
Acara resepsi telah usai, Abbas dan Khumaira sudah berada di kamarnya. Mereka masih di hotel.
"Alhamdulillah, akhirnya acaranya selesai juga mas. Kakiku terasa sakit senyut-senyut." Khumaira memukul pelan kakinya.
"Kamu mandi sana nanti aku pijitin." Abbas di balik senyumannya ada niat licik.
"Benarkah?emang kamu bisa mas?atau kamu jangan-jangan ada niat tidak baik terhadap ku." Khumaira merasa curiga.
"Ish! Ngga boleh gitu sama suami, lagian ya mana ada suami yang tampan ini melukai istri cantik yang baru ia nikahi. Kamu mah ada-ada aja, cepat mandi."
"Iya, Mas. Maaf ya."
"Ngga apa-apa."
Khumaira sudah masuk kamar mandi.
"Khumaira sudah masuk ke kamar mandi, lebih baik aku juga mandi di kamar Roy yang di sebelah." Kata Abbas dalam hati, lalu ia mengambil baju dan handuk. Kemudian ia menuju ke kamar Sekretaris Roy.
"Sungguh ini nyaman berendam di bathtub dengan aroma terapi, bikin tubuh merasa rileks." Kata Khumaira yang tengah merasa nyaman beranda di dalam bathtub, hingga ia memejamkan mata.
"Awas gue mau numpang mandi." Abbas menggeser tubuh Sekretaris Roy.
"Loh emang kamar mandinya kenapa tuan?." Sekretaris Roy nampak bingung.
"Di pakai Bini Gue." Abbas langsung masuk kamar mandi dengan terburu-buru.
"Dasar Bos yang aneh." Gumam Sekretaris Roy.
Tak lama kemudian Abbas keluar dari kamar mandi, ia langsung menuju kamarnya kembali tidak memperdulikan Sekretaris Roy yang tengah menatapnya aneh.
"Hahaha... Udah ngebet rupanya dia." Sekretaris Roy tertawa senang, setelah Abbas tidak terlihat lagi.
"Hufh. Untung bini gue belum selesai mandinya." Abbas mengatur napas.
Tok.
__ADS_1
Tok.
Tok.
"Baby, sayang, cinta. Kamu lama banget mandinya, apa kamu tidur didalam?." Abbas mengetuk pintu kamar mandi, karena udah 1 jam Khumaira tidak keluar dari kamar mandi Abbas merasa khawatir. Abbas sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar mandi, Khumaira tidak membukakan. Lalu mendobrak pintu kamar mandi dan ia terkejut melihat Khumaira tengah tertidur di dalam bathtub.
"Masya Allah, bikin khawatir aja. Kamu lelah ya?. Terpaksa dech membiarkan kamu malam ini." Abbas mengelus rambut Khumaira, lalu mengangkat tubuh Khumaira.
Di dalam gendongan Abbas Khumaira tidak berkutik, ia tetap tertidur.
"Ish! gemes banget istriku ini." Abbas mengecup bibir Khumaira.
Abbas menaruh pelan-pelan Khumaira di ranjang, lalu ia kekamar mandi mengambil handuk di basahi untuk membersihkan tubuh Khumaira dari sisaan sabun.
Beberapa kali Abbas menelan silvana, melihat tubuh Khumaira yang putih bersih dan nampak seksi bagi Abbas. Di bawah perut Abbas sudah bertegang tinggi, seakan minta di keluarkan.
"****, ini torpedo udah meninggi lagi. Sayang banget bini udah tidur, lebih baik gue cepat-cepat pakaikan Khumaira baju. Kalau tidak gue akan menerkam langsung Khumaira, walau dalam keadaan tidur." Abbas tengah berlari, ia mengambil pakaian Khumaira.
"Yaelah ini mah pada ribet amat pakaiannya, lebih baik pakai kemeja gue aja lah. Lebih gampang." Abbas mengambil kemajanya dan ****** ***** Khumaira, lalu memakaikan Khumaira.
1 jam kemudian, Abbas keluar dari kamar mandi. Lalu berjalan menuju ranjang, kemudian merebahkan badan di samping Khumaira.
"Baiklah, sekarang kamu tidur. Besok pagi tiada ampun, selamat malam istriku." Abbas mencium kening Khumaira dan memejamkan matanya.
Keesokan harinya, tepat pukul 4 pagi. Khumaira terbangun, ia merasa berat di perut. Lalu i menoleh ke samping, terlihat Abbas sedang tertidur.
"Masya Allah, gantengnya suami ku ini." Kata Khumaira.
"Udah puas memandangi suami mu yang ganteng ini." Abbas suara berat khas baru bangun.
Wajah Khumaira memerah, ketahuan memandangi suaminya.
"Ish, apaan sih. Oia kok aku sudah di ranjang, seingat ku aku tertidur di bathtub." Khumaira bingung, karena dirinya sudah di ranjang.
"Itu aku, gara-gara kamu torpedo ku bangun dan aku mentidurkan sendiri." Abbas cemberut.
__ADS_1
"Mang bisa torpedo bisa kamu tidurkan?." Khumaira bingung, karena yang ia tau torpedo termasuk senjata nuklir.
"Hahaha... Bukan yang itu Baby, tapi yang ini." Abbas tertawa dan mengarahkan tangan Khumaira ke torpedonya.
"Masya Allah, itu apa mas. Gede banget kok bisa ada di kamu?." Khumaira kaget.
"Ya ampun, mulai dech polosnya istriku ini. Baby kalau torpedo ini yang bisa menghasilkan anak kalau kita sering membuatnya." Abbas menepuk jidatnya.
"Loh kok bisa?bagaimana caranya?aku baru tau." Khumaira masih bingung.
"Udahlah lama menjelaskan lebih baik kita praktekkan, biar kamu mengerti." Abbas melucuti pakaian Khumaira dan dirinya.
Mereka melakukan pergumulan yang sempat tertunda, Abbas begitu tidak tahan menerkam Khumaira yang sudah dari semalam membuatnya sengsara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya....
__ADS_1
See you... 😘😘😘😘