Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Alsava


__ADS_3

### Di Inggris


Alsava dan Bang Alvan sudah menjadi CEO termuda di Inggris, mereka begitu cepat menguasai materi yang di berikan Papa Alven dan Papi Mario Juga Opa Smith. Dalam beberapa bulan perusahaan Smith group tambah maju, bahkan sangat maju di bandingkan perusahaan di pegang Opa Smith.


Kecerdasan yang di miliki Alsava dan Bang Alvan memajukan perusahaan sudah terkenal seluruh dunia, bahkan ada relasi menawarkan anaknya menikah dengan Alsava dan Bang Alvan.


"Alsava dan Alvan cucu ku, gimana penawaran kalian dengan anak keluarga Ethan dan Christian?apa kalian akan setuju menikah dengan anak mereka?." Tanya Opa Smith.


"Ya, Papa juga selalu di tanya sama mereka." Tambah Papa Alvendra.


"Begini, Pah, Opa. Saat ini Alsava masih trauma dengan pernikahan, lebih baik bang Alvan aja. Dia kan belum merasakan pernikahan." Alsava melirik Bang Alvan.


"Ck, apa-apa kamu dek. Abang ngga mau nikah sama anak dari keluarga mereka ogah." Bang Alvan menggelengkan kepala.


"Emang kenapa bang?mereka kan cantik dan sexy." Goda Alsava.


"Hi...Hi... Geli gue dek, mereka udah kaya wanita ja**ng. Ngga abang ngga mau titik." Bang Alvan ngeri.


"Hahahaha... Kalau Dokter Reina, gimana bang mau?." Alsava masih menggoda.


Blush


Wajah Bang Alvan berubah merona.

__ADS_1


"Mmm...Itu mah..." Bang Alvan malu-malu.


"Mau kan?Cepat kejarlah dan dapat hatinya Dokter Ani, sebelum ada yang ngerebut loh." Alsava menaik-naikkan kedua alisnya.


"Jadi adik sotoy banget, ya udah abang mau jemput pujaan hati Babang Van dulu. Bye semua." Bang Alvan mencubit Alsava dan pamit pergi.


"Ck, tadi aja malu-malu. Sekarang malu-malu, dasar Abang ngga ada akhlak pake cubit pipiku." Alsava sewot.


Papa Alvendra dan Opa Smith tertawa melihat tingkah Bang Alvan dan Alsava.


"Alsava, kamu tau siapa Dokter Ani?" Tanya Opa Smith.


"Dokter Reina itu, sahabat aku waktu kuliah di Indonesia, Opa. Tapi aku bingung kenapa sekarang dia jadi Dokter, padahal dulu waktu ambil kuliah tidak ambil itu dech. Akh! lupa aku." Alsava mengacak-acak rambutnya.


"Opa sangat senang bisa berkumpul dengan kalian, Opa ingin kamu Alsava bisa melupakan masa lalu. Bukalah hati mu untuk seseorang pria, tidak semua pria itu jahat. Sayang." Opa Smith duduk di samping Alsava dan mengelus rambut Alsava.


"Insya Allah, Opa. Yang Alsava pikirkan saat ini bersama pacar-pacar Alsava ini nih." Alsava memeluk Papa Alvendra dan Opa Smith.


"Hahaha... Seterah kamu saja." Kata Opa Smith.


"Ya, pi. Kita biarkan Alsava seperti ini dulu, hingga hatinya tertata lagi." Kata Papa Alvendra.


"Ish! kamu, emang kamu cucuku jadi jomblo akut. No, papi ngga mau. Nanti Papi akan carikan yang baik dan pantas buat Alsava." Opa Smith menolak perkataan Papa Alvendra.

__ADS_1


"Dari mendengar argumen Papa dan Opa, Alsava pamit ke Mama dan Oma aja di kebun." Kata Alsava langsung kabur, ia ngga mau mendengar keributan beda pendapat Papa dan Opanya.


Mama Savara dan Oma Anne mempunyai hobi yang sama yaitu berkebun, sekeliling Mansion penuh dengan tanaman buah, sayur dan masih banyak lagi yang mereka tanaman. Bahkan mereka mempunyai perkebunan sendiri yang tidak jauh dari Mansion.


"Setelah aku berpisah dari Abbas, aku merasa hidup lagi. Malah seperti bayi baru lahir, aku di keliling orang-orang yang aku sayangi. Ya Allah, terimakasih. Engkau sudah memberi cobaan, tapi Engkau juga memberikan aku kehidupan bahagia yang sebelum aku pernah rasakan." Alsava tersenyum dan menatap langit.


.


.


.


.


.


.


.


.


Masih Lanjut ngga...

__ADS_1


__ADS_2