
"Dok, saya ingin masuk kedalam. Please izinkan saya." Nufail memegang tangan Dokter yang ingin masuk kedalam ruang operasi.
"Baiklah." Kata Dokter Sandy.
Nufail dan Dokter Sandy masuk kedalam ruang operasi, dia menyaksikan perjuangan Alsava melahirkan 4 bayi kembarnya.
"Ya Allah, inikah perjuangan seorang ibu. Mempertaruhkan nyawanya demi mengeluarkan anak-anaknya di dalam rahim, sungguh besar kuasa Mu. Ya Rob." Batin Nufail.
"Sayang, kamu harus kuat. Tenang aku selalu ada di samping mu." Nufail memegang tangan Alsava.
"Babay, bila nanti terjadi sesuatu dengan ku. Mau kah kamu berjanji menjaga anak-anak kita." Ucapan Alsava membuat hati Nufail tersayat pisau.
"Kamu jangan ngomong seperti itu, aku ngga sanggup kehilangan kamu. Kamu harus yakin bisa melewati ini, kamu ngga kasihan melihat my quadruplet sedih. Masa kamu tega meninggalkan aku dan mereka." Nufail mengecup kening Alsava.
"Insya Allah." Kata Alsava tersenyum dan tidak sadarkan diri.
"Sayang, bangun." Nufail mengelus pipi Alsava, karena Alsava tidak membuka matanya. Nufail panik dan memanggil dokter Chelsea yang sedang berusaha mengeluarkan 4 bayi kembar.
"Dokter Chelsea, istriku pingsan. Ini gimana." Nufail panik.
"Tenang, tuan. Lebih baik Tuan keluar terlebih dahulu, agar kami bisa konsentrasi menangani istri dan 4 bayi kembar anda." Kata Dokter Chelsea.
"Tapi, dok. Saya ingin di samping istri saya." Kekeh Nufail.
"Tapi anda harus tenang, apapun yang terjadi nanti. Jangan membuat panik kami yang sedang menyelamatkan istri dan anak-anak anda." Dokter Chelsea tegas.
"Baik, dok." Nufail memegang tangan Alsava dan membisikkan ayat-ayat suci Al Qur'an. Yah, Nufail dari kecil Didik keras oleh Abi Adam untuk menghafal Al Qur'an dan akhirnya Nufail bisa hafal semua surat Al Qur'an.
Empat bayi kembar Alsava sudah bisa di keluarkan dari rahim Alsava dengan selamat.
"Tuan, silakan anda Azankan dan Komatkan ke empat bayi anda." Kata Dokter Chelsea. Nufail menurutinya, setelah itu Nufail terus menggenggam tangan Alsava dan terus membisikkan ayat-ayat Al Qur'an.
Dokter Sandy membawa bayi kembar 4 itu keruang inkubator.
"Begini di antara kalian silakan ikut saya keruang inkubator." Kata Dokter Sandy.
__ADS_1
"Biar, Opa dan Oma aja. Kalian tunggu disini aja." Opa Smith mengatur. Lalu, Opa Smith, Oma Anne dan Dokter Sandy berjalan menuju ruang Inkubator.
"Ini ruangannya, kalian harus berpakaian steril dulu." Kata Dokter Sandy.
"Baik, Dok." Serentak.
Setelah Opa Smith dan Oma Anne berganti pakaian, mereka masuk kedalam ruang Inkubator.
"Masya Allah, ini Cicit ku. Cantik-cantik dan ganteng-ganteng." Ucap Oma Anne terharu.
"Iya, Honey. Mereka juga lucu, tolong kamu fotokan aku dengan mereka." Opa Smith senang.
Cklek
"Wah! aku kaya dokter aja." Opa Smith senang melihat hasil foto dirinya.
"Dasar udah tua, masih aja kepedean. Malu sama cicit-cicit mu itu." Sindir Oma Anne geleng-geleng melihat tingkah Opa Smith.
"Hehehe... Walau udah tua, tapi aku masih bisa menggoyang mu hingga kau tidak bisa jalan." Opa Smith menggoda Oma Anne.
"Hahaha... Kamu malu-malu gini yang selalu membuat ku tak bisa jauh dari mu."
"Udah, jangan menggodaku lagi."
Di Sisi lain, Nufail keluar dari ruang operasi dengan keadaan lemas.
"Nak, Alsava gimana?." Kata Mama Savara.
"Hiks... Hiks... Hiks... Alsava koma." Nufail memeluk Mama Savara dan Umi Aisyah yang berada di sampingnya.
"Ya Allah, Alsava... hiks... Hiks... Hiks. Mama ingin melihat Alsava." Teriak Mama Savara, Nufail memeluk Mama Savara. Sedangkan Umi Aisyah duduk lemas, ia tidak dapat berkata-kata.
"Sabar, Ma." Kata Papa Alvendra, lalu memeluk Mama Savara.
__ADS_1
"Mama ngga mau kehilangan Alsava, Pa." Mama Savara menangis di pelukan Papa Alvendra.
"Ya Allah, janganlah Engkau menyiksanya. Cukup banyak ia menderita di dunia, ku mohon selamatkan dan sembuhkan Alsava." Batin Abbas mendoakan, ia turut bersedih.
Icha dan Reina saling berpelukan dan menangis.
Alsava di pindahkan keruang ICU, Nufail mengikutinya begitu juga dengan yang lain.
"Cuma salah satu aja yang bisa masuk." Kata Dokter Chelsea.
"Baik, Dok. Biar saya aja." Ucap Nufail.
Contoh Alsava koma.
"Sayang, kumohon kamu bangun. Aku tidak sanggup melihat mu seperti ini." Nufail memegang tangan Alsava dan sedih.
"Lihatlah, anak-anak kita. Cantik-cantik dan ganteng-ganteng, kamu memang ngga mau melihat mereka."
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, Vote dan Komentarnya