
"Bos, gawat ada yang masuk ke sistem kita." Kata Joe panik, ia langsung masuk ke ruangan Nufail.
"Hah!! Siapa yang berani melawan ku?." Nufail menggebrak meja, membuat istri dan anak-anaknya yang sedang bermain terkejut Nufail marah-marah.
"Ada apaan sih, Dad?." Tanya Ghoza menghampiri Daddynya.
"Tidak ada apa-apa sayang." Nufail mengusap rambut Ghoza.
"Kayanya ada sesuatu sama Daddy, kita harus bertindak secara diam-diam." Bisik Ghozi.
"Hmm, yuk. Kita ke kamar." Kata Ghoza.
"Kalian mau kemana?." Tanya Alsava, merasa curiga dengan dua anaknya.
"Kita mau ke kamar, Mom. Ngantuk." Ghozi pura-pura menguap.
"Oke, kalian istirahat aja di kamar." Kata Alsava.
"Iya, Mom. Kami kesana dulu, ya. Assalamualaikum." Kata Ghoza.
"Iya, Wa'alaikumsalam."
"Mom, Cynta dan Cynda sudah bosan nih. Apa boleh kita berkeliling di kantor Daddy, kami janji tidak akan nakal." Kata Cynta berwajah imut.
"Iya, Mommy. Sebentar aja ya, Mom." Cynda memegang tangan Alsava.
"Huh! Baiklah, tapi di temani Mommy ya." Kata Alsava.
"No, Biar kami sendiri aja. Mom, bantu Daddy biar tidak marah-marah."
Alsava melirik ke Nufail, yang di katakan anaknya benar. Daddy sedang marah-marah, entah siapa yang dia telp.
"Ya udah, kalian jangan jauh-jauh ya. Kalau kalian lupa ruang Daddy bisa tanyakan security ya, setiap lantai ada security."
"Iya, Mom."
__ADS_1
"Kami pergi dulu, ya. Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Di Kamar.
"Kalian sudah keluar dari ruang Daddy?." Kata Ghoza, mereka membuat mikrofon kecil agar mereka tetap berkomunikasi walau tidak sedang bersama.
"Iya, kami sudah keluar dari ruang Daddy dan kami tepat berdiri di depan lift." Sambung Cynta.
"Oke, kalian menuju ruangan pusat CCTV yang berada di lantai 3." Jelas Ghozi.
"Baik, kami kesana." Kata Cynda.
"Laptop aku taruh di tempat biasa, di laci meja samping tempat tidur." Tambah Cynda.
"Baik, kalian hati-hati ya. Di kantor Daddy banyak musuh tersembunyi." Kata Ghoza.
"Tenang aja, aku punya pasukan yang tidak mungkin orang yang melihat. Malah sekarang bertambah." Kata Cynta tersenyum, Cynta memiliki indra ke enam yaitu bisa melihat hantu dan bahkan mengobrol.
"Yupz, mereka bersama kami sekarang."
"Bikin merinding aja." Ghozi merasa merinding. Ghozi anak yang penakut, tapi dia sangat pintar di dunia kedokteran. Seusianya bisa membuat obat kanker, dia bahkan mendapatkan gelar dokter di usia paling muda. Sedangkan Ghoza ia ahli dalam segala bidang terutama di komputer dia ahlinya. Cynda di bela diri, bahkan seusia sudah memiliki sabuk hitam.
Alsava dan Nufail sangat bangga memiliki anak seperti mereka. Entah dengan cara apa mereka bisa mendapatkan gelar secara mudah, Alsava dan Nufail sendiri tidak mengetahui mereka mendaftar di universitas atau semacamnya. Tiba-tiba ke empat anak kembarnya memberikan penghargaan dan mendapatkan gelar dengan cepat.
"Bos, sistem terkena virus. Kita harus bertindak lebih cepat." Joe mengotak-atik komputer.
"Bagus, Kamu berikan sistem virus untuk mengecohkan musuh." Ghozi menepuk pundak Ghoza.
"Iya, Lihatlah apa yang kita dapat. Ternyata satu kantor Daddy banyak penghianat." Ghoza menunjukkan Ghozi beberapa foto orang-orang penghianat.
"Sebanyak ini, ya ampun. Daddy kenapa bisa percaya sama mereka?." Kata Ghozi heran.
"Daddy sebenarnya tau, tapi belum mempunyai bukti. Mereka terlalu lihai menipu Daddy, makanya kita harus lebih banyak dan cepat mengumpulkan bukti kejahatan mereka. Agar Daddy bisa terlepas dari hama-hama mengganggu."
__ADS_1
"Benar itu, tapi tenang aja. Kita mempunyai bala bantu yang tidak kasat mata, akan memudahkan kita mendapatkan bantuan."
"Yah, itu hebatnya saudari kita satu ini. Walau menyeramkan, tapi ada gunanya."
"Benar, waktu kita tinggal sedikit lagi. Apa Cynta dan Cynda sudah memiliki banyak bukti?."
"Sepertinya, aku lihat mereka sedang menikmati makan di kantin."
"Hahaha... Kita susul mereka yuk. Tidak bilang kalau misi mereka sudah selesai dengan cepat."
"Yuk. Jangan sampai Mommy dan Daddy tau kita keluar."
Ghoza dan Ghozi jalan perlahan-lahan, Alsava dan Nufail tidak memperhatikan. Kalau dua anaknya sedang keluar. Mereka sedang fokus dengan masalah yang terjadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai Guys...
Kalian mampir juga ya ke novel terbaru ku, Kisah ini kisah nyata dari seorang tetangga rasa saudara yang kehidupannya luar biasa. Banyak derai air mata yang dia alami.
Penasaran kalian baca dan jangan lupa tinggalkan like, Vote dan komentarnya ya...
__ADS_1
See you... 😘😘😘😘