
Keesokan harinya, Eliana sudah lebih baik. Ia tidak merasakan sakit seperti kemarin.
Ceklek
Dokter Chelsea datang membawa sarapan untuk Eliana.
"Loe udah bangun?." Dokter Chelsea menaruh nampan berisi bubur dan susu di atas nakas.
"Iya, kapan gue harus pulang. Urusan gue belum kelar nih." Eliana menatap Dokter Chelsea.
"Belum tau." Dokter Chelsea datar.
"Ck, Masa seorang dokter ngga tau kapan pasiennya sembuh dan di bolehkan pulang." Eliana berdecih.
"Loe salah, yang tau pasien sembuh cuma kehendak Allah. Kalau Allah belum berkehendak loe sembuh, ya loe tetap disini. Gue sebagai dokter hanya manusia biasa. Udah loe pikirin kesembuhan loe dan anak loe, jangan ngurusin harta orang yang bukan milik loe. Ingat karma berlaku, sebelum terjadi makanya loe cepat-cepat bertaubatlah." Dokter Chelsea melipatkan kedua tangan di dadanya.
"Jangan sok suci loe di depan gue, loe jadi dokter juga dari nyokap loe yang jadi ja**ng. Mana makanan gue... loh! kok cuma bubur, ngga ada yang lain gitu." Eliana sewot dan menghina Dokter Chelsea.
"Nyokap gue kaya gitu, karena di jebak sama nyokap loe. Cukup loe merendahkan gue dan nyokap gue, mulai sekarang loe mau ngapain gue ngga peduli." Dokter Chelsea bergegas keluar.
"Ya udah sekalian loe bawa anak abang loe, gue ngga sudi merawat anak laki-laki ngga berguna dan miskin." Teriak Eliana, Dokter Chelsea tidak menghiraukan teriakan Eliana. Dia tetap berjalan keluar dari kamar Eliana.
"Shit!!!." Eliana memukul kasur.
"Lihat aja loe akan mengemis di depan gue." Geram Eliana.
Dokter Chelsea terus berjalan menuju ruangannya.
__ADS_1
"Kurang ajar dia ngatain nyokap gue, padahal dia tuh yang ja**ng malah lebih dari ja**ng. Sungguh Malang nasib engkau bang mempunyai ibu dari anak loe yang iblis." Geram Dokter Chelsea, lalu tiba-tiba airmatanya menetes.
"Aarrgghhh... Keluarga loe emang bre***sek. Lihat aja loe akan mendapatkan karma, saat itu gue orang pertama yang menertawakan loe." Dokter Chelsea mengacak-acak rambutnya.
Dari kejauhan Dokter Erik memperhatikan tingkah Dokter Chelsea.
"Apa yang terjadi?Chelsea keluar dari kamarnya Eliana begitu marah." Kata Dokter Erik.
"Untung gue udah naruh perekam di sakunya Chelsea." Katanya lagi, lalu ia bergegas keruang kerjanya Dokter Chelsea.
Tok
Tok
Tok
"Ah! Iya." Dokter Chelsea buru-buru menghapus airmatanya.
Ceklek
Dokter Erik masuk dengan sejuta senyum menawannya. Tiba-tiba senyumannya pudar melihat Dokter Chelsea penampilannya berantakan.
"Loh! Sayang, kamu kenapa?." Dokter Erik khawatir dan langsung mendekati Dokter Chelsea.
Dokter Chelsea malah lari dan memeluk Dokter Erik, lalu menangis lagi.
"Hiks...Hiks... Hiks... Eliana emang perempuan iblis, tadinya aku kira dia akan berubah setelah mengandung anaknya Bang Rakka, kakak aku. Tapi nyatanya dia malah lebih parah. Hiks... Hiks... Hiks..." Dokter Chelsea menangis dan mengungkapkan isi hatinya, mendengar perkataan Dokter Chelsea membuat mata Dokter Erik Terbelalak. Kemudian Dokter Erik mengambil alat perekam di saku Dokter Chelsea.
__ADS_1
"APA!!! Jadi Satria itu anak Abang kamu, bukan anak dari Abbas?." Dokter Erik terkejut, kalau Baby Satria anak kandung dari Rakka. Walau iya sudah tau, tapi terkejut Ayah dari Baby Satria adalah Rakka, Abang dari Dokter Chelsea.
"Kok bisa, menurut cerita dari Abbas. Abbaslah yang pertama mengambil keperawanannya Eliana." Dokter Erik melepas pelukan dan memegang bahu Dokter Chelsea.
"Demi kelancaran aksinya, dia mengoperasikan keperawanannya. Padahal dia sudah menikah dengan Bang Rakka." Dokter Chelsea menceritakan.
"Benar-benar dia itu wanita ular, iblis. Ngga akan gue biarkan dia hidup senang. Gue akan buat hidupnya menderita melebihi dari penyakit yang dia derita." Geram Dokter Erik dalam hati.
"Bre****** juga dia, kenapa selama ini kamu membantunya?." Pertanyaan Dokter Erik, membuat Dokter Chelsea menangis lagi.
"Aku memang bodoh, mau aja diancam sama dia. Kalau aku ngga mau membantunya dia akan menceraikan Bang Rakka, aku ngga mau Bang Rakka sedih. Tapi malah aku membantunya membuat Bang Rakka meninggal, ketika mendengar Eliana menikah lagi disaat sedang mengandung anak Bang Rakka. Hiks... Hiks... Hiks... Bang Rakka syok dan jantungnya tiba-tiba sakit, lalu meninggal di depan aku. Aku memang adik yang jahat. Hiks... Hiks... Hiks..." Dokter Chelsea memeluk kembali Dokter Erik.
"Sudahlah, jangan menangis. Lupakan yang kemarin lebih baik kita ungkapkan kejahatan dia di depan Abbas. Kamu maukan?." Dokter Erik mengelus rambut Dokter Chelsea.
"Iya, aku akan membantu kamu mengungkapkan kejahatan Eliana. Aku udah benci sama dia." Kata Dokter Chelsea.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya ๐๐๐kemarin aku ngga update, badan ku ngedrop lagi. Hari ini aku coba update banyak, semoga bisa. Doakan ya...