Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Nufail Marah


__ADS_3

Setelah mengantarkan Alsava ke Mansion, Nufail langsung bergegas dimana Eliana dkk berada.


"IIWWAANN... SSOONNYY... KALIAN DIMANA." Teriak Nufail.


"Bos, maaf saya baru tau. Kalau Bos dan Bu bos ketemu sama nenek lampir dan pria bre**sek." Joe yang baru datang, ia baru mendapatkan informasi mengenai kejadian di toko.


"Ngga apa-apa, loe kan lagi kantor." Kata Nufail mencoba tenang.


"Maaf tuan, ada apa gerangan memanggil kami kesini." Kata Sony yang datang bersama Iwan.


"Kirim video Eliana ke Abbas dan emaknya, bilang ini peringatan yang telah berani menyakiti istri gue. Bila dia dan emaknya kalau berani menyakiti istri gue ngga akan membiarkan dia hidup tenang, siksa terus Eliana dkk lebih dari ini. Gue lihat mereka malah senang, cari pria yang sudah punya penyakit HIV yang parah. Biar mereka mati sekalian." Nufail bernada tinggi.


"Wah! gawat nih, kalau bos sudah marah kita akan kena imbasnya." Batin Joe, ia menelan ludah.


"Kalian mengerti, jawab!!!." Nufail menendang kaki Iwan dan Sony.


"Kami mengerti tuan." Serentak.


"Bagus kalau gitu, ingat kalau kalian tidak becus dengan pekerjaan kalian. Gue tidak segan-segan membunuh loe pada." Nufail menunjuk-nunjuk.


"Iya, tuan. Kami mengerti." Serentak. Iwan dan Sony menunduk ketakutan.


"Joe, gue minta perketat penjagaan. Gue ngga mau lagi kejadian ini terulang lagi." Perintah Nufail kepada Joe.


"Siap, bos."


"Hufh... Sumpah gue emosi banget sama nenek lampir dan cecunguk. Rasanya tadi gue mau bogem tuh orang, sayangnya ada bini gue."


"Bos, biar mereka saya beri pelajaran. Ingat istri anda sedang hamil takut, terjadi apa-apa dengan kandungannya."


"Atur aja, gue serahkan ke loe, Iwan dan Sony. Ingat jangan sampai bini gue tau kalau gue yang memerintahkan kalian untuk menyiksa mereka, oke."


"Siap Boss, tuan." Serentak Joe, Iwan dan Sony.

__ADS_1


"Gue akan transfer uang kerekening loe pada untuk kinerja kalian selama ini, biar kalian lebih semangat lagi kerjanya."


"Terimakasih, Boss. Tuan." Serentak Joe, Iwan dan Sony merasa senang.


"Kalau gitu gue balik dulu, kangen gue sama istri dan my quadruplet."


"Dasar bos bucin." Ledek Joe.


"Makanya nikah, betah banget kalian ngejomblo. Ayok, Joe kita balik. Gue lagi malay nyetir." Ucap Nufail.


"Hati-hati di jalan ya, tuan." Kata Sony.


"Sekali lagi terimakasih banyak, tuan. Lumayan buat cari jodoh. Hehehe..." Kata Iwan, membuat Nufail menggeleng-geleng dengan sikap anak buahnya itu.


Nufail walau terlihat garang, tapi dia tetap baik terhadap anak buahnya. Hingga membuat anak buahnya betah.


"Tuan Nufail the best, ya. Gue merasa kita seperti saudara." Ucap Iwan menatap Nufail.


"Ya gitulah, beliau tidak pernah pandang bulu. Tapi kalau udah nyakiti beliau atau keluarganya, Tuan Nufail seperti Harimau siap memangsa, jangan harap bisa melepas dari cengkeramannya." Sony memperagakan Harimau mencengkeram mangsa.


"Ya udah, yuk. Kita harus menjalankan tugas, sebelum tuan Nufail marah lagi."


Disisi Lain


Alsava sedang asik berenang, walau berat tubuhnya bertambah. Tapi ia tetap berenang, karena Alsava sedang ngidam berenang.


Nufail dan Joe datang.


"Dimana nyonya kalian?." Tanya Nufail.


"Nyonya sedang berenang, tuan." Kata salah satu pelayan.


"Apa!!! Joe kamu pulang sana dan kalian semua keluar dari Mansion sampai saya kasih info lagi." Nufail membulatkan matanya dan bergegas ke belakang.

__ADS_1


Diam-diam Nufail memasuki kolam renang dan memeluk Alsava, karena Alsava sudah hafal dengan bau Nufail. Ia pun sudah menebaknya.


"Babay, katanya ada meeting. Kok jam segini sudah pulang sih."


"Demi Istri dan My quadruplet tercinta, Daddy bisa mengerjakan meeting dengan cepat." Nufail membalikkan tubun Alsava.


"Ish! Babay. Malu tau di lihat orang." Alsava memukul pelan dada Nufail.


"Mereka semua sudah aku suruh keluar... Yank, kamu terlihat seksi kalau begini... Aku udah ngga tahan melihat mu seperti ini." Nufail mencium leher Alsava.


"Babay, aku malu kalau melakukan di sini kamar aja ya."


"No, tidak sempat lihat Naga ku sudah berdiri tegak."


Tanpa persetujuan Alsava, Nufail melepas semua pakaian yang ada di tubuh Alsava dan dirinya.


"Aahh... Kamu Benar-benar mesum."


"Bis kamu sudah membuatku kecanduan, Yank."


Mereka melakukannya di kolam renang. Suara ******* memenuhi ruangan, untung kolam renang dan halaman depan jaraknya jauh.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Huh!!! Dasar si Onta selalu tidak tau tempat dan sangat kuat 🤣🤣🤣🤣...


Jangan lupa like, komentar dan Votenya ya...


__ADS_2