Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Salah Cemburu


__ADS_3

Saat Alsava sudah menyalakan mesin, Nufail tambah panik. Dia takut Alsava akan nekat.


"Sayang, please buka pintunya." Nufail lembut.


"Ngga mau kamu udah narik-narik dan mendorong aku dengan kasar." Alsava memanyunkan bibirnya.


"Iya, aku salah. Aku minta maaf... Aku cemburu melihat kamu bercanda-canda sama pria lain. Apalagi pria itu menyentuh mu, aku ngga suka milik ku di sentuh oleh orang lain. Please buka pintunya ya." Nufail mengakui kesalahannya.


Alsava membuka pintu mobil, lalu Alsava keluar dengan berwajah asem atau bertekuk.


"Yank, maafin aku. Ya, kamu dan My quadruplet ngga apa-apa kan?." Nufail memeluk Alsava.


"Maafkan aku, aku cemburu melihat kamu berdua sama pria. Apalagi kamu tertawa lepas dan pipi sama tangan kamu di sentuh oleh sama itu pria." Ucapnya lagi. Alsava melepas pelukan Nufail.


"Tapi kamu ngga kaya gini, kamu berkelakuan kasar sama aku. Kalau seandainya ini anak yang aku kandung kenapa-napa gimana?hmm... Jawab..." Alsava agak membentak.


"Iya, maaf aku salah, aku janji ngga akan ngulangi lagi." Nufail menunduk, seakan anak kecil ketakutan di marahi ibunya.


"Harusnya kamu itu bicarakan baik-baik sama aku dan tanya siapa dia, bukan asal tarik dan dorong aku dengan kasar." Alsava mempelototi Nufail.


"Iya, Maaf. Ngga akan ada lagi seperti ini, kamu mau kan maafkan aku." Nufail mengantupkan kedua tangan dan berwajah memelas.


"Duh! kalau kaya gini aku ngga tahan pengen ketawa, seorang CEO berwajah imut." Batin Alsava.


"Oke aku maafkan kamu, tapi sebelum itu aku ingin banget buah stroberi yang berada di rumah Leon. Jangan ada bantah lagi." Tegas Alsava.


"Huh! Baiklah." Nufail menarik napas dan dengan terpaksa menuruti permintaan Alsava.


Alsava masuk kembali ke restaurant dan menghampiri Leon. Nufail mengikuti Alsava dari belakang.


"Yon, aku mau ke rumah mu. Lagi pengen banget sama buah stroberi kamu, masih ada kan?." Alsava merangkul tangan Leon.

__ADS_1


"Sayang, jangan pegang-pegang." Nufail melepas tangan Alsava di tangan Leon, ia merasa cemburu.


"Hahaha... Bos, situ cemburu ya, ay. Tenang aja aku ngga suka sama itu bini kau. Ay, udah punya pacar." Leon tertawa, perkataan Leon membuat Nufail bingung.


"Ish! Babay, dia ini sebenarnya cewek hanya aja berkelakuan dan bergaya laki-laki. Nama aslinya Leona Andrian Putri, jadi kamu itu salah kalau cemburu sama dia. Masa jeruk makan jeruk, ngga level aku." Alsava merangkul tangan Nufail untuk meredakan emosinya.


"Hah! yang benar kamu, Yank." Nufail masih ngga percaya.


"Coba kamu lihat di bawah, ada yang menonjol ngga. Lagi ya, kalau laki-laki itu kalau pake celana ketat pasti itunya nonjol. Sedangkan Leon kagak, malah gepeng... Makanya Yon, ubah penampilan kamu. Kamu itu udah di kodratkan perempuan, malah ngga bersyukur." Alsava menaruh tangannya di pundak Leon.


"Kamu tau sendiri kenapa aku kaya gini?Aku itu masih trauma Al... Tapi aku juga ingin berubah.. Mmm... Aku masih takut Al." Leon sedih.


"Iya aku tau, sudah jangan di paksakan. Semoga aja kamu mendapatkan jodoh yang mau menerima kamu apa adanya, sudah jangan sedih. Aku akan selalu ada buat kamu, nanti aku akan memperkenalkan seorang pria yang baik buat kamu dan mau terima kamu apa adanya, semangat ya jangan sedih." Alsava memeluk Leon.


"Makasih ya, Al." Leon mengelus punggung Alsava.


"Iya, kapan nih kita ke rumah kamu. Aku dan anak-anak ku pengen buah stroberi di rumah mu itu."


"Ikutlah, mana mau dia jauh-jauh dari ku."


"Pede sekali teman ku ini, Oia kamu tadi bilang anak-anak ku. Mana anak-anak kamu, aku ngga melihat siapa-siapa." Leon celingak-celinguk.


"Mereka masih ada di perut ku." Alsava menujuk ke arah perutnya.


"Mereka?." Leon menoleh ke perut Alsava.


"Iya, mereka."


"Jadi kamu hamil?kembar?."


"Iya, Leona sayang. Aku hamil malah dapat 4 lagi."

__ADS_1


"Wah! topcer kali ini pak bos."


"Iya, dong. Aku itu menaruh benih itu setiap hari tak pernah absen." Kata Nufail, membuat Alsava merona.


"Selamat ya... Huh! aku jadi pengen sama siapa ya." Ucap Leon.


"Berubah dulu penampilan kamu, jangan kaya gini. Orang mana tau kalau kamu itu perempuan." Kata Alsava.


"Kalau itu nanti saja."


.


.


.


.


.


.


.


.


Kalian pasti bingung kenapa Sahabatnya Alsava Icha dan Reina, bisa ada di London. Aku akan menjelaskan tolong jangan hujat aku ya...


Icha dan Reina mendengar Alsava dan Abbas bercerai... Mereka berdua di urus oleh Papi Mario untuk mendampingi Alsava, takutnya Alsava mengalami depresi atau apalah. Papi Mario sangat mengkhawatirkan Alsava, jadi menyuruh Icha dan Reina ke London dan mereka juga di beri pekerjaan, kuliah, bahkan tempat tinggal.


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Jangan lupa Like, vote dan komentarnya ya... See You...😘😘😘😘


__ADS_2