
"Eh! Ja**ng, mobil ini punya Eliana. Ngaku-ngaku aja jadi orang." Kata Teman 2 sewot.
"Betul itu, penampilan sih branded semua tapi hasil ja**ng." Teman 1 melihat Alsava dari atas hingga bawah. Siti melihat ada keributan di luar, lalu menghampiri.
"Itu kan Nyonya Alsava, itu perempuan kok jahat banget. Aku harus bantu Nyonya Alsava." Batin Siti.
Kedua teman Eliana mendorong Alsava untung Siti langsung menangkap Alsava.
"Nyonya tidak apa-apa?." Siti terlihat panik.
"Saya ngga apa-apa, Sit. Terimakasih ya, udah bantuin saya." Alsava bangun di bantu Siti.
"Sudah tugas saya membantu pengunjung nyonya." Siti merapihkan penampilan Alsava.
"Loe itu lebih cocok jadi pelayan, ngga pantas loe jadi nyonya." Eliana menghina Alsava.
"Jaga omongan Anda. Bukan sebaliknya Anda yang seperti itu." Geram Siti dan melototi Eliana.
"Ck, ini pelayan loe itu ngga ada kepentingan disini sana pergi." Teman 1 menonyor kening Siti.
Siti dengan sigap langsung melintir tangan teman 1. Alsava melihat itu terkejut.
"Aauuww... Aduh! Sialan loe, lepasin ngga." Rintih teman 1.
"Anda harus minta maaf sama nyonya Alsava dulu baru saya lepaskan." Kata Siti menekan tangannya.
"Eh! pelayan lepasin ngga, kalau loe ngga lepasin gue akan bilang ke manager restaurant ini." Ancam teman 2.
"Saya ngga peduli... Cepat anda minta maaf kepada Nyonya Alsava." Siti menambahkan tekan biar teman 1 meminta maaf kepada Alsava.
"Eh! Loe nantang gue, asal loe tau. Gue ini istri dari Abbas Ferdinand orang terkaya di negara ini." Ucap Eliana sombong.
"Istri dari rebut aja bangga, dasar pelakor ngga tau malu." Ucapan Siti membuat Eliana matanya terbelalak.
__ADS_1
"Kenapa kaget?saya bisa mengetahui semuanya." Siti mendorong teman 1 hingga jatuh ke aspal.
"Bre**sek loe." Teman 1 marah, lalu berdiri ingin membalas perbuatan Siti. Dia ambil batu dan hendak memukul Siti.
"SITIII..." Teriak Alsava dan mendorong teman 1. Hingga jatuh kembali.
"Loe apain teman gue." Eliana menarik rambut Alsava hingga terlepas ikatan rambut Alsava.
"Aauuww... lepaskan..." Alsava Rintih kesakitan rambutnya di tarik.
"Lepaskan Nyonya Alsava." Siti memegang tangan Eliana.
"Apa-apaan ini." Suara barito yang Alsava kenal.
Eliana menghentikan kegiatan dan menoleh ke arah suara.
"Ini ganteng, cewek ja**ng Ini ngaku-ngaku mobil hitam itu miliknya. Padahal mobil ini milik teman saya." Kata teman 2 manis.
"Siapa yang kamu katakan ja**ng tadi, hah!." Nufail Mata melotot.
"Di-dia." Teman 2 merasa ketakutan.
"JOE, urus semuanya. Kamu taukan apa yang harus kamu lakukan." Nufail marah dan memerintahkan Joe.
"Baik, tuan." Joe menunduk. Nufail menghampiri Alsava.
"Mampus gue." Batin Eliana, ia merasa ketakutan.
"Sayang, kamu ngga apa-apa?." Nufail memegang pipi Alsava.
"Babay, perut ku tiba-tiba saja sakit." Alsava memegang perutnya. Nufail dengan panik menggendong Alsava dengan bridal style.
"Joe, kamu tau apa yang pantas bagi mereka. Dan buat kalian semua, bila terjadi apa-apa dengan istri dan my quadruplet. Saya ngga segan-segan membunuh kalian." Nufail dengan emosi, membawa Alsava kedalam mobil kesayangan.
__ADS_1
Teman 1 dan Teman 2 matanya terbelalak, mobil hitam sport itu bukan milik Eliana.
"APA!!! Alsava hamil kembar 4." Batin Eliana, ia menatap Nufail membawa Alsava.
"El, ternyata loe udah bohongi kami." Teman 1 marah.
"Bukan, begitu... Gue..." Belum selesai bicara. Joe dan bodyguard memegang tangan Eliana dan teman-temannya.
"Lepaskan apa yang kalian lakukan." Teriak Eliana dan Teman-temannya.
"Dan kamu terimakasih sudah menolong nyonya kami tadi, ini kartu nama saya. Kalau ada apa-apa silakan hubungi saya." Joe memberikan kartu nama.
"Sudah menjadi tugas saya, tuan. Menjaga nyonya dari wanita-wanita ja**ng seperti mereka. Terimakasih nanti saya hubungi tuan." Kata Siti, lalu masuk kedalam restaurant.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1