
Joe dan Alsava mendengarkan secara seksama pembicaraan Nufail dengan dua wanita gatel, Alexa dan Tina.
"Kamu jangan muna dech, dari dalam lubuk hati mu sangat menginginkan tubuh ku yang molek ini." Alexa bergaya seksi.
"Aku tak sudih, kalian keluar dari ruangan ini." Nufail sudah panas dingin, sebelumnya Tina sudah memberikan obat perangsang.
Alexa dan Tina terus menggoda Nufail, bahkan Alexa sudah melepas kancing kemejanya. Memperlihatkan br@ pink dan gundukan yang seakan ingin keluar dari tempatnya.
"Ya Allah, lindungi hamba dari kedua setan dihadapan hamba ini." Kata Nufail sambil menutup matanya.
"Joe... Joe... tolong gue... tolong di ruangan ini penuh iblis." Teriak Nufail keringat dingin.
"Shitt, gue harus apa pintu sudah terkunci. Tubuh gue terasa panas banget." Kata Nufail dalam hati.
"Hayolah sayang, aku sudah tidak tahan. Aku ingin menikmati tubuh atletis mu, jadikan aku pelampiasan hasrat mu. Sayang." Alexa seperti cacing kepanasan dan memegang dada Nufail.
"Ngga sudih, amit-amit. Berapa pun usaha loe untuk mendekati gue, hati dan pikiran gue tetap pada istri dan anak-anak gue. Mulai hari ini gue memutuskan kerja sama kita, gue ngga peduli apa kata Daddy loe." Nufail melempar tubuh Alexa hingga terjatuh dari lantai.
"Nyonya kita kedalam kasihan Bos, dia sudah menderita." Joe mulai panik, namanya dipanggil Nufail.
"Baiklah, kita basmi lalat yang mengganggu dan tidak akan datang kembali." Alsava tersenyum licik, membuat Joe menelan silvana.
Bbrruukk
Pintu di buka kasar oleh Alsava.
Tina dan Alexa kaget.
"Siapa kamu?berani-beraninya masuk dengan tidak sopan." Tina memarahi Alsava.
Ssorrtt
Alsava menyemprotkan tubuh Tina dengan pembasmi lalat. Joe dan Nufail terbelalak matanya, begitu juga dengan Alexa.
"Uhuk... Uhuk...Uhuk... apa yang kau semprotkan kepada ku?." Tina terbatuk-batuk.
"Kurang ajar, loe apakan teman gue." Alexa mendorong kasar tubuh Alsava, untung saja Joe masih di belakang.
Ssorrtt.
Alsava juga menyemprotkan tubuh Alexa.
"Uhuk... Uhuk... Uhuk... Kurang ajar." Alexa bukannya menyerah, ia malah menyerang Alsava dengan menarik jilbab Alsava.
Untung Alsava mempunyai keahlian bela diri, tubuh Alexa di banting kasar oleh Alsava. Nufail tidak menyangka Alsava bisa bela diri.
"Bos, loe ngga apa-apa kan." Joe melihat tubuh Nufail dari atas hingga bawah.
"Ia gue ngga apa-apa, cuma tubuh gue panas. Gue perlu bini gue, tapi melihat Bini gue bisa bela diri. Nyali gue jadi ciut." Nufail merasa merinding.
__ADS_1
"Rasakan lalat mengganggu, pergi dari sini." Kata Alsava.
"Kurang ajar, wanita Ja**ng." Teriak Alexa kesal.
"Loe itu tidak ada kepentingan disini." Kata Tina.
"Kalian ingin tau siapa aku... pasangkan telinga kalian baik-baik... Nama ku Alsava Putri Alvendra dan istri dari Nufail Zhafran Al Ghazali. Yang katanya tidak cantik dan seseksi kalian, tapi nyatanya aku lebih cantik dan seksi dari kalian. Malah lebih tangguh bisa melawan lalat seperti kalian." Alsava memiting tangan Alexa dan Tina yang hendak memukul Alsava.
Mata Alexa dan Tina terbelalak, mereka tidak menyangka istri Nufail. Wanita yang tangguh, cantik dan malah melebih diri mereka.
"Bos, gue tambah ngefans sama nyonya bos. Memang wanita hebat, tapi kenapa dulu dia tidak melawan Abbas dan Maminya." Joe terkagum-kagum melihat Alsava.
"Gue ngga tau, cepat bantu bini gue. Bawa keluar iblis betina dan jangan sampai mereka kembali lagi kesini, satu lagi blokir semua saham mereka di perusahaan kita dan yang lain. Gue mau mereka hancur." Kata Nufail.
Joe menarik paksa Alexa dan Tina di bantu dua bodyguard.
"Nufail, maafkan kita. Gue ngga mau loe memblokir perusahaan kita." Tina meronta.
"Iya, Nufail. Gue minta maaf, gue ngga mau Daddy membenci ku." Tambah Alexa.
"Itu akibatnya yang sudah melawan Bos gue dan rasakan hukuman loe terima. Cepat bawa mereka keluar dari sini." Kata Joe.
Setelah Joe dan Dua bodyguard membawa keluar Alexa dan Tina, Alsava menarik kasar Nufail hingga ke kamar mandi yang ada di ruangan Nufail.
"Cepat bersihkan tubuh mu dari kuman lalat." Alsava mendorong Nufail.
"Ish! Sayang, pelan-pelan. Maafkan aku, tapi kan tadi aku sudah menahannya. Lagian aku juga ngga nafsu sama dua iblis betina, aku nafsunya sama kamu. Lihat lah sih junior sudah bangun, ketika melihat mu." Kata Nufail.
"Iya, sayang. Kamu juga mandi, tadikan kamu juga memegang sih dua lalat." Nufail beralasan.
"Kamu dulu, baru nanti aku." Alsava curiga, ia sudah hafal rencana licik Nufail.
"Ya udah, dech. Kamu tunggu aku ya."
Alsava dan Nufail saat ini sudah berada di ruangan Nufail, tepatnya berada di ruang rahasia. Yang terdapat ranjang, sofa, meja rias dan lemari pakaian komplit dengan isinya.
Alsava mencarikan Nufail pakaian dan juga dirinya.
"Sayang, aku sudah bersih. Sekarang kamu sana." Nufail keluar dengan lilitan handuk di pinggang, terlihat jelas roti sobek.
"Iya." Alsava merona, ia membayangkan merasakan kembali roti sobek Nufail. Lalu Alsava masuk kekamar mandi.
"Astaghfirullah, kenapa aku selalu membayangkan begituan." Alsava menepuk kedua pipinya.
"Lebih baik aku mandi, agar pikiran kotor hilang." Katanya lagi.
Tak lama kemudian,
Alsava keluar dengan handuk kimono, ia melihat sekeliling. Tidak ada Nufail.
__ADS_1
"Kemana dia."
"Kamu mencari ku, sayang." Nufail memeluk Alsava dari belakang.
"Iya, kamu dari mana?."
"Ngga kemana-mana kok, Oia sayang. Bolehkah hari ini aku minta jatah?aku sudah tidak tahan dari tadi si otong bangun mulu." Nufail membalikkan tubuh Alsava.
"Iya, Babay. Aku juga sudah pasang KB." Alsava Menunjukkan KB di lengannya.
"Ini susuk, sayang. Aku ngga mau, lebih baik KB suntik aja." Tadinya Nufail bergairah mendapatkan lampu hijau dari Alsava, tapi ketika melihat KB di lengan Alsava. Ia menolak.
"Kalau suntik aku ngga mau nanti aku bisa gemuk."
"Kalau begitu biar aku yang KB saja, besok kita kerumah sakit untuk melepas KB di lengan mu."
"Baiklah, aku mah apa atuh. Harus nurut sama suami."
"Nah gitu dong, sekarang kita main bola dulu."
Mereka melakukan pergumulan untuk pertama kali setelah Alsava melahirkan ke empat anak kembar.
Nufail merasakan seperti pertama kali menggauli Alsava, lobang itu kembali sempit. Karena lama ia tidak mendatangi lobang itu.
"Sayang, ini sempit sekali. Seperti pertama kali aja." Nufail berusaha memasuki lobang.
"Iya, karena Oma memberikan resep yang sangat bagus. Membuatnya rapet seperti anak gadis."
"Aku akan berterima kasih sama Oma nanti, sungguh ini nikmat sekali."
Mereka melakukan olah raga ranjang, untung pintu sudah di kunci rapat dan Nufail sudah memberitahukan kepada Joe. Jangan ada yang mengganggunya. Waktu tidak terasa sudah menunjukkan pukul 5 sore.
"Ish! Babay ini gara-gara kamu, aku jadi pulang telat. Pasti Umi, Oma dan Mama marah sama aku. Sudah lama berada di kantor."
"Tenang, sayang. Mereka ngga akan marah sama kamu, lebih baik kita mandi. Abis itu langsung pulang."
.
.
.
.
.
.
Menurut kalian bagaimana tindakan Alsava melawan pelakor?Apa pelakor kita basmi seperti Alsava?
__ADS_1
Jangan lupa like, Vote dan Komentarnya ya...
See you..😘😘😘😘