluarga lagi. Insya Allah aku akan selalu ingat pesan Abi dan Umi." Abbas meneteskan airmata.


"Ish, kok malah nangis di acara yang bahagia ini. Umi jadi tidak suka mewek-mewekkan kaya gini, bikin jelek tau." Kata Umi menghapus airmata Abbas.


Abbas tersenyum melihat Umi Jamilah begitu perhatian, baru kali ini Abbas merasakan kasihan sayang seorang ibu. Mami Siska dulu sukanya shopping melupakan anaknya sendiri.


"Umi, bolehkah aku memeluk mu?." Abbas meminta izin.


"Boleh, nak. Sekarang kamu anak ku juga dan Abi dan Umi orangtua mu, jangan sungkan." Umi Jamilah memeluk Abbas. Khumaira melihat itu meneteskan airmata, ia merasa terharu.


"Aku juga mau di peluk." Kata Khumaira manja.

__ADS_1


"Abi juga." Kata Abi


Mereka berpelukan, hehehe seperti teletubies.


Papi Mario dan keluarga lain melihat itu tersenyum.


"Semoga kamu bahagia, Boy. Papi akan selalu mendoakan kamu." Papi Mario menghapus airmatanya.


"Sudah jangan pelukan lagi, ngga enak di lihat. Disangkanya kita ini teletubies, seperti di Tv itu loh." Canda Umi Jamilah.


"Hehehe... Umi benar. Abi tidak mau begitu, emangnya kita badut apa." Tambah Abi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Oia, Author menjelaskan lagi Abbas dan Eliana itu sudah resmi bercerai ya. Dan maaf atas kesalahan menulis tentang Sholat di jamak, Author tidak meriksanya kembali. Tapi aku juga terimakasih sudah mengingatkannya, jangan bosan-bosannya memberitahu kesalahan penulisan novel ini ya. Tapi jangan terlalu judes komentarnya, sekarang Author gampangan baper. Tidak tau kenapa.


Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya ...


See you...😘😘😘😘.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2