
Malam hari, tepat pas makan malam. Semua pada kumpul. Tiba-tiba Papi Mario datang dengan senyuman indahnya, ia mengambil pisang dan tersenyum melihat Umi Aisyah.
"Saya makan ya pisangnya." Kata Papi Mario tersenyum.
Umi Aisyah tersenyum manis.
"Kamu kebiasaan selalu mengambil pisang yang ingin aku makan." Kata Umi Aisyah.
"Kalau ngga gitu, pisang akan kamu habisin." Papi Mario menari kursi dan duduk.
"Papi, apa kabar?." Kata Alsava mencium tangan Papi Mario.
"Papi sehat, nak. Kamu gimana sehat?." Papi Mario mengelus rambut Alsava.
"Alhamdulillah pi, Nufail selalu perhatian sama aku. Kalau aku telat makan Nufail udah marahi aku dan membawakan aku makan siang." Kata Alsava melirik suami yang tengah asyik menyantap makan malam.
"Bagus kalau gitu, berarti Nufail takut kamu kenapa-napa sayang." Ucap Papi Mario.
"Iya. Pi, aku beruntung mempunyai suami sebaik, perhatian dan sayang sama aku." Alsava menoleh kembali ke Nufail.
"Papi sama Alsava jangan terlalu banyak memuji sih Onta, yang ada nanti hidungnya tambah lebar. Hahahaha..." Ledek Bang Alvan.
__ADS_1
"Ngga mungkinlah orang gue, gantengnya melebihi raja Arab. Ya, ngga yank." Nufail turun naik alisnya.
"Mas Mario, kamu tetap seperti dulu. Selalu ramah dan membuat suasana menjadi menyenangkan." Kata Umi Aisyah dalam hati, ia terus menatap Papi Mario.
"Di tatap terus, awas nanti jatuh cinta lagi loh." Bisik Mama Savara.
"Ish, apaan sih kamu." Umi Aisyah malu.
"Hahaha... Udah kelihatan kok diwajah kamu. Lagian ya dari dulu kamu sama dia itu cocok banget, kamu sekarang janda dan dia duda. Ngga ada yang larang kok, kalian bersama." Kata Mama Savara bisik-bisik.
"Belum duda kali jeng, lagi proses. Ngga mau ah! Nanti disangka aku membuat pernikahannya retak." Umi Aisyah menggeleng kepala tanda menolak.
"Tapi maukan kalau udah resmi jadi duda?." Goda Mama Savara.
"Tau ah! lihat aja nanti." Umi Aisyah udah bingung jawab apa.
Opa dan Oma Di kamar. Mama Savara dan Papa Alvendra sedang di ruang kerja. Sedangkan Umi Aisyah dan Papi Mario di ruang keluarga, mereka asyik menonton TV.
"Kamu makin cantik aja, Sha." Papi Mario menoleh Ke Umi Aisyah.
"Masa, biasa aja tuh." Ucap Umi Aisyah tenang, padahal hatinya senang dan melayang.
"Benaran, Oia. Maaf ya, saya ngga tau kalau Adam sudah meninggal."
"Ah! Iya, ngga apa kok. Makanya pernikahan Nufail di percepat karena Abinya sudah tidak bisa bertahan lama-lama."
__ADS_1
"Iya, saya senang. Kalau Nufail dan Alsava menikah." Papi Mario menghela napas.
"Iya, Nufail sangat mencintai Alsava. Dia tidak akan bertindak kasar kepada perempuan, baginya seorang laki-laki yang berani kasar terhadap istri atau perempuan sama aja ia menyakiti ibunya. Semoga pernikahan Nufail dan Alsava cepat di beri anak, kalau salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak. Aku akan adopsi anak di panti asuhan, aku tidak akan memaksa mereka. Pokoknya doa terbaik buat mereka." Kata Umi Aisyah menoleh Papi Mario.
"Alhamdulillah, Nufail tidak seperti Abbas dan kamu tidak seperti Siska. Saya merasa tenang sekarang, oia. Maaf atas kejadian dulu, aku memilih Siska dari pada kamu." Papi Mario menatap Umi Aisyah dengan seduh.
"Ngga apa-apa itu masa lalu, kita jalani sekarang seperti saudara... Mmm... Siska gimana kabarnya apa udah ada perkembangannya?." Umi Aisyah buang muka, ia grogi di tatap Papi Mario.
"Ya gitu dech, masih suka ngamuk... Sha, jujur setelah aku menikah dengan Siska, aku mencari mu. Tapi aku tidak menemukan mu, beberapa tahun kemudian anak buah ku memberitahukan kalau kamu sudah menikah dan mempunyai anak. Jujur aku sedih, yah. Mau gimana lagi. Aku dan kamu sudah menikah, mungkin kita belum berjodoh. Dan sekarang aku malah menemukan mu sebagai besan." Papi Mario hendak memegang tangan Umi Aisyah, tapi ragu.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Apa Papi Mario menceraikan Mami Siska dan menikahkan Umi Aisyah yang sebenarnya ia masih cinta? Tunggu jawabannya...