
Pagi harinya Carlos sudah berada di kantor tempat kerjanya sejak 15 menit yang lalu, tadi Nathan lah yang mengantarkan Carlos kerja sekalian ia pergi ke kampus.
Saat ini Carlos tengah sibuk mencatat jumlah pengeluaran kotak makan yang akan diantarkan nanti dikampus Nayra dan Nathan, sebenernya ini tugas dari Shifa tetapi karena Shifa datang agak terlambat jadi Carlos diminta untuk mengambil alih.
"Huh semoga nanti gw ketemu Nayra," gumam Carlos yang tidak sengajah didengar oleh salah satu pekerja lain.
"Wih Nayra siapa tuh?" tanya pekerja itu sambil senyum-senyum sendiri.
"Kepo lu, udah selesaikan tuh kerjaan lu!" seru Carlos.
Setelah semuanya siap, Carlos dan beberapa pekerja langsung memasuki mobil catering dan siap mengantarkan ke kampus langganan mereka.
Butuh sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai diparkiran belakang kampus itu.
Dengan semangat 45 Carlos turun dari mobil dan mengambil beberapa kotak yang sudah diturunkan oleh pekerja lain, dengan beberapa orang Carlos pergi menuju kantin untuk mengantarkan kotak.
Kedua matanya tidak lepas untuk memperhatikan sekitar berharap yang dicari akan muncul dengan sendirinya.
Sudah sampai 5x ia terus bolak balik mengantarkan kotak namun tidak juga ditemukan Nayra dan menurut Carlos mungkin Nayra tengah berada didalam kelas atau bisa saja tidak ke kampus.
"Oke sudah kelar, ayo cabut" seru salah satu pekerja.
Dengan sedikit kekecewaan Carlos naik ke dalam mobil dan duduk disamping kursi pengemudi, wajahnya terus menghadap ke kaca dengan tatapan datarnya.
Saat mobil hendak keluar dari gerbang kampus itu, tiba-tiba kedua mata Carlos menyipit dan memperhatikan seorang perempuan dan seorang pria berdiri tidak jauh dari gerbang itu.
Perempuan itu tidak lain adalah Nayra sementara pria itu entahlah Carlos tidak mengenalnya, tetapi yang dilihat Carlos adalah sikap pria itu begitu manis kepada Nayra terbukti dengan tangan pria itu yang mengusap pucuk kepala Nayra dengan lembut sembari tersenyum.
Sepertinya pria itu baru saja mengantarkan Nayra ke kampus.
Karena mobil terus berjalan dan semakin jauh jadi Carlos tidak bisa memperhatikan wajah Nayra yang seperti apa menatap pria itu, apa mereka sama-sama tersenyum manis? Carlos tidak tahu.
Namun yang bisa Carlos pastikan saat ini perasaannya seperti ditusuk-tusuk begitu sakit, meskipun mereka belum mengikat sebuah status tapi saat ini hatinya hancur karena kecemburuan yang menggebur-gebur.
"Kenapa muka lu kusut amat?" tanya pengemudi disamping Carlos.
Tidak ada jawaban dari mulut Carlos namun wajah yang menatap tajam ke pengemudi itu sudah cukup memberikannya jawaban.
.............
Didalam kampus Nayra tengah duduk di bangku sambil menggenggam ponselnya. Jarinya yang indah dengan cepat menekan tombol hijau hendak menelfon seseorang.
"Ayah!" seru Nayra.
"(...)," Pak David.
__ADS_1
"Ayah jangan begitu dong, udah berkali-kali Nayra bilang klo Nayra gak suka diantar sama Dio!" gerutu Nayra kesal.
"(...)," jawab Pak David.
"Ayah selalu aja memaksakan kemauannya tanpa mikirin orang lain," ungkap Nayra yang langsung mematikan telfonnya.
Sontak Nayra langsung mengacak rambutnya namun tetap terlihat begitu cantik, perlahan direbahkan kepalanya dimeja kemudian memejamkan matanya.
"Ayah....ayah," gumam Nayra pasrah.
Hari ini Nayra hanya ada kelas siang jadi jam masuknya masih lama karena ia datang terlalu pagi, bukan tanpa alasan tapi karena Nayra tahu Carlos setiap pagi datang mengantarkan makanan dikantin jadi tidak heran jika Nayra sengaja datang lebih awal.
"Lebih baik gw berjaga dikantin, mungkin aja ketemu Carlos hihi," ujar Nayra yang langsung bangkit berdiri menuju kantin.
Sesampainya di kantin hal pertama yang Nayra lakukan adalah mengecek dibagian dapur kantin untuk memastikan bahwa catering itu belum datang. Namun belum sampai dipintu dapur malah Nayra sudah melihat ibu kantin yang tengah menyusun makanan dimeja dan Nayra sangat hapal kotak catering yang sering diantar oleh Carlos.
"Yahhh gw telat ya? S*al, ini gara-gara Dio bawa mobil lelet banget!" geramnya sembari menghentakkan kakinya dilantai dengan sedikit keras.
Karena tidak ada yang ia cari jadi Nayra langsung kembali ke kelas sekalian mencari teman-temannya agar tidak kesepian.
"Oy Nay!" teriak seseorang yang datang dari arah belakang.
Mendengar itu Nayra langsung berbalik badan, "Eh Than" jawab Nayra.
"Dari mana lu?" tanya Nathan.
"Cariin Carlos ya?" goda Nathan sembari menunjuk dengan jari telunjuknya.
"Ish apaan sih, gak lah" cetus Nayra mengelak.
"Oh gitu ya, klo Carlos justru setiap nganterin catering pasti berharap ketemu sama lu," tutur Nathan sambil menatap ke depan.
"What? Serius lu?" tanya Nayra penuh antusias dengan bibir sedikit tersenyum.
Nathan yang melihat reaksi itu langsung senyum-senyum seakan meledek Nayra. Menyadari itu Nayra langsung mengubah ekspresinya menjadi datar dan tangannya langsung memukul lengan Nathan.
"Tau nih lu pasti ngerjain gw," cetus Nayra.
"Haha," seketika Nathan langsung menertawakan Nayra karena wajahnya yang kecut.
"Klo beneran gimana Nay?" tanya Nathan sambil memainkan alisnya naik turun.
"Dahlah gw mau ke kelas, bye!" seru Nayra langsung berbelok kearah kelasnya.
Nathan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nayra yang seperti salah tingkah, untuk sesaat Nathan melirik arlojinya dan dengan bergegas ia juga pergi ke kelasnya yang berada disamping kelas Nayra karena memang ada jam kuliah pagi ini.
__ADS_1
.............
Disisi lain Carlos tengah duduk didalam ruangannya sendirian karena untuk saat ini memang sedang free tidak ada kerjaan. Tiba-tiba dirinya dikagetkan dengan kehadiran Shifa yang sengaja mengejutkannya.
"Dor!" teriak Shifa membuat Carlos terkejut dan menatap kesal pada Shifa.
"Biasa aja kali mukanya," ucap Shifa yang langsung duduk didepan Carlos.
"Hmm," hanya deheman yang terdengar dari mulut Carlos.
Meskipun ada Shifa didepannya namun pikiran Carlos terus memikirkan siapa pria yang bersama Nayra tadi pagi, jika dilihat wajah pria itu seperti seumuran dengannya ditambah pria itu terlihat begitu keren dan tentunya pasti kaya.
"Apa itu pacarnya ya," batin Carlos.
"Hello!" seru Shifa sambil memukul pelan tangan Carlos.
"Apa Shifa?" tanya Carlos dengan tatapan tajamnya.
"Ih Los jangan natap gw terlalu dalam gitu, gw jadi salting nih," tutur Shifa sembari tersenyum malu.
"Nih anak pede nya tingkat dewa kali ya," Carlos membatin kesal.
"Lu mau apa sebenarnya?" tanya Carlos pelan dan mencoba menahan diri untuk tidak menunjukkan kekesalannya.
"Pas banget lu nanya itu, gw mau nanti pulang kita jalan yuk" seru Shifa semangat.
"Astga nyesel gw nanya gitu," cetus Carlos dalam hati.
"Gak bisa gw sibuk," jawab Carlos singkat.
"Lu sok sibuk banget Los," cetur Shifa dengan wajah murungnya.
Benar sih Carlos memang sibuk saat pulang, yaitu sibuk tidur dan main gadgetnya. Terutama sibuk mikirin Nayra.
"Ajakin yang lain aja," ujar Carlos.
"Gw maunya sama lu aja," rengek Shifa sambil memegang tangan Carlos.
"Nih anak klo gak diikutin adanya malah makin menjadi-jadi pasti," batin Carlos menebak.
"Iya iya tapi gak lama," jawab Carlos sambil menarik tangannya menjauhi genggaman tangan Shifa.
"Nah gitu dong seneng gw jadinya," ungkapan Shifa sambil tersenyum lebar.
Carlos berharap semoga setelah menuruti keinginan Shifa maka kedepannya tidak ada lagi gangguan dari perempuan ini. Setiap dikantor selalu saja tidak tenang karena Shifa selalu mengekorinya terus.
__ADS_1
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca novel ini, mohon untuk memberikan like & komen agar saya semakin semangat melanjutkan ceritanya.