Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Eps 15 [ Benar-Benar Jatuh Cinta ]


__ADS_3

Paginya tepat dihari minggu dimana hari libur kerjanya, Carlos tengah berada di halaman belakang rumah sambil memakai topi lebar dan memegang satu kantong berisikan pupuk.


"Lama juga besarnya," gumam Carlos sambil memperhatikan deretan tanamannya.


Dengan tangan yang lihai Carlos terus memberikan pupuk pada setiap tanamannya, meskipun matahari semakin terik namun tidak menyurutkan semangat Carlos untuk kehidupan tanamannya.


Saat sedang fokus tiba-tiba dalam pikirannya kembali terlintas bayangan Nayra dengan seorang pria beberapa hari lalu, setiap teringat dengan itu perasaannya terus merasakan sakit.


"Kenapa gw jadi gak tenang gini sih," seru Carlos dan langsung bangkit berdiri.


"Mungkin lebih baik kalo gue jalan-jalan," lanjutnya kemudian berjalan memasuki rumahnya.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya Carlos langsung keluar rumah untuk berjalan-jalan kemudian Carlos juga berencana akan pergi menuju rumah Nathan karena ia juga sudah membuat janji akan bertemu dengan Nathan hari ini.


"Carlos!" teriak seseorang yang memanggilnya dari arah belakang.


Carlos pun berbalik badan dan terkejut melihat adanya Nayra, "Nay?"


"Hei...lu mau kemana?" tanya Nayra yang sudah berada dihadapan Carlos.


"Gue mau jalan-jalan santai aja," jawab Carlos.


"Oh gitu ya," ujar Nayra sambil tersenyum manis.


"Iyaa dan lu sendiri kenapa bisa disini setahu gue rumah lu jauh dari daerah sini," tutur Carlos bingung.


"Kalo gue tadi habis dari rumah temen kembaliin barang gitu deh," jawab Nayra.


Keduanya pun berjalan bersama sambil mengobrol mengenai banyak hal, dari raut wajah Nayra maupun Carlos tampak tengah berbahagia.


"Btw lu ga ada niat untuk kuliah?" tanya Nayra membuat Carlos terdiam sesaat.


"Gue udah dapat kerjaan dan udah gak pikirin soal itu," jawab Carlos yang sebenarnya jauh dalam hati sangat ingin kuliah seperti temannya Nathan.


"Bener juga sih," ucap Nayra sambil menganggukkan kepalanya.


Dalam perjalanan mereka pandangan Carlos tidak ada hentinya untuk terus memperhatikan wajah Nayra yang begitu cantik dihiasi senyuman yang manis itu, dari banyak perempuan yang Carlos temui namun baru kali ini ia benar-benar tertarik pada perempuan.


"Aneh gak sih?" tanya Nayra diakhir ceritanya.


Carlos tidak menjawab dan terus memperhatikan Nayra.


"Los? Carlos?" seru Nayra dengan nyaring.


"Eh...apa?...kenapa?" jawab Carlos gelagapan.


"Huh," Nayra hanya bisa berdengus kesal.


"Sorry tadi lu cerita apa?" Carlos merasa malu dan juga tidak enak pada Nayra yang mungkin sudah bercerita banyak namun tidak ia dengarkan sangking terpukau dengan kecantikannya.


"Gue tadi cerita sapi yang bisa terbang," ucap Nayra berbohong karena kesal dan langsung berjalan mendahului Carlos.


"Lah emang sapi bisa terbang?" balas Carlos yang langsung mengejar Nayra.

__ADS_1


Tanpa Carlos sadari bahwa Nayra tengah senyum-senyum sendiri menahan malu karena sadar Carlos yang terus memperhatikannya, membuat Nayra menjadi salah tingkah dan hal itu tidak ingin diketahui Carlos jadi ia langsung berjalan meninggalkan Carlos dibelakang.


Setelah langkah keduanya sejajar Carlos terus saja menanyakan cerita apa yang tidak didengarnya tadi dan meminta Nayra untuk kembali bercerita, bahkan Carlos berjanji akan mendengarkan dengan sebaik mungkin sehingga hal itu membuat Nayra tertawa lepas melihat kelakuan Carlos.


"Sejak kapan mereka sedekat itu?" ucap Shifa yang berada didalam mobil.


Saat itu Shifa baru keluar dari rumahnya dan tidak sengaja melihat Carlos dan Nayra yang tengah bersama.


"Jadi itu cewek yang waktu itu...liat aja gue gak bakal biarin Carlos suka sama lu," geram Shifa yang kemudian langsung melajukan mobilnya.


Karena mereka sudah berada tepat di depan jalan umum jadi disitulah mereka akan berpisah karena Nayra sudah mendapatkan jemputan dari supirnya.


"Gue cabut dulu ya nanti kalo ada waktu kita ketemu lagi," tutur Nayra yang sedikit malu-malu.


"Ok lu hati-hati ya," ucap Carlos.


"Iya lu juga," jawab Nayra yang langsung masuk kedalam mobil, tidak lama mobil itu melaju dan hilang dari pandangan Carlos.


« Mansion Nathan »


Diruang tamu Carlos dan Nathan tengah duduk santai sambil menikmati minuman dan cemilan yang sudah disediakan oleh pelayan dirumah itu.


"Rasanya gue pengen kerja aja deh," ucap Nathan setelah menelan cemilannya.


"Ya udah kerja aja," jawab Carlos santai.


"Gue susah bagi waktu kalo sambil kuliah," seru Nathan.


"Hum," deheman Nathan membuat Carlos mengerutkan keningnya.


"Kenapa dah?" tanya Carlos heran namun tidak mendapatkan jawaban Nathan.


"Lagian kenapa buru-buru mau kerja toh uang lu udah banyak tinggal nikmatin aja," ungkap Carlos.


"Gue mau uang itu dari jarih payah gue dan bukan dari orang tua gue," jelas Nathan membuat Carlos akhirnya bisa paham.


"Ternyata lu bisa bersikap dewasa juga ya," tutur Carlos yang kemudian mengunyah cemilannya.


"Lu!" geram Nathan.


Carlos hanya tersenyum senang karena berhasil membuat Nathan kesal.


"Oh ya Than," ucap Carlos yang langsung merubah ekspresi wajah yang serius.


"Apaan?" tanya Nathan tanpa menoleh.


"Gue mau nanya sesuatu tapi mulut lu jangan ember," pinta Carlos sambil menajamkan tatapannya.


"Ya apa? Serius amat lu," ucap Nathan pelan namun dengan suara yang menekan.


"Nayra udah punya pacar ya?" tanya Carlos dengan tatapan penuh arti itu.


"Pfttt," Nathan seperti ingin menertawakan Carlos namun berusaha ditahan.

__ADS_1


"Kurang ngajar lu," gerutu Carlos.


"Iya iya sorry...kayaknya lu udah bener-bener jatuh cinta ya sama Nayra," tutur Nathan sambil senyum-senyum.


"Gue rasa juga gitu," jawab Carlos lemas dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sambil menatap lurus ke depan.


"Beberapa hari lalu gue liat Nayra sama cowok, kelihatan mereka dekat banget," jelasnya lagi.


"Oh jadi ceritanya lu lagi cemburu? Galau? Hahah," ledek Nathan yang langsung mendapatkan lemparan bantal sofa dari Carlos.


"Lu bisa gak serius dulu!" ucap Carlos dengan tatapan mata yang tajam.


"Gue kan pernah bilang sebelumnya kalo Nayra itu gak punya pacar," ungkap Nathan.


"Ya itu dulu dan mungkin aja sekarang udah ada," balas Carlos.


Untuk sesaat Nathan terdiam dan berfikir, "Kenapa gak nanya langsung aja ke Nayra"


"Gak lah! Gak berani gue nanya yang begitu," tolak Carlos tegas.


"Cowok kok gitu," lagi-lagi Nathan meledek Carlos.


"Gini aja lu kan satu kampus sama Nayra jadi bisakan lu tanyain ke dia," ucap Carlos sambil tersenyum penuh memohon.


"Aelah bener-bener lu yaa!" seru Nathan kesal.


"Hehe," Carlos hanya diam sambil cengengesan.


"Yaudah nanti gue tanyain besok," ujar Nathan yang mendapat pelukan dari Carlos.


"Dih ngapain lu? Lepas gak?! Gue masih normal," gerutu Nathan yang berusaha menyingkirkan Carlos.


Carlos dengan cepat menjauhi tubuh Nathan sambil terus tersenyum senang.


"Emang ya orang kalo jatuh cinta pasti kayak orang g*la," cibir Nathan.


"Emang lu gak pernah jatuh cinta?" tanya Carlos.


"Gak," jawab Nathan singkat.


"Kasian," tutur Carlos sambil menahan tawanya.


"Lu!" geram Nathan.


Bersambung....


Hallo ^^


Terimakasih sudah membaca sampai episode ini dan terimakasih juga yang sudah memberikan like,komen, hadiah, vote.


Silahkan bagi yang ingin berikan saran atau kritiknya ya🙏


Sampai ketemu di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2