Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa
Buat Tak Berdaya


__ADS_3

Papi Mario mendatangi Dokter Erik.


"Erik bagaimana perkembangan Abbas?Sampai sekarang kenapa dia tidak bangun?." Tanya Papi Mario.


"Saya sudah memeriksa keadaan dia dan tidak ada penyakit lainnya atau apa, saya rasa Abbas memang tidak ada niat untuk bangun. Mungkin masalah yang ia hadapi sangat berat, jadi tidak ada niat untuk bangun. Saran saya keluarga sering-sering ajak ngobrol, agar dia cepat bangun." Penjelasan Dokter Erik.


"Maaf Om, ini permintaan Abbas. Dia tidak mau bangun dari tidurnya, karena ia sangat terpukul atas meninggalnya Alsava." Batin Dokter Erik


Flashback On


Saat Abbas di periksa oleh Dokter Erik, Abbas membuka matanya. Ia melihat sekeliling.


"Ini dimana?." Abbas linglung.


"Di rumah sakit, loe kenapa loe minum obat penenang sangat berlebihan?apa yang terjadi?." Dokter Erik menaruh teleskop di kantongnya.


"Hiks... Hiks... Hiks... Alsava meninggal, Rik." Abbas meneteskan airmata.


"APA!!!." Dokter Erik kaget.


"Iya, gue ngga tau. Kalau dari sifat gue yang kejam terhadap dia, membuat dia depresi dan dia akhirnya bunuh diri. Hiks... Hiks... Hiks... Gue menyesal banget." Tangisan Abbas semakin menjadi.


"Gue sebelumnya pernah kasih tau sama loe, Alsava itu gadis seperti berlian yang harus loe jaga. Tapi loe malah bersama Eliana, gue heran sama loe kenapa loe bisa sebodoh itu. Padahal dulu loe gencar ngejar cintanya Alsava, kalau masalah mempunyai anak. Loe berdua bisa program bayi tabung, tapi pikiran loe terlalu cetek dan terpengaruh oleh Mami Loe. Jadi loe kaya gini, salah jalan." Ucap Dokter Erik.

__ADS_1


"Iya, gue sekarang menyesal. Alsava udah tiada gue harus gimana?Gue udah ngga kuat, Rik. Tolong gue beri obat buat gue tak berdaya." Abbas memohon kepada Dokter Erik.


"Gue ada obatnya, itu gue racik sendiri. Gue juga belum pernah nyoba efeknya gimana dan kira-kira loe bisa bangun atau malah loe nanti meninggal. Gue ngga mau takut nanti loe malah kenapa-napa."


"Bagus dong kalau kaya gitu, cepat berikan obatnya. Gue mohon, kalau loe ngga mau berikan malah gue akan gila. Gue ngga akan bisa tidur nyenyak, karena bayangan Alsava selalu menghantui gue. Please gue mohon, berikan obatnya." Abbas terus memaksa dan memohon Dokter Erik.


"Baiklah, gue akan ambil dulu obatnya." Akhirnya Dokter Erik menyetujui permintaan Abbas. Lalu ia kembali keruangannya dan mengambil obatnya.


Kemudian, Dokter Erik kembali masuk kekamar Abbas.


"Mana obatnya." Abbas tidak sabaran.


"Sebentar kenapa... Loe yakin minum obat ini, kalau loe nanti malah ngga bisa bangun gimana?Kasihan kan anak loe yang di dalam rahim Eliana." Dokter Erik mencoba meyakinkan Abbas.


"Nih, satu aja dulu. Kita lihat reaksi dari obatnya nanti." Dengan berat hati Dokter Erik memberikan obat yang ia racik.


Abbas langsung meminum obat yang di berikan Dokter Erik, tidak ada reaksi apa-apa terhadap tubuh Abbas.


"Hhooaamm... Gue ngantuk." Abbas sudah mulai ngantuk dan tertidur.


"Alhamdulillah... reaksi obatnya tidak berbahaya, cuma ngantuk banget." Dokter Erik bernapas lega melihat Abbas tidak apa-apa hanya tertidur.


"Met tidur panjang, sobat. Mungkin setelah ini Loe akan mulai hidup bahagia, bersama anak dan istrimu." Ucap Dokter Erik lalu pergi keluar dari kamar Abbas.

__ADS_1


"Gue harus selidiki Eliana, hati Gue berkata itu wanita ngga benar." Batin Dokter Erik.


Flashback OFF


.


.


.


.


.


.


.


.


Semangat Up lagi... Jempolnya jgn lupa ya...


See you...😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2