Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Bertemu Sahabat Lama


__ADS_3

Mami Siska marah, ternyata barang yang dia pilih buat Satria di kembalikan lagi oleh Abbas. Ia pun mengajak Bi Inem dan Satria ke toko itu lagi.


"Abbas kamu Benar-benar keterlaluan." Mami Siska kesel.


Ketika Abbas ingin memasuki toko, ia melihat sahabat lamanya muncul lagi.


"Itu Aisyah, udah lama sekali tidak bertemu. Dia semakin cantik, Adam memang memperlakukan Aisyah dengan baik." Kata Mami Siska melihat Umi Aisyah sedang memilih pakaian bayi.


Flash Back


Ya... Dulu Mami Siska dan Umi Aisyah itu sahabat di waktu SMA. Tapi suatu insiden membuat mereka berpisah.


Suatu ketika Papi Mario dan Umi Aisyah di jodohkan oleh kedua orangtua masing-masing.


"Tidak, Dad. Aku tidak mau di jodohkan, aku sudah mempunyai tambatan hati." Papi Mario menolak.


"Terima atau tidak kamu tetap akan menikah dengan Aisyah putri sahabat Daddy." Opa Ferdinand tetap pada pendiriannya.


"Baik, kalau Daddy tetap kekeh menjodohkan aku dengan Aisyah lebih baik aku pergi dari sini." Papi Mario kesel dan pergi.


"Mario..." Panggil Opa Ferdinand, lalu memegang dadanya.


Sebenarnya Papi Mario juga suka dengan Umi Aisyah, karena kecerobohan dan kebodohannya Papi Mario telah mengambil keperawanan Mami Siska. Mau tak mau ia harus bertanggungjawab.


Opa Ferdinand mengetahui kelakuan putranya itu dengan terpaksa menyetujui dan malah mempercepat pernikahannya.


Keluarga Umi Aisyah mendengar Papi Mario menikah dengan orang lain merasa kecewa dan berencana pergi ke Arab, Umi Aisyah bisa terima karena demi persahabatannya. Ia rela berkorban, agar Mami Siska bahagia.


Umi Aisyah menulis surat untuk Papi Mario.


...Assalamualaikum Mario......


...Aku menulis surat ini aku ingin mengungkapkan rasa t**erimakasih selama ini kau membuat ku bahagia di dalam hidup ku dan hidup ku menjadi berwarna....


...Maaf aku mengatakan ini kepada mu, Mario aku mencintaimu... Sangat mencintai mu. Mungkin aku sudah terlambat mengatakan. Tapi tak apa-apa, aku ucapkan selamat atas pernikahan mu. Semoga kamu bahagia dengan Siska, aku hanya bisa mendoakan mu semoga engkau bahagia dengan pilihan mu....


...Aku menulis surat ini aku sudah tidak ada di Indonesia, jangan pernah mencariku. Aku ngga mau terluka terlalu dalam, aku sudah ikhlas melepaskan mu demi kebahagiaan kalian. Aku juga memberikan kado untuk kalian berdua, semoga bermanfaat. Bye aku pergi......


...Selamat tinggal cintaku...😘😘😘😘...


...Dari : Aisyah Khumaira Zhafran...


"Hufh...Semoga keputusan ku benar." Umi Aisyah menarik napas dan melipat surat, lalu di masukan dalam amplop.


"Mang tolong antarkan bingkisan ini ke rumah Mario ya." Kata Umi Aisyah memberikan bingkisan ke Mamang Rudi.


"Siap, Non. Oia, tadi kata tuan. Non Aisyah harus ke bawah, sudah siap mau berangkat katanya." Kata Mamang Rudi.


"Siap Mang, jaga diri Mamang dan Bibi ya. Aisyah pasti akan kangen sama Mamang dan Bibi."


"Iya, Non. Non juga jaga diri baik-baik disana."

__ADS_1


Umi Aisyah menuruni tangga.


"Sudah siap, Nak." Kata Aljadu Zhafran tersenyum melihat Umi Aisyah yang turun dari tangga.


"Insya Allah, Aisyah siap. Abi." Umi Aisyah tersenyum.


"Iya, kamu harus kuat. Abi selalu ada buat kamu, oke." Aljadu Zhafran mengelus kepala Aisyah.


"Iya, Abi. Aisyah udah ikhlas, mungkin Mario bukan jodoh ku."


"Iya, di luar sana Allah sudah menyiapkan jodoh terbaik buat kamu. Ya udah, yuk. Nanti ketinggalan pesawat."


"Iya, Bi. Yuk, Bismillahirohmanirohim..."


Aljadu Zhafran dan Aisyah berjalan menuju pakiran mobil. Pak supir keluar dan membukakan pintu mobil.


Semua sudah masuk ke dalam mobil, supir langsung melajukan mobilnya.


Skip


1 Bulan Kemudian,


Aisyah dan Aljadu Zhafran berada di Arab, Aisyah sudah mulai menata kembali hatinya.


"Nak, lihat siapa yang datang." Kata Aljadu Zhafran baru pulang kerja.


"Siapa emang, Bi?." Aisyah penasaran.


"Wa... Wa'alaikumsalam... Adam..." Mata Aisyah membulat, pria itu adalah Adam Sahabatnya yang menghilang secara tiba-tiba.


"Iya, Syah. Aku Adam." Abi Adam tersenyum melihat Umi Aisyah.


"Masya Allah, aku Benar-benar ngga percaya. Kalau yang ada di hadapan aku ini Adam, bukan hantunya Adam kan?." Umi Aisyah berkaca-kaca.


"Hahaha... Kamu lucu banget sih. Aku Benar-benar Adam." Abi Adam mencubit gemes pipi Umi Aisyah.


"Hhmmm... Kalian ini belum sah, lebih baik jangan pegang." Kata Aljadu Zhafran.


"Eh! Iya, Bi. Maaf, abis Aisyah sangat menggemaskan." Abi Adam menggarukkan tengkuknya.


"Makanya cepat nikahi Aisyah, saya tidak mau kata pacaran. Takut kalian melakukan dosa." Kata Aljadu Zhafran.


"Ih!, apaan sih Abi?." Aisyah merona.


"Insya Allah, besok. Saya dan keluarga akan kesini lagi untuk melamar Aisyah." Abi Adam menatap Aisyah dan tersenyum.


"Hah!! Kamu serius, Dam?." Aisyah terkejut mendengar perkataan Abi Adam.


"Iya, Syah. Aku serius, ya sudah aku pamit pulang ya. Bi?." Abi Adam mencium punggung tangan Aljadu Zhafran.


"Iya, besok saya tunggu lamaran kamu." Kata Aljadu Zhafran.

__ADS_1


"Insya Allah, Bi. Syah, aku pulang. Ya, jangan merindukan aku ya." Ledek Abi Adam.


"Ck, Pede banget kamu." Ucap Umi Aisyah.


"Ya Udah, Assalamualaikum." Abi Adam menunduk dan berjalan keluar.


"Wa'alaikumsalam..." Serentak.


"Syah, Abi ingin kamu bisa menerima Adam. Tapi Abi tidak akan memaksa kamu."


"Ini sangat mendadak, Bi. Aisyah bingung."


"Apa pun keputusan kamu semoga yang terbaik ya, Nak. Ya sudah, Abi ke kamar dulu ya." Aljadu Zhafran mengelus kepala Umi Aisyah.


"Iya, Bi."


Sesuai perkataan Abi Adam, ia datang bersama keluarganya dan melamar Umi Aisyah. Abi Adam tidak mau lagi kehilangan Umi Aisyah, dari dulu ia sangat mencintai Umi Aisyah.


Umi Aisyah pun menerima lamaran Abi Adam, terlihat mata Abi Adam bersungguh mempersunting dirinya.


Di Indonesia


Mami Siska keguguran, karena ia tidak tau dirinya sedang hamil anaknya Papi Mario. Ya Mami Siska melakukan olahraga extra membuat dirinya keguguran.


Setelah menerima surat Umi Aisyah, Papi Mario mencari Umi Aisyah.


Beberapa tahun kemudian, Papi Mario mendapat info kalau Umi Aisyah sudah berada di Indonesia. Tapi ia kecewa kalau Umi Aisyah sudah menikah dengan Abi Adam dan sudah memiliki Anak.


Akhirnya dengan terpaksa Papi Mario membuka hatinya untuk Mami Siska.


FlashBack Off


"Apa aku harus menyapanya?Ah! Dia kan saingan aku." Mami Siska menatap benci ke Umi Aisyah.


"Gara-gara kamu, Mario tidak bisa melupakan mu. Mario tidak pernah mencintai mu, aku benci sama kamu. Dari dulu kamu selalu di keliling laki-laki tampan dan tajir, sedangkan aku hanya bayangan mu saja. Apalagi sekarang Mario minta cerai, aku harus memusnahkan kamu. Sebelum Mario bertemu dengan mu." Mami Siska geram dan menatap kebencian ke Umi Siska.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya kalau ada alur yang ngga sambung atau berantakan... 🙏🙏🙏🙏


Teruslah beri like, vote dan komentar biar Author semangat ya...

__ADS_1


See you... 😘😘😘😘


__ADS_2