
Nayra yang saat itu tengah makan tiba-tiba mendapatkan panggilan telfon yang saat dicek ternyata itu dari ayahnya bernama David Charles.
"Hallo ayah, ada apa?" - Tanya Nayra setelah menelan makanannya.
"Kamu sudah dapat yang ayah minta?" - Tanya balik dari ayahnya dengan suara yang berat dari balik telfon.
"Soal itu Nayra udah tanya ke beberapa temen tapi mereka ga tau" - Jawab Nayra dengan nada melas.
"Aduh bagaimana ini tinggal beberapa hari lagi" - Ujar Pa David dengan sedikit kecewa.
"Ini masih Nayra usahain kok yah" - Dari balik telfon Nayra berusaha menenangkan ayahnya.
"Yasudah secepatnya ya" - Ucap pa David datar.
Tut....Tut...
Nayra memang mendapatkan tugas dari sang ayah untuk membantu mencarikan tempat catering makanan yang paling enak dan berkualitas untuk diberikan nanti pada kegiatan kunjungan ke panti asuhan.
Memang sudah biasa bagi keluarga David Charles mengunjungi setiap panti asuhan selama satu tahun sekali disetiap panti yang berbeda.
Keluarga Nayra terbilang cukup kaya raya, sang ayah merupakan pendiri sebuah perusahaan brend jam tangan terlaris didunia. Bisa saja Ayah Nayra meminta bawahannya untuk mencari perusahaan catering namun kali ini memang Pa David sengajah untuk menyuruh putrinya itu yang berusaha.
Tidak ada alasan khusus, memang Pa David hanya sekedar ingin saja.
"Lu kenapa Nay?" - Ucap Tesa salah satu taman dekat Nayra. "Apa soal yang tadi?" Sambungnya.
"Iya Tes, gw sampai sekarang belum dapat yang pas. Sebenarnya ada beberapa catering yang udah gw dapat tapi gw ga begitu tertarik dengan makanannya" - Keluh Nayra.
"Humm... sebentar ayah gw klo ga salah sering juga pesen catering yang katanya makanan mereka itu benar-benar enak dan udah banyak perusahaan besar yang pesen disana" - Ujar Tesa sambil menatap Nayra.
"Kok lu baru bilang sih! Dari tadikan gw nanya ke lu" - Nayra menatap tajam Tesa dengan nada beratnya.
"Ya sorry, gw baru ingat" - tanpa bersalah Tesa kembali menyantap makanannya.
......
__ADS_1
Ting... (Nada chat)
Carlos yang sudah hampir tertidur karena lelah setelah pulang dari acara Nathan tiba-tiba terbangun mendengar notif di ponselnya, dan saat Carlos melihatnya ternyata Nathan mengirim satu gambar.
"Waaww.." - Carlos seketika terpukau melihat gambar itu namun sekejap Carlos kembali menyadarkan dirinya dengan menepuk pipinya.
"Ngapain sih lu kirim begituan?!" - Carlos membalas pesan itu dengan wajah geramnya.
"Gw tau lu pasti mau hehe" - Jawab Nathan yang membuat Carlos makin kesal.
Dibiarkannya chat tersebut dan Carlos kembali membaringkan tubuhnya di kasur.
"Kurang kerjaan lu! Segala kirim screenshot akun IG Nayra, gw butuh aja ga!" - Gerutu Carlos.
Perlahan tanpa sadar Carlos pun terlelap dalam tidurnya.
.....
Paginya seperti biasanya Carlos bersiap untuk pergi bekerja dan mulai hari ini Carlos sudah meminta kepada pamannya untuk tidak mengantarkan makanan karena dirinya sudah ada pegangan uang.
Setelah itu Carlos bergegas meluncur menuju perusahaan tempat ia bekerja.
Yang datang menghampiri Carlos.
"Pagi" - balasnya dingin.
Shifa memang sudah tau bagaimana sifat Carlos jadi ia tidak merasa risih atau kesal sekalipun Carlos bersikap dingin kepadanya.
Merekapun berjalan bersamaan masuk ke dalam ruangan mereka.
.....
"Nay sini deh" - Panggil Tesa dengan sedikit teriakan.
Baru saja tiba dikampus Nayra melihat Tesa yang memanggil dirinya, dan langsung menghampiri Nayra sambil memegang beberapa buku.
__ADS_1
"Kenapa Tes?" - Tanya Nayra.
"Ini gw udah minta sama bokap gw alamat perusahaan catering yang gw bilang kemarin" - Ucap Tesa sambil memberikan selembar kertas kecil.
"Oh iya...makasih ya semoga perusahaannya pas sama yang gw cari"
- Kemudian Nayra menyimpan kertas itu di dalam tasnya.
"Iya sama-sama, yuk kekelas" - Ajak Tesa.
Karena Nayra memiliki tugas yang penting dan ia tidak mau kepikiran terus jadi Nayra tidak mengikuti mata kuliahnya yang kedua. Karena Nayra ingin pergi ke tempat catering yang disarankan oleh Tesa.
Setelah masuk kedalam mobilnya, Nayra langsung menginjak gasnya dan melaju ke alamat perusahaan itu.
Ketika sampai didepan gerbang perusahaan itu, Nayra melihat ada mobil catering yang hendak masuk lebih dulu jadi Nayra pun membawa mobilnya tepat dibelakang mobil catering tersebut.
Mobil Nayra sekarang berada di tempat parkir dan saat ini ia sedang berjalan hendak melewati mobil catering tadi. Saat diperhatikan terlihat satu pria yang tidak asing bagi Nayra turun dari bagian belakang mobil.
"Carlos? Lu Carlos yang semalamkan?" - Ucap Nayra mendadak mengagetkan Carlos.
"Eh...Nay..Nayra ya?" - Tebak Carlos yang sebenarnya sudah tau.
Carlos menjadi bingung pada dirinya sendiri setiap kali bertemu dengan Nayra, jantung Carlos selalu berdegup kencang. Perasaannya sangat senang saat ini, bahkan bisa diliat dari senyuman dan tatapan Carlos.
Begitupun dengan Nayra yang sepertinya tersipu malu saat ditatap oleh Carlos. Siapa yang tidak malu jika ditatap dengan pria tampan yang tinggi serta memiliki senyum manis itu.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jauh, yaitu Shifa dengan tatapan kesalnya melihat wajah Carlos yang tersenyum manis didepan perempuan itu yang sama sekali belum pernah dia dapat ketika bersama Carlos.
Cukup lama mereka berdiam diri sambil tersenyum, sampai akhirnya Nayra memecahkan keheningan mereka.
"Gw mau ketemu sama atasan kalian, pemilik perusahaan ini" - Ucap Nayra yang mencari ayah dari Shifa.
"Oh iya iya, ayo ikut gw biar gw anterin" - Langsung saja Carlos berjalan terlebih dahulu diikuti oleh Nayra dibelakangnya.
Sementara Shifa yang terus memperhatikan mereka semakin geram karena senyuman dibibir Carlos seperti tidak kunjung pudar apalagi melihat perempuan itu ikut tersenyum dengan wajah malu.
__ADS_1
"Siapa dia?" - Gumam Shifa kemudian pergi menuju mobilnya.
Bersambung...