
Selesai Sholat, Abbas memesan makanan di restoran masih berada di hotel ia menginap. Sedangkan Khumaira tengah asyik nonton darkor sambil merebahkan tubuh di ranjang.
Abbas naik ke ranjang, lalu mencium bibir Khumaira.
"Mas, minggir. Aku lagi nonton." Khumaira mendorong pelan tubuh Abbas.
"Baby, tiba-tiba badan ku terasa panas." Bisik Abbas.
"Kening, tangan dan badan tidak panas." Khumaira memeriksa keadaan Abbas, tapi tidak ada badan yang panas.
"Ya, ampun. Istri ku ini Benar-benar sangat polos." Abbas menepuk jidatnya.
"Tadi kan kamu sendiri yang bilang badannya panas, jadi aku periksa."
"Bukan itu, Baby. Udahlah lama menjelaskan ke kamu lebih baik aku langsung praktekkan ke kamu." Abbas mencium bibir Khumaira dan tangannya memegang gunung kembar.
Khumaira akhirnya paham maksud kata Abbas tadi, ia lalu merangkul tangannya ke leher Abbas.
Saat ini Abbas dan Khumaira sudah tidak berpakaian, keadaan mereka polos. Tiba-tiba bel berbunyi.
Ting-Tong
Ting-Tong.
"****, kenapa pesanan itu malah datang. Bikin ganggu aja." Abbas kesal.
"Hahaha... Ya udah sana terima aja dulu, nanti bisa di lanjutkan lagi."
Abbas mengambil handuk kimono. Ia tidak memakai celana.
Abbas membuka pintu dengan wajah sangat marah.
" Afternoon, sir. This is the order. ( Sore, tuan. Ini pesanannya)." Kata pelayan.
"Mmm... Terimakasih." Abbas ketus, ia mengambil makanan dan langsung menutup pintu.
__ADS_1
Pelayan itu terkejut dan mengelus dadanya.
"Gangguan aja." Abbas membuka handuk kimono dan membuang asal handuk kimono, Khumaira melihat tingkah lakunya Abbas hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah, Mas. Jangan marah-marah, kan kita bisa lanjuti yang tadi." Rayu Khumaira.
"Kamu ceritanya lagi ngerayu aku, ya. Dengan senang hati aku akan melakukan lagi, ingat hari ini kita bergadang."
"Ish, aku ngga mau." Khumaira cemberut.
"Maaf aku cuma bercanda, kamu jangan cemberut dong."
Mereka melakukan olahraga ranjang, hingga waktu menunjukkan jam 3 dini hari.
"Aku sangat berharap banget untuk memiliki anak, semoga kamu cepat tumbuh di perut Umi ini ya." Abbas mencium perut Khumaira dan mengelus-elus perut Khumaira.
"Mas, udah ya. Aku cape banget nih, apalagi tenaga mu sangat kuat. Aku tidak bisa mengimbangi permainan kamu, Mas."
"Iya, Baby. Ya udah kita mandi junub yuk, sekalian nanti kita Sholat Tahajud."
Mereka melakukan Sholat Tahajud.
"Ya Allah, aku memohon ampun segala dosa-dosa ku. Jangan kamu hukum Hamba lagi, aku ingin mempunyai anak. Ku mohon kabul doa ku ini, Ya Allah." Batin Abbas, ia meneteskan air mata.
"Ya Allah, sembuhkan segala penyakit yang ada di tubuh penyakit suami Hamba. Buatlah Hamba hamil, anaknya Mas Abbas. Mas Abbas sangat berharap memilih anak." Kata Khumaira dalam hati, lalu ia mengambil Al Qur'an dan membacanya. Abbas mendengar suara merdu Khumaira hatinya bergetar dan meneteskan airmata.
"Ya Allah sungguh malunya aku kepada istriku, aku Suami yang tidak bisa apa-apa. Dari kecil aku tidak pernah di ajarkan mengaji atau beribadah, Papi dan Mami selalu sibuk dengan urusan masing-masing. Baby, aku sangat beruntung mendapatkan kamu, Ya Allah. Aku tidak henti-hentinya bersyukur kepada Mu, Khumaira kamu wanita yang sempurna. Maafkan aku yang tidak sempurna." Kata Abbas dalam hati, ia menatap Khumaira yang sedang mengaji.
Abbas terus menatap Khumaira, hingga Khumaira selesai mengaji.
Khumaira menutup Al Qur'an dan menaruhnya di meja. Lalu, melipat mukena. Abbas terus memperhatikan gerak-gerik sang istri.
"Mas, kamu kenapa selalu memperhatikan aku?. Apa aku ada yang aneh?." Kata Khumaira yang sadar di tatap Abbas.
"Ah! Tidak aku hanya ingin memandangi istriku yang cantik dan suaranya merdu, ketika sedang membaca Al Qur'an. Membuat hatiku merasa tentram." Abbas turun dari ranjang.
__ADS_1
"Alhamdulillah, Mas."
"Baby, aku mau belajar ngaji. Tapi aku malu dan bingung mau belajar dimana."
"Kalau kamu mau aku mempunyai teman suaminya seorang ustadz."
"Boleh Baby, gimana setelah bulan madu ini aja. Aku belajar ngajinya, nanti sampaikan kepada temannya untuk atur pertemuan kita."
"Iya, Mas. Oia, Mas. Aku sangat berharap kita memiliki anak, walau itu dari anak kita adopsi. Mas."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, Vote dan komentarnya ya...
See you 😘😘😘😘....
__ADS_1