
Khumaira duduk di samping Abbas, lalu menyalami tangan Abbas. Kemudian Abbas mencium kening Khumaira.
deg
Jantung Khumaira berdetak kencang.
"Ya Allah jantung ku ini kenapa?." Ucap Khumaira dalam hati, ia tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki dan baru merasakan getar-getar di hati.
"Kenapa kamu gugup ya, baby." Bisik Abbas.
Wajah Khumaira memerah, kalau ia tidak bercadar pasti kelihatan sekali. Karena kulitnya putih bersih.
"Aku jadi tidak tahan menunggu nanti malam." Bisik Abbas lagi.
"Emang nanti malam kenapa mas?." Kata Khumaira pelan.
"Mmm... Apa ya!!. Penasaran ya, tunggu aja ya." Abbas menaruh telunjuk di dagunya.
Khumaira diam tidak beraksi apa-apa, ia bingung apa yang di bicarakan Abbas.
"Daripada kalian berbisik lebih baik sana istirahat agar nanti malam kalian tidak kecapean." Kata Umi Jamilah.
"Baik, Um. Kami langsung ke hotel ya... Ayo, Baby." Abbas menggenggam tangan Khumaira, ada desir-desir di hati Khumaira. Jantungnya dari tadi berdebar-debar atas perilaku Abbas.
Jarak antara Masjid dan Hotel tidaklah jauh, cuma 10 menit saja sudah sampai.
Abbas dan Khumaira tiba di hotel, lalu Abbas mengambil kunci kamar di resepsionis.
"Selamat, Pagi. Tuan, bisa saya bantu?." Kata Resepsionis sopan, akad nikah Abbas dan Khumaira di adakan pagi jam 8 pagi dan selesai jam 10 pagi.
"Mmm... Saya mau ambil kunci kamar atas nama Abbas Ferdinand yang sudah di siapkan Nufail." Kata Abbas.
"Baik, mohon tunggu sebentar."
"Oke."
Kemudian resepsionis memberikan kunci ke Abbas. Setelah menerima kunci kamar Abbas dan Khumaira menuju kamar.
"Aahh... Nikmatnya bisa rebahan." Pintu kamar sudah di buka Abbas langsung merebahkan tubuh di ranjang.
"Sini, Baby." Abbas menepuk kasur di sampingnya. Khumaira agak ragu dan gugup, pelan ia berjalan. Merasa gemas dengan tingkah istri yang baru ia nikahi, lalu ia menghampiri dan memegang tangan Khumaira.
"Baby, kamu jangan takut. Kita sudah sah jadi suami istri, bolehkah aku melihat wajah cantik mu di balik cadar mu?."
Khumaira menganggukkan kepala pelan. Abbas tersenyum dan membuka cadar Khumaira.
Mata Abbas terbelalak melihat wajah Khumaira yang cantik, seperti bidadari. Kulitnya putih bersih tak ada cacat sama sekali.
"Subhanallah, cantiknya wajah istri ku ini." Abbas memajukan wajahnya ke wajah Khumaira, lalu ia mencium bibir Khumaira.
Mata Khumaira terbelalak, ia kaget Abbas tiba-tiba menciumnya. Khumaira gadis yang polos, ia tidak tau apa-apa tentang ciuman atau hubungan intim.
"Baby, aku sudah ngga tahan bolehkah aku meminta hak aku?." Pertanyaan Abbas membuat Khumaira bingung.
"Hak?maksudnya hak apa mas?." Khumaira tampak bingung.
__ADS_1
"Mmm... itu loh hubungan suami istri yang intim."
"Aku semakin tidak mengerti mas?."
"Ish... Kita langsung praktekkan aja."
Abbas menggendong Khumaira dengan gaya bridal style, lalu meletakkan pelan-pelan keranjang.
"Mas mau ngapain?." Khumaira tampak panik, ketika Abbas membuka gaun Khumaira.
"Itu loh, aku mau hak sekarang bolehkan?." Kata Abbas.
"Ooo... Aku baru mengerti, tapi bukankah malam mas?."
"Udah ngga tahan, Baby. Boleh ya." Abbas memasang wajah memelas.
"Mmm... Bo-boleh, ta-tapi pelan-pelan ya mas, ini pertama buat aku." Khumaira malu-malu.
"Yes, kamu jangan khawatir Baby, aku akan melakukan lembut."
Mendapatkan lampu hijau dari Khumaira, Abbas langsung mencium bibir Khumaira dan tangannya membuka resleting gaun Khumaira. Beruntungnya Abbas gaun yang di pake Khumaira resletingnya di depan.
"Baby aku mulai sekarang ya."
"Baca doa dulu mas."
"Hehehe... Tunggu aku lihat di mbah google." Abbas tengah berlari mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja. Khumaira merasa malu karena melihat Abbas tidak berpakaian.
"Bismillahirahmanirohim, Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna.β Artinya : βDengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami,βΒ
"Udah, Baby. Aku mulai ya."
Abbas mencium bibir Khumaira dan tangannya memegang gunung kembar yang pas di tangan Abbas.
Abbas memasukkan senjatanya kedalam goa yang sangat sempit, Khumaira tangannya memegang sprei. Abbas melihat Khumaira kesakitan, ia hentikan dan mencium bibir Khumaira kembali.
Akhirnya senjata Abbas berhasil masuk kedalam goa yang sempit, darah segar membasahi senjata milik Abbas.
"Maaf Baby, pasti kamu kesakitan tapi ini hanya awalnya saja." Abbas melanjutkan gerakkan.
"I-iya, aahh."
"Aku suka suara mu Baby."
Hampir 1 jam, Abbas baru melepaskan bisa ular kedalam goa milik Khumaira.
"Terimakasih, Baby." Abbas mencium kening Khumaira.
"Iya, mas."
Ketika Khumaira ingin bangun. Daerah intimnya.
"Aauuww." Rintih Khumaira.
"Kamu mau kemana Baby?."
__ADS_1
"A-aku mau bersih-bersih mas."
Abbas langsung menggendong Khumaira dengan gaya bridal Style.
"Mas turunkan aku."
"Biar cepat sayang."
"Tapi aku malu, punya mu itu."
"Ngapain malu kamu udah lihat dan merasakan."
"Ish, bukan begitu mas."
"Udah kamu diam aja."
Mereka tiba di kamar mandi, lalu Abbas mendudukkan Khumaira di closet.
"Kamu tunggu disini, biar aku siapkan air hangat ya."
"Iya, mas."
Abbas membuka keran air, ia menyiapkan air hangat untuk Khumaira. Lalu ia menambahkan aroma terapi, agar Khumaira rileks.
"Airnya sudah siap, Baby."
"Iya, Mas. Aauuww." Khumaira mau berdiri, ia merasa kesakitan.
"Sini aku gendong lagi."
Pelan-pelan Abbas meletakkan Khumaira di Bathtub.
"Kamu berendam aja dulu, nanti kalau sudah selesai panggil aku ya."
"Iya, mas."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Vote dan Komentarnya...
See you...ππππ