
Setelah bayi Eliana sudah terlelap tidur, Dokter Chelsea membawanya keruang bayi. Tiba-tiba muncul Dokter Erik, hingga membuat Dokter Chelsea terkejut.
"Eh! Dokter Erik, kirain siapa?." Dokter Chelsea bernapas lega, di pikirnya ia ada hantu di depannya.
"Hahaha... Lagian loe itu terlalu fokus sama bayi ini, BTW ini bayi siapa?." Dokter Erik tertawa melihat ekspresi wajah Dokter Chelsea saat terkejut tadi.
"Sumpah demi apa, ini Benar-benar Dokter Erik yang biasanya seperti es batu dan ngga pernah senyum. Sekarang di hadapan gue dia tertawa, Ya Allah ganteng banget dia tertawa kaya gini." Batin Dokter Chelsea yang terpesona atas kegantengan Dokter Erik.
"Woy! Malah melamun, jawab pertanyaan gue." Katanya lagi Dokter Erik.
"Hah! Oh! Ini Eliana teman gue." Dokter Chelsea gugup.
"Eliana, ini bukan?." Dokter Erik memberikan ponsel yang terdapat foto Eliana bersama Abbas.
"Iya, betul. Kok loe kenal sih." Dokter Chelsea melihat ponselnya Dokter Erik, ia bingung kenapa bisa Dokter Erik kenal dengan Eliana.
Untung saja Bayi Eliana sedang tidur pulas, jadi tidak menghiraukan suara bisik.
"Eliana itu istri dari sahabat gue, Abbas Ferdinand." Kata Dokter Erik.
"Ooo... Ya udah gue taruh dulu bayinya, kasihan udah tidar pulas dia." Kata Dokter Chelsea menggendong bayi Eliana.
"Gue antar ada yang ingin gue omongin sama loe."
__ADS_1
"Ya udah, emang loe mau ngomong apa?."
"Gini, ini bayi berarti anaknya Abbas dan Eliana ya?Bukannya saat ini Eliana masih 7 bulan usia kandungan loe." Kata Dokter Erik to the point.
"Ah! Itu gue ngga tau, yang gue tau dia hamil untuk usianya gue ngga tau." Dokter Chelsea bohong.
"Sory ganteng, gue ngga bisa kasih tau loe sebenarnya." Batin Dokter Chelsea, lalu masuk ke dalam ruangan khusus bayi.
"Masa loe, ngga tau. Kan loe tadi menanganinya pas lahiran." Dokter Erik menatap Dokter Chelsea curiga.
"Usia kandungan mau 7 bln atau 9 bln bisa lahiran atas kehendak Allah, kita sebagai perempuan siap mau melahirkan di usia bulan berapa dan apa resiko yang di hadapi, bila sang bayi lahir prematur. Tapi Alhamdulillah, bayi ini tidak ada cacat atau kelainan yang lain. Bayi ini sehat." Dokter Chelsea menjelaskan.
"Iya, juga. Oia, anak ini sudah di azan kan atau di beri nama?." Kata Dokter Erik mendekati bayi mungil yang sedang tertidur pulas.
"Baiklah, gue akan mengazani." Dokter mendekati telinga kanan bayi lalu di mulai azan. Kemudian Ia pindah ke telinga kiri untuk Qomat.
Setelah Dokter Erik mengazani bayi tersebut, lalu ia memberi nama sementara.
"Gue akan beri nama anak ini untuk sementara, Satria. Karena dia kelak akan menjadi Kesatria melindungi orang yang ia sayangi dan cintai." Kata Dokter Erik, lalu ia mencium baby Satria.
Dokter Chelsea melihat tingkah Dokter Erik yang berubah 180 derajat, hingga ia terpesona atas perubahan Dokter Erik.
Dokter Erik biasanya bersikap diam, tidak banyak bicara dan apa lagi tersenyum atau ramah ke siapa pun termasuk pasien. Walau Dokter Erik seperti itu fansnya banyak. Hari ini Dokter Chelsea beberapa kali melihat Dokter Erik tersenyum, di dalam hati penuh tanya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut lagi besok pagi ya... See you...😘😘😘😘
__ADS_1