Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Bertemu Alsava


__ADS_3

Akhirnya Mami Siska bisa menemui Satria, karena kemarin Abbas tidak bisa mengantarkan Maminya untuk menemui Satria. Abbas kemarin mabok berat, walau ia pergi ke club masih siang. Bagi dia tak masalah, karena club itu milik pribadi Abbas.


"Mami senang banget bisa ketemu cucu Mami pasti ganteng mirip kamu, ya Sayang." Mami Siska Senang.


"Seandainya Mami tau kalau Satria bukan anakku dan yang mandul aku bukan aku. Apalagi masalah perusahaan, pasti Mami akan lebih sakit dari pada Papi minta cerai ke Mami." Abbas menatap Maminya.


"Hey, kenapa melamun?ada apa hmm?." Mami Siska memegang pipi Abbas.


"Tidak apa-apa, Mi. Abbas senang kalau Mami udah sembuh." Abbas mencium tangan Mami Siska.


"Iya, sayang. Buat kamu Mami berusaha sembuh."


"Iya, Mi. Terimakasih ya, Mi."


"Iya, Sayang. Btw, nanti mampir dulu ke toko baby. Mami mau membelikan cucu Mami baju dan mainan."


"Iya, Mi."


Tak lama kemudian, mereka tiba di toko perlengkapan baby tepat di pinggir jalan. Toko Baby ini walau terletak di pinggir jalan, tetapi barangnya branded dan mahal.


Mami Siska begitu antusias memilih baju dan mainan untuk Satria, sampai-sampai ia tidak sadar sudah membeli 3 troli yang berisikan pakaian dan mainan.


"Masya Allah, Mami mau jualan. Banyak amat." Abbas membulatkan matanya melihat 3 troli belanjaan Maminya.


"Ini buat cucu kesayangan Mami, ngga apa-apalah. Mami suka semuanya." Kata Mami Siska.


"Terserah Mami aja, kalau protes Mami akan marah."


"Iya lah, wong ini buat cucu Mami. Kamu jangan pelit."


Bbrruukk


Mami Siska menabrak sesorang.


"Aauuww... Kalau lihat pake mata dong." Mami Siska sewot.

__ADS_1


"Maaf,... Mami." Alsava matanya terbelalak melihat orang yang di tabrak itu Mami Siska.


"Kamu ja**ng miskin." Mami Siska emosi dan hendak menampar Alsava tapi di tahan oleh Nufail.


"Jaga omongan dan sikap Anda wanita tua." Mata Nufail penuh amarah dan mencengkeram tangan Mami Siska.


"Lepaskan tangan Mami saya, kamu tidak malu melawan orangtua." Teriak Abbas, melihat Maminya kesakitan. Ia tidak tega.


"Ck, ini pria yang tak tau diri. Udah gede masih ngetek sama Maminya, apalagi mendengar ucapan Maminya yang membuat kehidupan hancur. Tapi beruntung loe melepaskan berlian, jadi gue ambil dan membuahkan hasil." Nufail mengelus perut Alsava.


"Ka-kamu hamil, bagaimana bisa?." Mami Siska terkejut melihat Alsava sedang hamil.


Flashback On


Alsava merengek minta ke toko perlengkapan baby lagi, karena ia belum merasa puas membeli pakaian dan perlengkapan baby yang lainnya.


"Pokoknya aku mau beli sekarang, kamu mau antarkan atau tidak aku tetap pergi." Kekeh Alsava.


"Iya-iya, kita akan pergi. Tapi ingat aku ngga mau kamu kecapean dan tunggu aku sebentar ini kerjaan aku sebentar lagi selesai." Kata Nufail menarik pinggang istrinya, agar jatuh di pangkuannya.


"Tapi jangan lama-lama, aku sudah ngga sabaran pergi kesana. Babay." Alsava manja.


"Ya udah, sambil nunggu kamu aku mau nonton darkor aja dech. Biar ngga bosan." Alsava bangun dari pangkuan Nufail, ia takut malah Nufail nanti tidak bisa mengendalikan hasratnya.


"Iya, Sayang."


Sesuai janji Nufail, setelah pekerjaannya selesai ia mengajak Alsava pergi ke toko perlengkapan Baby yang ada di pinggir jalan.


Flashback Off


"Sudah, Babay. Kamu jangan emosi." Alsava mengelus tangan Nufail agar tenang.


"Bukannya kamu mandul, bagaimana bisa ja**ng miskin seperti mu bisa hamil?." Perkataan Mami Siska membuat hati Alsava sakit.


"Sudah saya bilang jaga Omongan Anda wanita tua, asalkan Anda tau istri saya ini hamil anak saya 4 lagi. Jadi dia tidak mandul, malah yang mandul itu bisa tanyakan pada anak kesayangan anda yang bodoh itu." Nufail merangkul Alsava.

__ADS_1


"Maksudnya apa?." Mami Siska bingung.


"Udah Mi. Jangan di dengerin, lebih baik kita langsung ke Mansion ku. Kasihan Satria udah nungguin kita." Bisik Abbas, ia tidak mau Maminya tau kalau yang mandul adalah dirinya.


"Ya udah." Tangan Mami Siska di tarik Abbas, barang ia beli di tinggal begitu aja.


"Ck... Dasar tidak tau malu mereka, aku akan membalasnya." Gerutu Nufail.


"Sstt... Jangan begitu, udah biarin aja. Anggap aja anjing sedang menggonggong." Alsava menenangkan Nufail.


"Lihat aja wanita tua, gue akan membalas perbuatan loe." Batin Nufail.


"Untung ada kamu, kalau ngga mereka udah aku abisin." Geram Nufail.


"Udah, jangan di bahas lagi. Lebih baik kita pulang aja, aku udah ngga mood nyari pakaian dan perlengkapan baby lainnya."


"Iya, sayang. Bagaimana kalau kita makan ice cream."


"Mau banget, ngga nolak."


Mereka berdua keluar dari toko perlengkapan baby dan menuju kedai ice cream yang terletaknya tidak jauh dari toko perlengkapan baby.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Apa yang akan Nufail lakukan untuk membalas perbuatan Mami Siska?.


Jangan lupa like, komentar dan votenya ya....


__ADS_2