Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Extra-Part 01 (Ulah Si Kembar 4)


__ADS_3

Sikembar 4 kini sudah berumur 5 tahun, tingkat IQ mereka sangat tinggi. Melebihi anak seumuran mereka, bahkan mereka bisa memecahkan soal-soal anak kuliahan. Membuat Nufail dan Alsava terpukau dengan anak-anaknya, walau mereka agak nakal. Tapi kalau soal pendidikan mereka sangat nomor 1.


Hari ini Si Kembar ingin ke kantor Daddynya, Alsava melarangnya.


"No, Mommy ngga mengijinkan kalian kesana." Tolak Alsava.


"Mommy, Hiks...Hiks...Hiks... Aku kan kangen Daddy." Lacynta berakting menangis.


"Iya, Mom. Kami rindu Daddy." Lacynda, Ghoza dan Ghozi memasang wajah memelas.


"Hufh!! Baiklah, kalau begini Mommy tidak tega." Alsava memeluk ke empat anaknya.


"Terimakasih, Mommy." Serentak.


"Sama-sama sayang, Mommy mau siap-siap kalian tunggu di bawah ya." Alsava masuk kedalam kamar.


"Baik, Mom."


"Kamu memang terbaik, dek." Ghoza mengacungkan kedua jempol.


"Hehehe... Kalian juga." Lacynta terkekeh.


Mereka berempat menunggu Mommynya langsung di dalam mobil, mereka tidak sabaran ingin ketemu Daddynya.


"Bi, anak-anak kemana?." Alsava sudah rapi dan melihat keempat anaknya tidak ada di ruang keluarga, lalu ia menanyakan kepada Bi Inem.


"Mereka sudah di dalam mobil, Nya." Kata Bi Inem.


"Ya ampun, rupanya mereka tidak sabaran. Oia, Bi kami pergi dulu." Alsava menggelengkan kepala dan pamit kepada Bi Inem. Walau pelayan Alsava masih sopan dan ramah, tidak membedakan status.


Alsava berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan Mang Dudung.


"Kalian kenapa tidak menunggu Mommy di ruang keluarga hm?." Tanya Alsava kepada keempat anaknya.


"Biar cepat, Mom." Kata Ghozi yang duduk di depan, samping supir.


"Baiklah, Mang antarkan kami ke kantor Daddy." Kata Alsava.

__ADS_1


"Siap Nyonya, semua sudah pake sabuk pengaman?." Kata Mang Dudung untuk memastikan.


"Sudah Mang." Serentak.


"Bismillahirahmanirohim, kita berangkat." Mang Dudung melajukan mobil dengan kecepatan rata-rata.


Di Sisi Lain.


Nufail sedang mengadakan meeting dengan beberapa kolega, tapi ia merasa tidak suka dengan meeting kali ini. Itu karena salah satu koleganya beserta sekretarisnya menggunakan pakaian yang sangat ketat hingga benda kenyal menyembul ingin keluar.


"Joe, loe udah bilang mereka kan. Kalau mau meeting sama gue itu harus berpakaian sopan, bukan seperti jamblang mencari pelanggan." Bisik Nufail agak kesal.


"Sudah, Bos. Tapi cuma mereka doang yang susah di bilangin." Bisik Joe.


Nufail menghela napas panjang.


Kini giliran wanita yang berpakaian ketat untuk presentasi.


"Sebelumnya perkenalkan saya nama saya Delia Sekretaris ibu Meysha Sebastian Scott dari Group Scott." Kata Delia.


"Hai, Nufail." Meysha melambaikan tangan ke Nufail.


Selama penjelasan Meysha berada di belakang Nufail, seolah-olah dia memperhatikan Sekretarisnya sedang presentasi. Dan dia berusaha menggoda Nufail dengan memajukan wajah, ia pura-pura tidak melihat jelas layar di depan.


******BBrraa*********kk***


Pintu dibuka kasar, bukan lagi kalau si ulah kembar empat. Setelah turun dari mobil mereka berlari masuk ke dalam kantor, Alsava hanya geleng kepala.


"Daddy..." Teriak Si kembar empat, mereka langsung menghampiri Daddynya.


Lacynda dan Lacynta mendorong Meysha hingga terjatuh di lantai.


"Jangan pernah menggoda Daddy kami." Tegas Lacynda dan Lacynta.


"Shitt..." Meysha mengendus kesal dan memukul lantai.


"Nona, tidak apa-apa." Joe membantu Meysha berdiri.

__ADS_1


"Tidak usah, saya bisa bangun sendiri." Meysha membersihkan pakaiannya.


"Ya Ampun, Babay. Maaf ya, mengganggu. Ayo anak-anak kita tunggu Daddy keruang Daddy saja." Alsava merasa tidak enak, karena ulah anaknya meeting tertunda.


"Ngga apa-apa, sayang. Yuk, kita keluar biar Joe yang melanjutkan... Untuk group Scott saya tegaskan kalau ingin bekerja sama dengan perusahaan saya, kalian harus berpakaian rapi layaknya seperti perempuan baik-baik seperti istri cantik ku. Jangan kalian kira saya akan tergoda sama kalian, mimpi kali istri ku ini yang lebih seksi dari pada kalian. Joe lanjutkan meetingnya." Nufail merangkul Alsava dan ke empat anaknya mengikutinya dari belakang.


"Bye, tante gatel." Ejek Lacynta dan menjulurkan lidahnya.


Meysha mengepal tangannya, ia ingin memberi pelajaran dengan bocah-bocah tadi.


"Jangan macam-macam nona, nanti Tuan Alex akan marah kalau meeting ini gagal." Bisik Delia, ia memperingatkan Meysha.


Terpaksa Meysha duduk dan Delia melanjutkan presentasinya.


"Kenapa kalian tidak sopan asal masuk keruang meeting hm?." Tanya lembut Nufail kepada keempat anaknya.


"Kami ngga suka Daddy berdekatan dengan wanita gatel itu." Lacynta dan ketiga saudaranya menunduk, mereka takut Nufail marah.


"Hahaha... Mommy baru paham sekarang kenapa kalian ini buru-buru ingin kekantor Daddy, rupanya ada kecoa yang akan mengganggu Daddy. Nak, kalian ini memang is the best. Mommy bangga kepada kalian, tapi bagaimana kalian bisa tau ya." Kata Alsava memeluk keempat anaknya dan menanyakan kenapa mereka bisa tau semuanya.


"Itu karena sistem CCTV kantor ini sudah kami bajak, Mom, Dad." Kata Ghoza menggarukkan kepala yang tidak gatel.


"Masya Allah, Nak. Kenapa kalian bisa melakukan itu?kalian ini masih anak umur 4 tahun, kenapa bisa sih?." Nufail penasaran dengan tingkah sih keempat anaknya itu.


.


.


.


.


.


.


Haii aku akan menambahkan partnya sesuai keinginan kalian... Part ini akan membahas kisah Sih Kembar 4.

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote dan Komentarnya ya...


See you... 😘😘😘😘


__ADS_2