
Setiap hari ketemu Khaliq dan Icha semakin dekat dan akrab, bahkan mereka sudah mulai punya perasaan satu sama lain. Tapi mereka tidak mengungkapkannya.
"Icha wajah mu selalu menari-nari di otak ku, kamu berada di dekat ku jantung ini berdetak kencang. Tak dapat ku kendalikan, aku rasa sudah mulai jatuh cinta sama kamu." Kata Khaliq memandang langit kamar.
Pagi yang cerah, Khaliq berpenampilan lebih keren. Karena dia berniat mengajak icha jalan-jalan.
Semua orang sudah pada pergi, tapi Icha belum keluar dari kamarnya.
"Kenapa Icha ngga keluar-keluar?apa yang dia lakukan di dalam kamar?apa aku harus ke kamarnya, ah! belum muhrim." Khaliq mondar-mandir di bawah tangga.
"Khaliq." Suara perempuan yang dari tadi dia pikirkan. Lalu dia menoleh ke perempuan yang sudah mengobrak-abrik hati dan pikirannya.
Khaliq terpanah melihat gadis cantik turun dari tangga.
"Ya Allah, sungguh cantiknya ciptaan Mu." Batin Khaliq.
(Anggap aja, icha sedang di dalam Mansion Nufail dan Alsava).
Icha tersenyum melihat Khaliq yang sedang menatapnya.
"Hai, Babang ganteng melamun aja." Kata Icha sudah berada tepat di depan Khaliq.
"Hhai, dede cantik. Aku ngga melamun hanya saja sedang melihat bidadari cantik yang baru turun dari tangga." Kata Khaliq yang masih terpesona oleh kecantikan Icha.
"Bisa aja, Babang ganteng." Icha memukul pelan lengan Khaliq.
"Benaran kamu itu cantik banget, malah setiap hari kamu semakin cantik."
"Hehehehehe... Aku memang cantik dari lahir sih."
__ADS_1
"Ya... Ya... Ya... Kamu memang cantik. Btw, aku mau ajak kamu jalan. Apa kamu ada acara hari ini?."
"Wah! kebetulan tadinya aku mau pergi sendiri, abis yang lain udah dapat pasangan. Tinggal aku doang yang belum." Icha melipatkan tangan di dadanya dan memanyunkan bibir pinknya.
"Sebentar lagi kok, nanti kamu dapat pasangan. Ya udah, yuk jalan." Khaliq mengulurkan tangannya.
"Dengan senang hati."
"Kamu mau naik motor atau mobil, mumpung Nufail memberi izin menggunakan koleksi motor dan mobil sportnya." Kata Khaliq menunjuk.
"Wah! Gila Nufail koleksinya udah kaya showroom motor dan mobil, sungguh beruntungnya Alsava menikah dengan cowok tajir dan ganteng lagi." Icha merasa takjub.
"Ini belum seberapa di belakang masih ada lagi, yah! seperti itulah dia. Aku juga ganteng dan tajir, tapi belum saatnya kamu tau. Cepat kamu pilih yang mana?."
"Kenapa aku ngga boleh tau?."
"Nanti aku ceritakan, kamu pilih yang mana?."
"Cepat pilih, tapi jangan yang itu." Khaliq menunjuk mobil sport hitam.
"Lah memang kenapa?."
"Itu mobil Bugatti La Voiture Noire, berasal dari perancis. Mendapatkan mobil itu susah banget, karena cuma ada 1 di dunia. Karena Nufail gila mengoleksi mobil sport, dia akan melakukan apa aja biar dapat mobil incarannya. Jadi sampai sekarang itu mobil kesayangan Nufail."
"Keren, pasti harganya pun juga mahal banget tuh."
__ADS_1
"Soal harga Nufail ngga peduli, uangnya ngga akan pernah abis."
"Iya, anak sultan. Aku pilih mobil putih hitam di ujung sana boleh?." Icha menunjuk.
"Pilihan kamu tepat, silakan nona cantik." Khaliq mempersilahkan Icha berjalan duluan.
Khaliq mengambil kunci yang dari tadi pelayan memegang semua kunci mobil dan motor sport. Lalu menghampiri Icha.
"Kita sudah mendapatkan kuncinya, silakan nona cantik masuk." Khaliq membuka pintu dan mempersilakan Icha masuk kedalam mobil.
"Terimakasih, Babang ganteng." Icha masuk ke dalam mobil.
"Wah! Gila ini mobil keren." Icha takjub.
Khaliq memutar dan membuka pintu, lalu duduk.
"Kamu sudah siap?."
"Siap lahir dan batin, Babang ganteng."
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.