Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Aku Bukan Siapa-siapa


__ADS_3

"Babay, ternyata Allah Maha Adil ya. Dulu Abbas dan Mami Siska selalu menyiksa ku, sedih kalau di ingat. Tapi Alhamdulillah, aku bertemu dengan mu. Rasa sakit ku perlahan-lahan berkurang, bahkan sekarang sudah mulai menghilang. Terimakasih Babay, kamu telah hadir di kehidupan ku dan mau menjadikan aku sang ratu di dunia mu. I Love so much..." Alsava mencium bibir Nufail.


"Sayang, justru aku yang berterimakasih sama kamu. Karena kamu mau menerima aku menjadi suami mu, jujur aku dulu sangat tidak PD bersama mu. Tapi hati ku menginginkan mu dan tidak mau kehilangan mu, dengan segenap jiwa dan raga aku berani menikahi mu. I Love more, baby..." Nufail mencium bibir Alsava.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Di Mansion Utama,


Abbas membanting foto dirinya bersama Mami Siska dan Papi Mario. Ia juga melempar semua benda di ruang keluarga, seperti guci, vas bunga. Bahkan Televisi ia banting, pelayan di Mansion tidak berani mendekati Abbas.


"Kenapa kalian semua membohongi ku, terutama Mami. Padahal kau wanita yang sangat aku hormati dan sayangi, karena Mami sudah melahirkan di dunia ini. Malah sekarang membuat ku membenci mu." Abbas duduk di lantai dan memandangi bingkai foto yang sudah hancur.


"Papi yang begitu menyayangi ku, dulu aku luka sedikit Papi langsung memarahi semua orang yang ada di Mansion ini. Bahkan Mami juga kena marah sama Papi, yang tidak bisa menjaga ku... Hiks... Hiks... Hiks... Tapi sekarang aku bukan siapa-siapa Papi... Aku anak haram, yang entah dimana Ayah kandung ku. Aarrgghhh... Papi aku sangat menyayangi mu, tau begini aku menyesal di lahirkan dari rahim Mami. Wanita jahat yang telah menghancurkan rumah tangga ku dan kehidupan ku." Abbas menarik rambutnya dan berteriak menyebutkan nama Papi Mario terus, hingga ia tertidur.


"Ya Allah, apa yang terjadi dengan Tuan Abbas. Hingga Tuan Abbas membanting foto keluarga dan terlihat sedih begitu.". Bi Inem yang baru datang untuk mengambil barang-barangnya yang tertinggal. Ia terkejut melihat ruang keluarga berantakan.


Bi Inem ingin membangunkan Abbas, ia tidak berani.


" Kalau seperti ini, kasihan sekali Tuan Abbas. Istrinya menghianati dan perusahaannya bangkrut, tapi ini pelajaran buat Tuan Abbas. Karena sudah menyakiti Nona Alsava, semoga setelah ini Tuan Abbas bisa merubah dirinya menjadi lebih baik lagi." Bi Inem pergi kekamarnya.


"Aku bukan siapa-siapa... Aku bukan siapa-siapa... Papi... Papi... Aku ingin menjadi anak mu." Abbas mengigau.


Mami Siska terkejut melihat ruang keluarga hancur dan berantakan.

__ADS_1


"Ya Ampun Abbas, maafkan Mami." Mami Siska mendekati Abbas.


"Anak Mami, Maafkan Mami. Please jangan hukum diri mu seperti ini, Mami tidak tega melihatnya." Mami Siska memegang pipi Abbas, sehingga Abbas terbangun.


"Jangan sentuh, aku tidak sudi tubuh ku di sentuh wanita seperti diri mu." Abbas menepis kasar tangan Mami Siska.


"Auwww... Sayang, kamu kenapa tega sama Mami." Mami Siska merintih kesakitan.


"Sakit, itu belum seberapa di bandingkan rasa sakit di hati ku. Sebaiknya anda pergi dari sini, aku muak melihat mu." Abbas hendak pergi, tapi Mami Siska memeluk kaki Abbas.


"Nak, kamu jangan seperti ini. Mami tau kamu pasti sangat sakit, tapi Mami itu lebih sakit di bandingkan kamu. Papi menceraikan Mami, biar bisa kembali sama Aisyah."


"Dasar wanita tidak tau diri, harusnya anda sadar apa yang anda lakukan sangat merugikan oranglain dan juga anak mu. Papi menceraikan mu itu akibat dari ulah mu sendiri, jangan menyalakan orang lain."


Abbas berusaha melepas tangan Mami Siska di kakinya.


"Biarkan aku tenang dulu, agar aku bisa menerima ini semua. Lebih baik kita terpisah dan jangan pernah lagi menemui ku, sampai Benar-benar aku menerima Anda kembali sebagai Mami ku." Abbas pergi, meninggal Mami Siska yang menangis histeris dan sambil meneriakkan nama Abbas.


"Aaabbaass.... Jangan tinggalkan Mami... Cuma kamu yang Mami punya... Aaabbaass... Aarrgghhh... kenapa jadi kacau begini, pasti ini ulah Alsava. Dia sengaja datang persidangan, agar bisa melihat ku hancur. Lihat aja aku akan membalas ini semua Alsava."


Mami Siska semakin menggila dan tidak terima, ia ingin membalas dendam kepada Alsava dan Umi Aisyah. Ia tidak pernah sadar akan kelakuannya, itu merupakan karma yang dia dapat. Hatinya sudah tertutup, yang ada hanya kebencian.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


..


Jempolnya mana...


Votenya mana...


Komentar mana...


Tunggu...


See you... 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2