Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Keputusan


__ADS_3

Back On


Di Inggris


Papi Mario dan Alsava tiba di kediaman Smith Alexander. Kedatangan mereka di sambut meriah. Papa, Mama dan Bang Alvan juga menyambutnya.


"Pa, Ma dan Bang. Kalian disini juga, aku senang banget bisa ketemu kalian semua." Alsava memeluk Papa, Mama dan abangnya.


"Iya, sayang. Kami sangat menunggu kedatangan kalian. Oia, ini Oma dan Opa mu." Kata Papa Alven menuntun Alsava menuju Oma dan Opanya.


"Assalamualaikum Oma dan Opa, kenalkan Aku Alsava." Alsava mencium punggung tangan Oma dan Opanya.


"Wa'alaikumsalam, sayang. Oma sangat senang, akhirnya kita semua berkumpul dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan satu pun." Oma Anne memeluk Alsava.


"Opa juga sangat senang kita bisa berkumpul kembali." Opa Smith membelai rambut Alsava.


"Ck. Kalian selalu melupakan aku." Papi Mario cemberut.


"Hahaha... Kamu Mario tidak pernah berubah selalu cemburu." Opa Smith tertawa melihat tingkah Papi Mario.


"Bro, gimana masalah yang Alsava jalani?." Papa Alven menginterogasi Papi Mario.

__ADS_1


"Maafkan anak ku yang kurang ajar itu dan istri ku juga ikut adil dalam masalah ini, aku telah gagal menjadi orangtua dan suami. Aku janji akan mengurusnya hingga masalah ini selesai." Papi Mario bersedih.


"Pi, sudah jangan sesali. Ini sudah menjadi takdirku. Aku terima dengan ikhlas." Alsava menghibur Papi Mario.


"Kamu baik sekali, Papi yakin dia akan menyesal telah membuang mu. Sayang." Papi Mario Membelai rambut Alsava.


"Benar itu. Aku salut sama papi, langsung mengambil keputusan yang tepat. Membawa Alsava pergi dari Abbas sebelum Abbas melakukan lebih kejam, tapi kamu kenapa ngga bilang ke Abang kalau Abbas seperti itu." Sahut Bang Alvan.


"Alsava sudah menjadi anak ku jadi aku akan melindunginya dari orang jahat."


"Daddy sangat bangga pada mu, yo. Sifat mu tetap sama." Opa Smith, Keluarga Smith dan Ferdinand adalah rekan bisnis dari sebelum Papi Mario dan Papa Alven lahir. Bahkan mereka dekat seperti saudara yang saling membantu. Keakraban mereka menjadi bencana, banyak orang yang iri. Bahkan mereka sampai memisahkan keluarga mereka masing-masing.


"Pi, kalau nanti di persidangan boleh tidak, aku tidak datang. Aku tidak mau ketemu Abbas, karena rasa sakit ini akan semakin sakit. Bila ketemu dia." Alsava memegang dadanya.


"Kamu tenang aja, semuanya akan Papi urus. Biar Papi yang kesana, Papi juga sudah ada bukti yang akan memperlancarkan persidangan nya nanti. Sekarang kamu harus semangat menempuh lembaran baru yang cerah." Papi Mario memberi semangat Alsava.


"Iya, Pi. Al sangat bersyukur masih ada orang yang sama Al." Alsava memeluk satu persatu keluarganya.


"Iya dong, Sayang. Kita sangat menyayangi kamu." Mama Savara memeluk Alsava.


"Abbas gue ngga akan tinggal diam, gue akan membuat loe menyesal. Dari dulu gue memang ngga suka dia, Al. Abang janji setelah ini tidak akan yang berani menyakiti loe lagi. Cukup Abbas bre***sek yang nyakitin loe." Batin Abang Alven menatap Alsava yang tengah tersenyum bahagia bersama orang yang menyayanginya.

__ADS_1


"Abbas sayangnya kamu putra sahabatku sekaligus saudara ku, jadi biarlah Papi mu yang menghukum mu. Kalau bukan putra sahabatku, kau sudah ku babat abis." Batin Papa Alven.


"Rio, Daddy harap kamu harus bersikap adil dalam masalah ini. Daddy yakin kamu bisa urus semuanya. Aku tak mau melihat cucuku di sakiti." Batin Opa Smith.


.


.


.


.


.


.


.


.


Likenya mana nih... Aku menunggu mu... 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2