Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Kerjasama


__ADS_3

Umi Aisyah terus melihat punggung Papi Mario hingga tidak terlihat lagi.


"Aisyah, kami tau kok kamu masih mencintai Mario. Tapi kenapa kamu tidak mau menerima Mario?bukankah saat ini yang kamu inginkan, Mario juga mencintai mu." Mama Savara masih bingung dengan sifat Umi Aisyah yang menolak lamaran Papi Mario.


"Savara, sudah Mommy bilang jangan terus memaksa Aisyah. Biarkan dia memikirkan dulu." Oma Anne memukul tangan Mama Savara.


"Ish, ini Mommy hobi banget mukul aku. Lagian ya aku kan penasaran kenapa Aisyah menolaknya, padahal masih mencintai Mario." Mama Savara mengelus tangan yang di pukul Oma Anne.


"Ya ampun, tadi Aisyah sudah menjelaskan dan dia minta waktu untuk berpikir. Kamu memang tidak mendengar percakapan mereka tadi." Sewot Oma Anne.


"Baik, aku jelaskan lagi. Aku bukan menolak Mario, tapi aku minta waktu untuk memikirkan ini semua. Lagi pula Mario itu tiba-tiba bicara seperti itu, membuat aku kaget dan bingung. Kamu tenang aja secepatnya aku akan jawab lamarannya." Umi Aisyah merangkul Mama Savara.


"Maaf ya. Aku hanya ingin melihat mu bahagia, Syah. Semenjak Adam meninggal, aku sering melihat mu melamun dan menangis." Mama Savara menatap Umi Aisyah.


"Ya wajar, aku belum bisa melupakan Mas Adam, banyak kenangan yang tidak membuat ku melupakannya. Karena dia suami dan Abi yang baik, dia tidak pernah marah sama ku. Walau aku atau Nufail yang salah, Ah! tidak bisa menceritakan semua kenangan Mas Adam. Bisa-bisa selesai di tahun depan, makanya aku harus memikirkan lamaran Mario."


"Ya, sudah. Kamu jangan bersedih lagi, ingat kamu tidak sendirian masih ada Mommy dan lainnya yang sangat menyayangi mu." Oma Anne memeluk Umi Aisyah.


"Maaf ya, Syah. Aku sudah membuat mu terluka." Mama Savara ikut memeluk Umi Aisyah.


🌸🌸🌸🌸🌸


Seminggu kemudian,

__ADS_1


"Babay, gimana kamu mau menjadi investor di perusahaan Abbas?." Alsava menyandarkan kepalanya di dada bidang Nufail.


"Kenapa kamu nanya seperti itu?apa kamu ingin ketemu dia setiap hari?." Nufail merasa cemburu, Alsava memikirkan Abbas. Alsava merasakan kalau Nufail cemburu.


"Ck, mulai dech. Aku tau apa yang kamu pikirkan, aku hanya bertanya saja. Lagi pula kamu kan yang selalu berhadapan dengan Abbas, aku tidak ikut. Karena aku tau suami ku ini cemburuan banget, sudahlah kamu jangan seperti itu. Jiwa dan raga ku hanya milik mu seorang Nufail Zhafran Al Ghazali yang tampan. Mmuuaacchh..." Alsava mengecup bibir Nufail.


"Ulu-Ulu, so sweet sekali istri ku. Jiwa dan raga ku hanya milikmu Alsava Putri Alvendra Al Ghazali." Nufail melumatkan bibir Alsava. Ya, seperti biasa Nufail menyerang Alsava.


Setelah pertempuran dengan Alsava, Nufail menghubungi Joe.


"Joe, loe urus kontrak kerjasama dengan perusahaan Abbas dan beri poin-poin. Loe taukan isi poin-poin yang gue inginkan?." Kata Nufail.


"Sangat tau, boss. Baik ane akan kerjakan dan selesai dengan cepat." Kata Asisten Joe di seberang telpon.


"Dasar sih Bos, paling tak tahan kalau Nyonya bos di dekatnya. Duh! jadi kepingin nikah, tapi sama siapa?pasangan aja gue ngga punya. Daripada memikirkan itu, lebih baik gue kerjakan kontrak. Biar bonus gue diambil lagi." Kata Asisten Joe.


Setelah Joe membuat kontrak, Joe langsung memberitahukan kepada Sekretaris Roy untuk membahas kontrak kerjasama. Abbas sangat senang, akhirnya Nufail mau menjadi investor di perusahaannya.


"Alhamdulillah, gue bisa ketemu Alsava dan minta maaf. Semoga aja Alsava mau memaafkan gue." Kata Abbas senang.


"Tapi tuan lihatlah poin-poin yang diberikan." Sekretaris Roy menunjukkan. Abbas membacanya terkejut.


"Apa-apan ini Nufail, baru kali ini kontrak ada syarat yang di cantumkan lagi. Kalau kaya gini gue bakalan susah ketemu Alsava." Abbas kesel.

__ADS_1


"Yang terpenting, tuan Nufail bersedia mau menjadi investor di perusahaan kita. Tuan." Kata Sekretaris Roy.


"Baiklah, gue akan tandatangan kontrak ini. Yang terpenting perusahaan ini maju kembali."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Penasaran apa isi poin-poin Kontrak kerjasama Nufail dengan Abbas. Tunggu aja di episode berikutnya. Jangan lupa like, Vote dan komentarnya ya...

__ADS_1


See You... 😘😘😘😘


__ADS_2