
Dokter Erik dan Dokter Chelsea sudah berusaha membangunkan Abbas, tapi Abbas tak kunjung bangun. Abbas hanya menggerakkan jarinya.
Kini sudah tiga hari sejak Abbas menggerakkan jarinya, ia belum bangun dari tidur panjangnya.
"Yank, kamu sudah lihat berita hari ini?." Ucap Dokter Chelsea, ia berlari keruang Dokter Erik. Ketika Dokter Chelsea melihat berita di ponselnya.
"Sudah, Beb. Gila tuh Eliana beraninya mengumumkan kalau dia pengganti Abbas dan sudah mendapatkan ijin dari Abbas, dia ngga tau apa semua di miliki itu punya Papi Mario. Shiitt... Kita harus cepat membangunkan Abbas cuma dia yang bisa menghendle kejahatan Eliana nanti." Dokter Erik mondar-mandir.
"Ya udah, yuk. Kita kekamar Abbas." Dokter Chelsea menarik tangan Dokter Erik.
Tiba di kamar Abbas.
"Abbas bangun, cepat loe sadar. Eliana sudah bertindak. Wake up... sebelum perusahaan loe hancur... Bre***sek, Ba**ngan. BANGUNNNNN..." Teriak Dokter Erik, ia memukul dinding.
"Sabar, Yank. Kamu jangan nyakiti diri sendiri." Dokter Chelsea menenangkan Dokter Erik.
"Gue harus gimana?walau Abbas itu sifatnya buruk, tapi dia sebenarnya baik. Kalau tante Siska tidak meracuni otaknya, aku takut Abbas malah ngga bangun dan semua hartanya bisa di kuasai Eliana." Dokter Erik memeluk Dokter Chelsea.
Tiba-tiba terdengar suara Rintihan.
"Ha-haus..." Lirih Abbas. Ya, Abbas bangun dari tidur panjangnya.
"Abbas..." Dokter Erik memeluk Abbas.
"Akhirnya loe bangun juga, gue takut loe pergi meninggalkan sahabat loe yang ganteng ini." Kata Dokter Erik lagi.
"Ck, Loe peluk erat kaya gini sama aja loe bunuh gue. Awas gue mau minum." Kesal Abbas.
__ADS_1
"Hahaha... Sory, gue saking senang." Dokter Erik melepas pelukannya.
"Nih, minumnya." Dokter Chelsea memberikan Abbas segelas air putih. Dokter Erik menghindar, agar Abbas gampang menerima gelas pemberian Dokter Chelsea.
"Terimakasih..." Abbas menerima gelas yang di berikan Dokter Chelsea.
Abbas meneguk abis air putih, terlihat Abbas kehausan. Dokter Erik tercengoh melihat Abbas meneguk abis air putih.
"Loe haus habis lari maraton." Ledek Dokter Erik.
"Sue, Loe." Abbas melempar Dokter Erik dengan bantal.
Abbas melihat Dokter Chelsea dari tadi hanya senyam-senyum.
"Maaf dokter siapa dan kenapa senyam-senyum aja dari tadi apa ada yang lucu.?" Ketus Abbas
"Saya Dokter Chelsea. Maafkan saya lancang senyum melihat keakraban tuan dengan dokter Erik." Dokter Chelsea menunduk.
"Dia cewek gue, kamu ngga usah minta maaf sama cowok kaya dia. Ngga ada gunanya." Dokter Erik mengetuk kening Abbas.
"Ish! Dokter apaan menyiksa pasien." Kata Abbas mengelus kepalanya.
"Oia, Abbas loe harus lihat nih." Dokter Erik memberikan ponselnya.
Abbas mengambil ponsel Dokter Erik dan melihat berita hari ini.
"APAA!!! kurang ajar Eliana, tanpa persetujuan gue dia udah mau menghendle perusahaan gue. Ini ngga bisa di biarin, gue harus cepat mengurusnya." Abbas mencoba bangun dari tempat tidur, tapi kakinya terasa lemas dan dia terjatuh. Dokter Erik langsung membantu Abbas.
__ADS_1
"Loe masih lemas, lebih baik loe istirahat dulu. Besok baru kita buat rencana." Dokter Erik membantu Abbas naik keranjang.
"Ngga bisa, Rik." Abbas kekeh.
"Yang di katakan Dokter Erik benar tuan, anda harus istirahat dulu untuk memulihkan tenaga anda. Saya juga mempunyai kabar, kalau Eliana sudah melahirkan anak." Kata Dokter Chelsea.
"Benarkah?? anak gue sudah lahir??cewek atau cowok??Dimana dia sekarang gue mau melihatnya?? ." Mata Abbas terbinar senang, Dokter Chelsea dan Dokter Erik saling pandang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kira-kira Dokter Erik dan Dokter Chelsea kasih tau Abbas ngga ya,???
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya... See you...😘😘😘😘
Jangan lupa Like, vote dan komentarnya...