Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Eps 02 [Mencari Pekerjaan]


__ADS_3

Setelah memikirkan semua itu Carlos kemudian memejamkan matanya dan perlahan ia tertidur.


Keesokan harinya Carlos terbangun seperti biasanya ia selalu terbangun dijam 09.15 dan mengingat dengan rencananya semalam untuk mencari pekerjaan, Carlos segera bangkit dari tidurnya dan berjalan ke kamar mandi kecilnya itu. Usai mandi Carlos menerima telfon dari pamannya yang sudah bisa ia tebak apa yang akan diucapkan pamannya. Segera saja ia mengangkat telfon itu.


Percakapan Ditelfon


"Hallo nak jadi..." - Paman


Belum sempat pamannya menyelesaikan ucapannya, Carlos sudah memotongnya.


"Ga usah paman, aku sudah makan jadi tidak perlu dibawakan dan sebentar lagi aku akan keluar ada keperluan" - Jelas Carlos


"Makanan dari mana? sudah intinya paman antarkan saja, tunggu disitu jangan kemana-mana" - Tegas paman


Tut...Tut...


Carlos menghela nafas berat, sudah lama ia menahan rasa tidak enaknya pada sang paman yang selalu menafkahi dirinya yang seharusnya diusia seperti ini sudah bisa menghidupkan dirinya sendiri. Padahal pamannya hanya bekerja sebagai satpam sebuah pabrik makanan.


"Paman kau terlalu berlebihan" - Gumam Carlos sambil memegang perutnya yang kelaparan.


Kini Carlos tengah duduk didepan rumahnya sambil menundukkan kepalanya memikirkan kemana ia akan mencari pekerjaan. Karena dijaman seperti ini sudah sulit mencari pekerjaan apalagi pendidikannya hanya sampai di bangku SMA.


"Kenapa wajahmu seperti itu padahal masih pagi sudah murung saja" - Terdengar suara pamannya yang ternyata sudah ada disampingnya sedari tadi memperhatikan Carlos.


"Paman...ayo masuk" - Ucap Carlos sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu sembari menunduk malu.


Setelah mereka duduk pamannya langsung membuka kain berisi kotak makan yang berukuran sedang kemudian ia membuka kotak itu dan memberikan kepada keponakannya itu.


"Maaf bibi mu hanya memasak ini tapi asal kau tau dia wanita yang paling pandai masak di kota ini hahaha" - Paman.


"Haha tanpa paman katakan aku sudah tau, terimakasih paman. Ayo paman makan juga" - Carlos


Perlahan ia mulai makan dengan lahap karena Carlos memang tengah mengejar waktu.


Paman yang memperhatikan keponakannya makan dengan lahap hanya bisa tersenyum lebar disertai sedikit kerutan diwajahnya. Jika melihat keponakannya paman selalu teringat akan adiknya tidak lain adalah ayah dari Carlos.

__ADS_1


"Yaa makan yang banyak nak, tapi jangan terburu-buru kau bisa tersedak" - Ucap Paman Kahwatir.


"Aku ingin mencari pekerjaan" - Carlos


"A-apa? Paman tidak salah dengar?" - Paman


"aku serius" - Carlos


"Syukurlah keponakan ku sudah kembali seperti dulu" - Entah sejak kapan namun kedua mata paman sudah berair namun sepertinya berusaha ditahan oleh paman agar tidak jatuh.


Belum sempat Carlos menguyah makanan yang ada di mulutnya, dia sudah terpaku melihat ekspresi pamannya itu.


"Ada apa? Ada yang salah" - Ucap Carlos kemudian kembali mengunyah dan menelan makanannya.


"ah tidak tidak, mata paman dikencingin nyamuk tadi hahah. Sudah lanjut makanmu biar semangat nyari kerjaannya" - Paman


Carlos mengangguk dan melanjutkan makannya. Setelah usai makan dan membereskan kotak makannya Carlos dan paman berjalan keluar rumah dan mereka berdua berjalan kaki sama-sama menuju jalan umum, sesampainya dijalan umum Carlos berpisah dengan pamannya karena pamannya harus pergi ke tempat kerja.


"Hum...aku harus mulai dari mana yaa" - Gumam Carlos sambil melirik sekitar yang terdapat banyak tokoh-tokoh besar dan beberapa perusahaan.


Perlahan Carlos berjalan dan ia melihat ada toko buku yang lumayan besar, langkahnya terhenti tepat didepan. Perasaannya sedikit takut namun ia mencoba untuk melawannya.


"Permisi perkenalkan saya Carlos dan saya ingin mencari pekerjaan" - Sembari menunjukan senyum lebarnya.


"ah...ga ga! terlalu berlebihan. Ehekm...Permisi apa ada lowongan kerja?"


"Permisi tuan apa mencari tenaga kerja?"


"Permisi saya sedang mencari pekerjaan apa ada?"


Carlos terus saja berbicara pada dirinya sendiri mencari dialog yang pas untuk mengatakan kepada pemilik toko sambil ia mencoba mempraktekkan posisi badan yang baik dan benar.


Karena pintu toko itu terbuat dari kaca sehingga penjaga didalam dapat melihat kelakuan Carlos yang terlihat aneh karena berbicara sendiri.


Penjaga itu langsung keluar toko dan menawarkan bantuan kepada Carlos.

__ADS_1


"Anak muda apa ada yang bisa saya bantu?" - Penjaga toko


"Eh...umm iya ada" - jawab Carlos gugup


"Mari masuk" - Penjaga toko


Setelah didalam Carlos melihat ruangan ini penuh dengan buku ditambah aroma arum yang tercium seperti memberikan kenyamanan.


"Jadi anak muda? " - Tanya penjaga sambil sedikit memiringkan kepalanya.


"oh iya saya itu...mau itu" - Carlos terlalu takut karena ia belum pernah melakukan ini sebelumnya dan rasanya seperti malu untuk dikatakan.


"mau?" - Tanya penjaga itu lagi


"Jadi gini tuan ada yang mau saya tanyakan" - Carlos


"silahkan nak" - Penjaga toko


"Apa disini ada...umm pensil? yaa itu pensil tulis" - Entah kenapa secara spontan Carlos justru mengatakan untuk mencari sebuah pencil.


Dalam hati Carlos seperti ingin berteriak bahkan raut wajahnya terlihat kesal namun ia menahannya dengan mencoba memberikan senyum lebarnya.


"ah pensil? ada paling murah tiga ribu" - Tawar penjaga


"oke saya ambil itu ini ya uangnya" - dengan begitu Carlos mengeluarkan uang yang totalnya sesuai dengan harga pensil itu.


Kemudian Carlos keluar toko sambil memegang sebuah pensil tulis, ia mengangkat pensil itu dan menatapnya tajam.


"Pensil ta*k" - Dengusnya kesal.


Segera Carlos memasukan pensil itu kesaku celananya kemudian ia melanjutkan perjalanan untuk mencari pekerjaan.


Bersambung...


Hallo^^ author masih pemula mohon saran dan kritik. Semoga kalian suka sama ceritanya.

__ADS_1


Jangan plagiat yaa mencari ide itu susah lhoo


__ADS_2